Ini Alasan Kenapa Anak Cewek yang Masuk Jurusan Teknik Mesin Itu Kece Badai!

Ini Bukti Kenapa Anak Cewek yang Masuk Teknik Mesin Itu Kece Badai!
Bila kamu seorang siswi SMA/SMK/MA yang sedang atau ingin menentukan pilihan prodi/jurusan tempat kuliah, silakan masukkan ‘Teknik Mesin’ dalam list opsi pilihan kamu. Bahkan bisa dikatakan, sangat layak dan jangan ragu-ragu.

Masa, cewek harus bekerja belepotan oli bekas karena membongkar mesin mobil rusak?”

Yup, most likely begitulah yang ada di benak kamu, serta orang tua kamu.

Sangat bisa dipahami dan wajar bila kamu berpikiran demikian. Namun pada kenyataannya, fakta berbicara lain. Seorang mahasiswa atau mahasiswi Teknik Mesin bisa ‘terhindar’ dari oli bekas dan mesin mobil rusak apabila dia tidak memilih Konsentrasi Otomotif. Sekali lagi, mahasiswa/i Teknik Mesin konsentrasi Otomotif yang hampir pasti akan berurusan dengan oli bekas dan mesin mobil.

Jadi, di dalam Teknik Mesin sebenarnya ada banyak konsentrasi pilihan yang bisa kamu pilih. Kamu bisa memilih sesuai dengan karakter masing-masing. Konsentrasi Otomotif memang sangat populer dan menarik bagi mereka yang karakternya cocok dengan dunia otomotif. Dan jangan salah, beberapa mahasiswi juga ada yang mantab hatinya memilih konsentrasi Otomotif.

“Salah kaprah” yang berkembang di masyarakat

Oke, sebelum lebih jauh kamu bertanya, saya jelaskan sedikit tentang “salah kaprah” yang selama ini ‘menjebak’ Teknik Mesin sehingga selalu dalam posisi dicuekin kaum hawa.

Di luar negeri, Teknik Mesin dikenal dengan istilah ‘MECHANICAL ENGINEERING,’ bukan ‘MACHINE ENGINEERING.’ Istilah ‘mekanikal’ dan ‘mesin’ sebenarnya tidak sama persis. Bahkan artinya berbeda (lumayan) jauh.

5 Kampus dengan Jurusan Teknik Sipil Terbaik di Indonesia

Istilah mesin, arti harfiahnya adalah engine, atau mesin penggerak. Misalnya pada mobil, kapal, dan sebagainya. Sedangkan ‘mekanikal’ cakupannya lebih luas, tidak hanya menangani mesin/engine, namun juga mencakup manajemennya, bagaimana merancang dan memproduksinya dalam sebuah pabrik, mengelola pabrik yang menghasilkan mesin atau mobil, dan sebagainya.

Nah, persepsi yang berkembangan di masyarakat selama ini, terminologi Teknik Mesin akhirnya dipahami sebagai “ilmu tentang mesin”. Pemahaman ini menjadi makin menjadi-jadi ketika ‘mesin’ dikonotasikan oli bekas kotor gara-gara blusukan membongkar mesin mobil rusak.

Konsentrasi dan bidang ilmu apa yang dipelajari di Teknik Mesin?

Bila kamu memutuskan memilih dan masuk Teknik Mesin, maka akan memiliki kesempatan untuk memilih berbagai konsentrasi yang sangat luas cakupan dan pengembangannya, meliputi:

a. Teknik Industri
b. Teknik Manufaktur
c. Teknik Alat Berat Pertambangan
d. Teknik Konversi Energi
e. Teknik Otomotif
f. Teknik Penerbangan
g. Teknik Kontrol & Otomasi
h. Mekatronik
i. Teknik Perkapalan
j. Teknik Desain & Rekayasa
k. Teknik Pendingin Udara (Gedung dan Kendaraan)
l. Teknik Bahan dan Material

Dan lain-lain

Teknik Mesin bisa buat mesin Jet lho!

Nah, kalau kamu masuk Teknik Mesin, ilmu pengetahuan dan skill/ketrampilan apa yang akan kamu pelajari? Yang tentunya cocok dengan karakter Kartini-Kartini masa kini. Berikut ini contoh-contohnya.

1. Mendesain dan merakayasa produk, misalnya mendesain mobil sangat membutuhkan sentuhan seorang desainer wanita.
2. Manajemen industri manufaktur (termasuk mobil dan sepeda motor).
3. Pemasaran dan penjualan produk-produk manufaktur.
4. Quality Control dan Quality Assurance.
5. Manajemen warehouse dan peralatan produksi.
6. Manajemen produksi di sebuah pabrik besar.
7. Material testing, bekerja di laboratorium dengan peralatan semacam mikroskop dan peralatan-peralatan pengujian bahan lainnya.
8. Mendesain dan merekayasa sistem otomasi produksi manufaktur.
9. Customer service management.
10. Mengembangkan Nano-Technology.
11. Mengembangkan Bio-Technology.
12. Mengembangkan teknologi di bidang kesehatan.
13. Mengembangkan energi terbarukan (Renewable Energy).
14. Mengoperasikan alat berat di pertambangan. Inilah fakta di lapangan, yaitu sekitar 30% dari total operator alat berat di pertambangan batu bara adalah para Kartini yang diakui lebih tangguh daripada operator-operator pria.

Dan lain-lain, masih banyak lagi.

Kenapa ragu masuk Teknik Mesin?

Coba ambil satu contoh lain, yaitu berkarir dan bekerja di sebuah pabrik otomotif (mobil) berkelas dunia, bisa di Indonesia, bisa di luar negeri. Bidang pekerjaannya adalah marketing dan penjualan produk, serta di bidang customer service, plus menjadi bagian di dalam tim ‘product development‘. Apakah kamu merasa “ada feeling” untuk menduduki posisi tersebut?

Saya membayangkan, seorang wanita yang memiliki kapasitas leadership dan skill komunikasi yang baik, serta lulusan dari Teknik Mesin, sangat cocok menduduki posisi pekerjaan itu. Beberapa teman kuliah saya, seorang wanita, ketika masuk bekerja di industri manufaktur, biasanya langsung dikirim ke Jepang untuk mengikuti training selama 2 sampai dengan 3 bulan.

Setelah bekerja beberapa tahun, saat ini beberapa diantaranya sudah menduduki kursi manajer di beberapa industri manufaktur terkemuka. Dan sudah semakin lazim, bahwa posisi-posisi top manajer diduduki oleh wanita-wanita hebat masa kini.

Kamu Anak SMK? Tenang, Kamu Juga Bisa Kuliah Kok. Ini Politeknik Terbaik Bagi Anak SMK!

Masih berpikir Teknik Mesin hanya identik dengan oli bekas dan mesin mobil rusak?

Yup, sudah seharusnya kamu– sebagai calon Kartini sukses masa depan -, jangan membiarkan dunia Teknik Mesin ini didominasi oleh kaum pria. Apalagi hanya karena pengertian yang salah kaprah, serta pemahaman yang salah tentang oli bekas dan mesin mobil rusak.

Ajaklah diskusi orang tua, teman dan handai taulan agar bisa menambah khasanah persepsi dan pemahaman tentang dunia keilmuan di perguruan tinggi.

Untuk menambahkan ilustrasi, foto di bawah ini adalah mahasiswi Prodi Diploma Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM yang melanjutkan studinya di Yellow River Conservancy Institute di Kaifeng, Cina, memperdalam ilmu dan kompetensinya di bidang Teknologi dan Manajemen Sumber Daya Air.

Penulis: Sritopia