Jika tujuan kamu kuliah di Universitas Diponegoro untuk menjadi mahasiswa berprestasi, tentu Quipperian sudah berada di jalur yang tepat. Universitas Diponegoro merupakan salah satu kampus yang berhasil mencetak alumni berprestasi di bidangnya masing-masing. Alumni tersebut mampu mengharumkan almamater mereka hingga kini. Tidak percaya? Quipper Video sudah rangkum empat alumnus Universitas Diponegoro yang kece abis untuk Quipperian.
Tjahjo Kumolo
Hai Quipperian, siapa sangka jika Menteri Dalam Negeri kita, yaitu Tjahjo Kumolo, adalah alumnus Universitas Diponegoro? Alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tahun 1985 ini, memang sudah sangat aktif dalam kegiatan organisasi sejak masih menjadi mahasiswa.
Saat kuliah, Tjahjo bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Biro Organisasi KNPI Dati I Jawa Tengah, periode 1983-1985. Setelah periode tersebut, Tjahjo terpilih kembali sebagai Ketua DPD KNPI Dati I Jawa Tengah periode 1985-1988 dan Sekretaris Jenderal KNPI Dati I Jawa Tengah untuk periode 1987-1990.
Dari kegiatan organisasi inilah bakat berpolitik Tjahjo mulai muncul. Tjahjo menjadi anggota DPR RI pada periode 2009-2014. Atas prestasinya yang tidak pernah mengecewakan, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Tjahjo diangkat menjadi menteri. Jika kamu bertemu beliau, lalu mengatakan mahasiswa Universitas Diponegoro, pasti Quipperian akan mendapatkan banyak cerita dari beliau mengenai seluk beluk Universitas Diponegoro di masa lalu.
Bondan Winarno
Sumber: http://www.maxmanroe.com
Bondan Winarno, atau yang akrab disapa dengan Pak Bondan, adalah sosok yang dekat dengan kuliner Indonesia. Namanya mulai dikenal sejak menjadi pembawa acara kuliner yang mengajak pemirsa berkeliling negeri, bahkan luar negeri, untuk mencicipi sajian khas di tiap daerah. Tagline “pokok’e maknyus” membuat sosok Bondan semakin terkenal.
Pria kelahiran Surabaya ini tidak hanya ahli di bidang kuliner lho, Quipperian. Pengalaman hidupnya jauh lebih beragam daripada sekadar icip-icip masakan nikmat dari satu restoran ke restoran lain. Bondan merupakan seorang multitalenta yang hobi membaca sejak kecil. Oleh karena hobinya ini, Bondan mempunyai kegemaran menulis. Ia kemudian sempat bekerja menjadi wartawan.
Sebagai wartawan, Bondan sempat bertugas sebagai wartawan ke berbagai negeri, antara lain ke Kenya dan Afrika. Sebagian pengalaman yang ia dapatkan dari negeri itu ia tuangkan dalam sebuah cerpen berjudul Gazelle. Kemudian, Bondan berhasil mendapatkan juara pertama di ajang lomba penulisan cerpen yang diadakan Majalah Femina pada tahun 1984. Kegiatan menulis sudah menjadi kebiasaan bagi Bondan. Ia pun bisa menulis di mana saja, baik di pesawat udara, di mobil, atau bahkan di toilet. Selain menulis, beliau juga jago fotografi lho. Fantastis kan?
Anindya Kusuma Putri
Sumber: http://www.hardrockfm.com
Cantik, muda, dan bertalenta, itulah Anindya Kusuma Putri. Dara kelahiran Semarang, 3 Februari 1992 ini, pernah berkuliah di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro Semarang angkatan 2010. Anin, biasa ia dipanggil, memiliki segudang kesibukan lho, Quipperian. Anin ini aktif dalam dunia organisasi, salah satunya AIESEC Universitas Diponegoro.
Ia pernah menjabat sebagai President of Local Committee Diponegoro University di AISEC periode 2013-2014. Selain itu, Anin juga terpilih menjadi salah satu dari 28 duta muda Indonesia dalam The 41st Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program 2014 (SSEAYP). Anin sendiri telah menjadi Puteri Indonesia saat ini, Quipperian
Tauhid Nur Azhar
Dokter Tauhid, adalah salah satu alumnus terbaik Universitas Diponegoro, Semarang. Ia merupakan lulusan program Post Graduate Universitas Diponegoro dengan IPK cumlaude 3,85. Ia dikenal karena kefasihannya berbicara mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia dan Comunication Skill. Bahkan, ia juga mumpuni dalam bidang pemrograman IT. Tauhid berhasil mendapatkan beberapa penghargaan. Hal itu merupakan bukti kesuksesan Tauhid dalam mengaplikasikan ilmu yang telah didapat ketika duduk di bangku perkuliahan.
Dokter serba bisa ini sangat produktif lho, Quipperian, buktinya 33 judul buku karangannya sudah berhasil diterbitkan. Tidak hanya itu, Tauhid juga aktif dalam berbagai bidang penelitian, di antaranya peneliti Bioteknologi di PAU-ITB dan Unpad, konsultan tesis dan disertasi di Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, UK Malaysia, dan Queensland University of Technology.
Karya lain Tauhid yang tidak kalah populer adalah aplikasi perangkat lunak Kalkulator Nutrisi untuk Balita. Aplikasi ini berfungsi sebagai alat bantu untuk menghitung kadar nutrisi pada anak usia di bawah lima tahun. Selain itu, beliau juga tercatat sebagai mentor utama Tim Gatotkaca dan Malabar yang sukses menjadi juara nasional Imagine Cup Microsoft pada tahun 2011 dan 2012 dan sekaligus berhak mewakili Indonesia di kejuaraan tingkat dunia.
Saat ini, beliau berprofesi sebagai CEO Tauhid Institude serta staff pengajar biopsikologi dan psikofisiologi di Universitas Kristen Maranatha dan Universitas Islam Bandung. Beliau juga tergabung dalam International Brain Research Organization (BRO), tim Research and Development Telkom dan konsultan pendidikan dan perencanaan PT.KAI.
Tauhid Nur Azhar juga aktif menjadi trainer pembekalan pensiun serta spiritual motivator di beberapa perusahaan BUMN dan perusahaan swasta di Indonesia. Oleh karena sangat mumpuni di berbagai bidang ilmu, banyak orang yang tidak menyangka jika beliau adalah seorang dokter.
Keempat nama di atas cukup membuktikan bahwa lulusan Universitas Diponegoro juga dapat mengharumkan almamater mereka. Jangan mau kalah dari mereka, Quipperian. Quipper Video yakin kalian pasti memiliki kemampuan setara dengan mereka. Siapa tahu jika nama kamulah yang akan masuk di daftar alumni sukses dari Universitas Diponegoro. Yuk, semangat!
Penulis: Arif Utama