Tahukah Quipperian kalau jauh sebelum Universitas Indonesia dikenal dengan “Kampus hijau”-nya di Depok dan kampus yang identik dengan Fakultas Kedokterannya di Salemba, awalnya tersebar di berbagai tempat di Jakarta?
Bahkan UI sempat terpisah-pisah di beberapa kota ketika Belanda berusaha menduduki Indonesia kembali setelah kemerdekaan. Memang kalau bicara tentang sejarah UI tak akan lepas dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia membangun kemapanan pendidikannya.
Zaman Kolonial Belanda
Kalau Quipperian penasaran kenapa Universitas Indonesia tersohor dengan Fakultas Kedokterannya, itu karena Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Dokter-Djawa School (sekolah untuk orang Jawa yang ingin menjadi dokter) pada awal mula kemunculan perguruan tinggi di Indonesia, tepatnya pada tahun 1849. Sekolah tinggi inilah yang nantinya menjadi Universitas Indonesia dan melahirkan universitas-universitas ternama lainnya di Pulau Jawa.
Pada tahun 1898, Dokter-Djawa School berubah menjadi School tot Opleiding van Indische Artsen (sekolah untuk pendidikan dokter pribumi di Batavia pada zaman kolonial Hindia Belanda) atau STOVIA yang bertahan selama 75 tahun sebagai sekolah kedokteran ternama sebelum akhirnya ditutup pada tahun 1927. Tapi perjalanan UI belum selesai di sini, justru penutupan ini yang nantinya akan mengawali lahirnya sebuah universitas yang tidak hanya menaungi ilmu kedokteran.
Ternyata bersamaan dengan hadirnya sekolah kedokteran tersebut, di kota-kota lain juga ada empat perguruan tinggi, yaitu Technische Hogeschool te Bandoeng (Fakultas Teknik) di Bandung, Recht Hogeschool (Fakultas Hukum) di Batavia, Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Humaniora) di Batavia, dan Faculteit van Landbouwwetenschap (Fakultas Pertanian) di Bogor.
Pada masa pendudukan kembali Belanda di tahun 1946, kelima sekolah ini bergabung menjadi Nood-universiteit van Nederlandsch Indie (Universitas Darurat Hindia Belanda) yang kemudian berubah menjadi Universiteit van Indonesië di Yogyakarta ketika ibukota berpindah ke sana. Saat kondisi negara sudah cukup stabil, semua kegiatan perguruan tinggi kembali ke Jakarta.
Fakultas awal di UI
Quipperian, ketika berkembang menjadi sebuah kesatuan Universiteit Indonesia, terdapat berbagai fakultas yang tersebar di berbagai kota. Di Jakarta terdapat Fakultas Kedokteran, Hukum, Sastra, dan Filsafat; di Bandung terdapat Fakultas Teknik; di Bogor terdapat Fakultas Pertanian; di Surabaya terdapat Fakultas Kedokteran Gigi; dan di Makassar terdapat Fakultas Ekonomi.
Fakultas-fakultas ini kemudian berkembang menjadi universitas sendiri di kota masing-masing ketika Universitas Indonesia secara resmi dibentuk di Jakarta dengan beberapa fakultas baru yaitu Fakultas Psikologi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Komputer, dan Ilmu Keperawatan. Nah, dengan perjalanan sejarah tersebut, Universitas Indonesia bisa dibilang sebagai bukti persatuan pendidikan di Indonesia yang merekam perjuangan bersama para cendekiawan sebagai sebuah bangsa. Wah sungguh perjalanan sejarah yang panjang ya, Quipperian.
Baru pada tahun 1987, berdirilah sebuah kampus yang mungkin Quipperian sudah tidak asing lagi, terletak di perbatasan antara Kota Jakarta Selatan dan Depok yang kini dikenal sebagai kampus utama Universitas Indonesia. Saat ini, UI, sebagai universitas riset terkemuka di Asia, bertekad menjadi universitas riset kelas dunia dengan menjadikannya sebagai kampus internasional, multikultural, dan berpandangan terbuka. Quipperian bisa lihat betapa seriusnya UI mengembangkan ilmu pengetahuan dan mahasiswanya dari visi, misi dan tujuannya berikut ini.
Visi
Mewujudkan UI menjadi PTN Berbadan Hukum yang mandiri dan unggul serta mampu menyelesaikan masalah dan tantangan pada tingkat nasional maupun global, menuju unggulan di Asia Tenggara.
Misi
- Menyediakan akses yang luas dan adil, serta pendidikan dan pengajaran yang berkualitas.
- Menyelenggarakan kegiatan Tridharma yang bermutu dan relevan dengan tantangan nasional serta global.
- Menciptakan lulusan yang berintelektualitas tinggi, berbudi luhur dan mampu bersaing secara global.
- Menciptakan iklim akademik yang mampu mendukung perwujudan visi UI.
Tujuan
- Menciptakan komunitas pendidikan yang inklusif, berdasarkan pada adab, kepercayaan, integritas, saling menghargai dan kebhinekaan dalam lingkungan yang aman dan bersahabat;
- Menyiapkan peserta didik agar menjadi lulusan yang cerdas dan bernurani melalui penyediaan program pendidikan yang jelas dan terfokus sehingga dapat menerapkan, mengembangkan, memperkaya, dan memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan;
- Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan serta mengupayakan penerapannya untuk meningkatkan martabat dan kehidupan masyarakat, dan memperkaya kebudayaan nasional;
- Mendorong dan menguatkan pengembangan ilmu-ilmu yang telah ada, maupun ilmu-ilmu dan kajian baru dalam bidang monodisiplin, multidisiplin, interdisiplin, demi menjawab tantangan persoalan kehidupan yang makin kompleks;
- Mendorong dan mendukung peran serta aktif sivitas akademika dalam pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat yang demokratis, sejahtera, dan beradab sebagai kekuatan moral yang mandiri;
- Memperkuat peran sebagai penyelenggara pendidikan tinggi, dan bekerjasama dengan lembaga dan asosiasi profesi, sehingga lulusan dapat memperoleh keahlian pada tingkat professional;
- Meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kepada bangsa, negara, dan dunia melalui kolaborasi, kemitraan, dan kesempatan untuk pengayaan budaya dan pendidikan berkelanjutan, dan;
- Berinvestasi pada pengembangan professional bagi semua warga UI dan juga dalam teknologi bermanfaat dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif melalui pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Quipperian harus tahu juga nih kalau riset dan pendidikan di UI yang memiliki 12 fakultas, terbagi menjadi tiga rumpun ilmu: rumpun ilmu kesehatan (Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Keperawatan, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat), rumpun sains dan teknologi (Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika & IPA), serta rumpun ilmu sosial dan humaniora (Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).
Informasi dan Kontak
Di tahun 2016 lalu, universitas yang berakreditasi “A” ini menempati universitas terbaik kedua di Indonesia setelah Universitas Gadjah Mada dan juga merupakan universitas terbaik ke-809 di dunia versi Webometrics. Quipperian mau tahu lebih lanjut tentang UI dan update informasi terbarunya? Ini kontak dan media sosial resmi nya:
Telepon : +62 21 786 7222
Website : http://www.ui.ac.id
E-Mail : humas-ui@ui.ac.id
Facebook : Universitas Indonesia
Twitter : @univ_indonesia
Instagram : univ_indonesia
Youtube : Universitas Indonesia (www.youtube.com/user/UIUpdate2)
Bukannya sombong nih Quipperian, tetapi masuk UI bisa jadi merupakan kebanggaan tersendiri buat kamu karena dapat menjadi bagian dari sejarah panjang pendidikan Indonesia dan menjadi bagian dari perlombaan pengembangan ilmu pengetahuan global tentunya. Pokoknya, kalau Quipperian mengerahkan semua tekad dan usaha untuk menembus seleksi masuk yang sangat ketat, dijamin pasti akan terbayar ketika berhasil menjadi bagian dari kampus ini.
Penulis: Naufal Umam