Pada saat di bangku sekolah ataupun kuliah, Quipperian pasti pernah deh merasakan tumpukan tugas yang diberikan oleh guru atau dosen kalian. Keluhan bahkan tangisan seringkali dirasakan oleh kalian yang terus merasa tertekan dan tidak sanggup mengerjakan seluruh tugas yang diberikan. Tapi, tahukah kamu bahwa nanti, saat di dunia kerja, tantangan akan semakin besar? Banyak lho pekerja pemula yang seringkali lebih mengeluh saat menghadapi pekerjaan di tempat kerja dibandingkan saat menghadapi tugas di sekolah maupun saat kuliah.
Penyebabnya pun beragam Quipperian, mulai dari tuntutan dari atasan, target perusahaan yang harus dicapai, lalu dikejar deadline, pekerjaan yang terus bertambah, dan banyak lagi tantangan di dunia kerja lainnya harus siap dihadapi.
Nah, daripada mengeluh, alangkah baiknya kamu mempersiapkan diri dengan lebih baik agar siap menghadapi “dunia nyata” nantinya. Kamu tidak perlu melakukan hal yang rumit kok, cukup lakukan tiga hal berikut ini. Yuk kita simak!
3 Hal Yang Harus Dipersiapkan Untuk Menghadapi Dunia Kerja:
1. Belajar teori di sekolah atau kampus dengan didukung contoh-contoh dan studi kasus di dunia nyata
Di lingkungan sekolah maupun kampus, kamu pasti akan bertemu dengan sekian banyak teori-teori yang mungkin sulit untuk dipahami. Tidak jarang pula kamu merasa enggan membaca panjangnya penjabaran tentang satu teori, namun di sisi lain kamu harus mempelajari teori-teori tersebut agar bisa menghadapi ujian akhir dengan sebaik mungkin.
Sebenarnya, belajar teori tidak semenyeramkan itu kok, Quipperian. Teori sangat penting untuk dipelajari karena teori tersebut akan menjadi dasar dari pemahaman terhadap bentuk-bentuk praktik yang akan kamu hadapi pada saat bekerja nanti. Agar kamu bisa menguasai berbagai teori dengan mudah, pelajarilah teori dengan didukung oleh contoh-contoh yang ada di sekitar kamu atau kasus yang terjadi pada bidang-bidang yang berkaitan dengan teori tersebut.
Dengan mempelajari contoh kasus dari suatu teori, kamu akan lebih mudah membayangkan bagaimana praktiknya di lingkup pekerjaan ataupun pada hal-hal lain yang akan kamu hadapi secara nyata nantinya. Misalnya teori tentang sosialiasi yang dipelajari di mata pelajaran Sosiologi. Kamu bisa mengaitkan teori sosialisasi dengan bagaimana saat kamu melakukan sosialisasi dengan lingkungan sekitarmu yang baru. Dengan begitu kamu akan lebih mudah memahami apa itu sosialisasi dan bagaimana prosesnya. Mudah kan, Quipperian?
2. Kembangkan diri dengan aktif di organisasi
Selain belajar soal teori, kamu juga harus menjadi siswa yang aktif ya, Quipperian! Tidak hanya aktif di dalam kelas, kamu juga bisa aktif pada kegiatan lain di luar keseharian kamu sebagai siswa. Mulailah berorganisasi, baik organisasi di lingkungan sekolah, seperti OSIS dan MPK maupun di luar lingkungan sekolah.
Berorganisasi memberi kamu banyak manfaat lho, Quipperian. Kamu akan belajar bagaimana menjalin hubungan dengan orang lain, memahami sistem kerja secara struktural (dari ketua ke anggota dan sebaliknya), menghargai perbedaan dengan anggota lain, menahan ego demi kepentingan dan tujuan bersama, belajar bagaimana membagi waktu antara pekerjaan di organisasi dengan aktivitas sekolah, dan melatih kamu untuk bertanggung jawab serta disiplin. Hal-hal tersebut merupakan kemampuan utama dan mendasar yang akan mempermudah kamu saat memasuki dunia kerja nantinya, Quipperian.
3. Pengalaman tidak hanya bisa didapat di lingkungan sekolah atau kampus saja, yuk rasakan pengalaman sesungguhnya dengan Magang
Ilmu-ilmu secara teoritis dan aktif dalam berorganisasi merupakan kemampuan dasar yang harus kamu penuhi agar siap menghadapi dunia kerja nantinya. Tapi bekal tersebut belumlah cukup, Quipperian. Praktik langsung sangat dibutuhkan agar kamu bisa merasakan pengalaman yang sesungguhnya di dunia kerja. Magang adalah salah satu cara tepat lho, Quipperian. Kamu dapat terjun langsung merasakan dunia kerja yang sesungguhnya dan mengetahui bagaimana cara atau pola pekerjaan di bidang yang kamu tekuni. Semua pengalaman di dunia pekerjaan bisa kamu pelajari secara langsung melalui magang.
Dalam rangka mencapai experience the real things bagi mahasiswa seperti tagline-nya, Universitas Bakrie pun membuka program magang bagi para mahasiswa di masa-masa akhir perkuliahan, Quipperian. Jadi, setelah beberapa semester mempelajari teori, kamu akan dibimbing untuk menjalani magang di perusahaan agar kamu dapat memperoleh pengalaman kerja yang sesungguhnya.
Menariknya lagi, dengan bantuan para dosen yang beberapa di antaranya merupakan praktisi serta didukung dengan kerja sama antara Universitas Bakrie dengan 250 Kelompok Usaha Bakrie dan juga dengan perusahaan lainnya, kamu akan dipermudah dalam mendaftar magang, bahkan pada saat kamu lulus dan siap untuk bekerja nantinya. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan pekerjaan atau tempat magang yang sesuai. Keren ya, Quipperian!
Nah, udah jelas dong apa aja yang harus kamu lakukan untuk mempersiapkan bekal sebelum masuk ke dunia kerja nanti. Universitas Bakrie bisa jadi tempat yang pas nih buat Quipperian dalam mempersiapkan hal-hal tersebut.
Untuk mengetahui informasi kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com
