Alumni Berprestasi Universitas Padjadjaran

Quipperian tahu nggak? Universitas Padjadjaran punya banyak alumni yang berprestasi di bidangnya masing-masing lho. Sebagai lulusan yang unggul, mereka tidak hanya diukur dari prestasi akademiknya saja, tapi juga dari aktivitas kemahasiswaan, kepribadian, dan visi mereka terhadap lingkungan sekitar.

Yuk, kita lihat! Siapa tahu, Quipperian bisa terinspirasi untuk mengikuti jejak mereka.

Ahmad Fuadi

Alumni Berprestasi Universitas Padjadjaran
Sumber: http://ubudnowandthen.com/

Siapa yang tidak kenal Ahmad Fuadi, penulis Novel trilogi “Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara” yang karyanya sukses di pasaran. Walaupun tergolong baru, novelnya berhasil masuk jajaran best seller pada tahun 2009.

Banyak pembaca yang mengakui bahwa novel karyanya bisa bikin bersemangat untuk berprestasi. Tidak heran, novel pertamanya Negeri 5 Menara diadaptasi ke layar lebar pada 2012 dan sempat menjadi salah satu film terlaris tahun 2012. Ahmad Fuadi yang lahir di Bayur Maninjau, Sumatera Barat, 43 tahun lalu ini adalah alumni lulusan UNPAD jurusan Hubungan Internasional.

Pria yang pernah menjadi wartawan Tempo ini pernah meraih berbagai penghargaan di bidang kepenulisan. Di antaranya adalah Penulis dan Fiksi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia 2010, Penulis dan Buku Fiksi Terbaik Perpustakaan Nasional Indonesia 2011, dan Penghargaan Nasional HKI 2013, masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award.

Selain itu, Fuadi juga merupakan peraih berbagai beasiswa seperti Fullbright, British Chevening, dan lain sebagainya. Fuadi juga mendirikan Komunitas Menara dari sebagian royalti penjualan bukunya. Komunitas ini berfokus pada pendidikan masyarakat kurang beruntung, khususnya mereka yang berusia prasekolah.

Mochtar Kusumaatmadja

Alumni Berprestasi Universitas Padjadjaran
Sumber: http://photodivision.gov.in

Pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Menteri Luar Negeri Indonesia pada tahun 1970-an hingga 1980-an, Mochtar Kusumaatmadja adalah seorang akademisi dan diplomat Indonesia. Mochtar menempuh studi di Fakultas Hukum UNPAD pada tahun 1962 dan menjabat sebagai Guru Besar Hukum Internasional di Fakultas Hukum tersebut.

Menurut guru besar Prof. Etty R. Agoes, “Dalam usulan-usulannya, Mochtar dapat menyeimbangkan antara kepentingan nasional dan internasional.”

Siapa sih yang tidak tahu konsep Wawasan Nusantara? Ya, Pak Mochtar inilah yang berperan banyak dalam konsep ini terutama mengenai batas laut teritorial, batas darat, dan batas landas kontinen Indonesia.

Pada tahun 1961, Mochtar mewakili Indonesia pada UNCLOS (United Nations Conference on the Law of the Sea) yang pertama. Dalam perundingan itu, Mochtar membantu Indonesia mendapatkan tambahan teritori jutaan kilometer persegi luasnya, berikut kekayaan bumi yang terkandung di dalamnya.

Pemikiran dan aktivitasnya banyak mewarnai perkembangan hukum dan sosial di Indonesia. Beberapa karya tulisnya mengilhami lahirnya Undang-Undang Landas Kontinen Indonesia, 1970. Teori-teori hukum yang dicetuskan Mochtar dianggap masih relevan hingga sekarang dan menjadi panutan. Di antaranya adalah hukum bukan hanya sebagai norma atau azas, tetapi juga berkaitan dengan sosial budaya.

Salman Aristo

Alumni Berprestasi Universitas PadjadjaranSalman Aristo adalah penulis skenario film. Awal kariernya sebagai penulis skenario film di layar lebar Tanah Air dimulai saat ia terlibat dalam film Brownies (2004) yang menghantarkan sutradaranya, Hanung Bramantyo mendapat Piala Citra. Salman sendiri dalam film ini masuk nominasi penulis naskah terbaik.

Dalam kurun waktu 2 tahun, lima skenario telah Salman buat yakni Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Cinta Silver, Jomblo, dan Alexandria. Pria berdarah Minang ini juga menulis bersamaan skenario Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, dan Garuda di Dadaku.

Sejak kecil, Salman sudah suka film. Namun, proses pengenalan lebih jauh pada dunia film, khususnya penulisan skenario baru terjadi saat ia berkuliah di jurnalistik UNPAD Bandung. Dulu, ia sering nongkrong di Gelanggang Seni, Sastra, Teater, dan Film. Dari situ ia jadi tahu proses pembuatan film. Ia menulis naskah skenario pertamanya Tak Pernah Kembali Sama pada tahun 1999. Kemudian, dengan latar belakang pendidikan jurnalistiknya, Salman menjadi kolumnis di Majalah MTV Trax dan memegang rubrik film.

Soleh Solihun

Alumni Berprestasi Universitas Padjadjaran
Sumber: fikom.unpad.ac.id

Sebelum menjadi stand up comedian, atau yang sering disebut comic, Soleh Solihun adalah reporter di Trax Magazine (2004-2005). Setelah itu, ia menjadi Feature Editor di Playboy Indonesia (2006-2008) dan Editor di Rolling Stone Indonesia (2008-2012).

Tulisan Soleh pernah mendapat penghargaan dari Anugerah Adwarta Sampoerna pada tahun 2006 kategori Seni dan Budaya untuk feature terbaik. Soleh juga pernah bekerja sebagai penyiar di 91,6 Indika FM dan menjadi MC di berbagai acara Realease Party garapan Rolling Stone Indonesia.

Soleh sendiri sudah sering melawak sejak ia masih mahasiswa Fikom UNPAD. Mulanya, ia tergabung sebagai anggota LLP Band yang merupakan singkatan dari Lalieur, Laleuleus, Pargel (Pada pusing, lemas, dan pegal). Tugasnya di band ini bukan sebagai musisi, melainkan sebagai juru bicara yang membuat penontonnya tertawa! Soleh sempat berpesan kepada adik kelasnya, bahwa selain fokus di kelas, para mahasiswa wajib mengembangkan soft skill yang ada di luar kelas. Kampus adalah tempat yang paling oke untuk mengeskplorasi diri.

Meskipun gaya tulisannya di berbagai majalah musik sudah jenaka, bisa dibilang, sejak jadi MC-lah, kebolehan Soleh sebagai orang yang suka melucu mulai dikenal luas. Suatu ketika seorang temannya bilang kalau celotehan Soleh mirip stand up comedy.  Sejak itu, ia mulai ditawari mengisi acara off air hingga menjadi comic pertama yang tampil di episode perdana Stand Up Comedy Show di Metro TV.

Kehadiran Soleh membawa angin segar di dunia komedi Indonesia. Ia terkenal tampil dengan humor yang lebih baik dan cukup serius tidak menertawakan kekurangan orang lain, slapstick, atau merusak properti seperti membanting-banting styrofoam. Ia berani berbesar hati untuk menertawakan dirinya sendiri dan terbuka dengan gejala sosial yang ada di sekitarnya.

Penulis: Carisya Nuramadea

Sumber:

Ahmad Fuadi

http://www.biografipedia.com/

http://negeri5menara.com/

Mochtar Kusumaatmadja

http://news.unpad.ac.id/

https://soetandyo.wordpress.com/

Salman Aristo

http://www.tokohindonesia.com/

http://kompasmuda.com/

Soleh Solihun

http://www.solehsolihun.com/

http://fikom.unpad.ac.id/

http://www.sahadbayu.com/

http://kuyasunda.blogspot.co.id/

http://suc.metrotvnews.com/



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang