
Idris Ibnu Abdillah via http://www.anakuntad.com
Sebagai kampus terbaik ke-2 se-Indonesia Timur, Universitas Tadulako (Untad) banyak melahirkan mahasiswa yang canggih di bidang akademik maupun organisasinya. Meski kampus Untad ini berada di Pulau Sulawesi, berbagai alumni dari kampus Untad telah banyak menginspirasi junior-juniornya. Dari mulai motivator, atlet, menjuarai berbagai perlombaan, hingga menjadi delegasi berbagai program. Untuk kamu yang mau masuk sini, bisa lihat bagaimana rekam jejaknya. Yuk, simak alumni terbaik Untad versi Quipper Video.
Idris Ibnu Abdillah
Idris merupakan salah satu lulusan terbaik Fakultas Hukum Universitas Tadulako pada wisuda sarjana angkatan 79. Sejak awal masuk kuliah, ia telah mempunyai target lulus dengan predikat cumlaude. Ia mengaku bahwa Fakultas Hukum adalah pilihan pertamanya dalam melanjutkan studi. Idris bersikeras untuk lulus tidak lebih dari 4 (empat) tahun. Dengan mindset tersebut, ia semakin mampu menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91.
Dengan kondisinya yang berasal dari keluarga tidak berada, ia bertekad memperoleh beasiswa Bidikmisi. Keinginannya itu tercapai pada awal tahun 2011. Ia terdaftar sebagai mahasiswa Bidikmisi melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Pada awal kuliah, mahasiswa Fakultas Hukum tersebut hanya menargetkan IP 3,5 pada semester 1. Namun, berkat ketekunannya, Idris berhasil meraih IPK 4 selama tiga semester berturut-turut. Capaian yang sangat luar biasa.
Untuk menjadi lulusan terbaik, ia harus punya planning dari awal. Tips darinya untuk menjadi lulusan terbaik di antaranya, selalu ikuti prosedur perkuliahan, rajin masuk kelas, selalu mengerjakan tugas dari dosen, menghindarkan diri dari kebiasaan menunda dalam mengerjakan tugas, dan diskusi bersama teman tentang materi perkuliahan.
Selain berprestasi di bidang akademik, ia juga merupakan mahasiswa yang aktif beroganisasi, tepatnya di Lembaga Pers Mahasiswa di Untad, Anggota KNPI Kota Palu, dan Fosma 165 Indonesia. Bagi Idris, berorganisasi itu juga penting di samping kuliah.
Setelah menyandang status sebagai Sarjana Hukum, tak lantas membuat Idris puas. Ia melanjutkan studinya di Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran, Bandung berkat rekomendasi dari dosennya.

Pujiati Sari Via http://www.anakuntad.com
Pujiati Sari
Quipperian pasti sudah tidak asing lagi dengan peribahasa “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Ya, peribahasa ini lekat dengan sosok R. A. Kartini, pengemban emansipasi wanita di Indonesia. Nah, Universitas Tadulako ini punya sosok seperti R. A. Kartini juga lho, mahasiswa yang kece badai itu bernama Pujiati Sari, Pendidikan Matematika Angkatan 2008.
Ia berasal dari keluarga yang bertransmigrasi ke Kota Palu. Sejak itu, Puji mulai menjadi sosok yang menginspirasi dan berprestasi. Lewat video berjudul “Para Pembuat Jejak” karya Danang A. Prabowo, mampu menghipnotisnya untuk terus mencapai mimpi-mimpi besar. Puji terinspirasi untuk membuat video serupa. Ia berharap agar orang-orang juga turut terinspirasi oleh dirinya. Saat ini, video motivasi Pujiati Sari telah ditonton oleh lebih dari 50.000 viewers.
Prestasi yang paling dibanggakan oleh Pujiati Sari ialah ketika ia mewakili Untad dalam Indonesian Scholar International Convention (ISIC) 2013 di London. Kini Pujiati Sari atau yang dikenal dengan Mbak Puji, sedang melanjutkan studinya di Monash University, Australia. Puji mengungkapkan, bahwa mimpi harus dipertanggungjawabkan dengan kerja keras, komitmen, dan totalitas. Hingga saat ini, ia masih terus mencapai capaian-capaian terbaik dalam hidupnya. Kalian bisa tiru rekam jejak alumni yang satu ini.
Nurhafizah
Mahasiswa Jurusan Manajemen ini bisa disebut ‘kecil-kecil cabe rawit’. Mau tahu kenapa? Nurhafizhah, mahasiswa Jurusan Manajemen angkatan 2011, punya segudang prestasi. Di antaranya, ia terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Tadulako (Mawapres) pada tahun 2014. By the way, Mawapres adalah salah satu program dari Direktorat Jendral Pendidikian Tinggi (DIKTI) yang diadakan setiap tahun. Tidak sembarang mahasiswa bisa jadi Mawapres lho, Quipperian. Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ini dilihat dari banyak aspek. Beberapa dari aspek itu ialah kepribadian, keaktifan organisasi, dan prestasi akademiknya.
Selain menjadi Mawapres, Nurhafizah juga aktif di berbagai organisasi. Di antaranya menjadi Ketua Manajemen Creer Center (MCC) Fakultas Ekonomi untuk tahun 2013–2015, aktif di Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Untad, dan Ketua Worth English Community of Economic (WELCOME) Untad 2013-2014. Selain berprestasi di dalam kampus, Nurhafizah juga berprestasi di luar kampus. Capaian terbaiknya yaitu menjadi Runner Up Nusantara Leadership Camp 2014 di Malaysia dan menjadi Delegasi International Conference of Organizational Innovation (ICOI) di Filipina.
Tak hanya jago soal akademik, Nurhafizah juga terkenal sebagai Atlet Pencak Silat di Pusat Pelatihan dan Olahraga Mahasiswa (PPLM) Sulawesi Tengah. Dengan buah kerja kerasnya, ia meraih Juara 3 di Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) 2011 dan meraih Juara 1 berturut-turut di tiga kejuaraan yang berbeda, yaitu pada Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Palu, Kejuaran Daerah (Kejurda) Pencak Silat Sulawesi Tengah 2013, dan Kejuaran Daerah (Kejurda) Tapak Suci Sulawesi Tengah.
Wow, banyak banget, kan, pretasinya. Setelah lulus dari Jurusan Manajemen, Nur melanjutkan kariernya di PT Bank Danamon Indonesia, cabang Palu Hasanudin.
Nurhafizhah (Jilbab ungu tua, barisan paling depan) saat berfoto dengan peserta Nusantara Leadership Camp 2014 (sumber foto www.facebook.com)
***
Gimana, Quipperian? Pasti kagum banget kan, sama alumni-alumni Untad ini. Mereka telah membuktikan bahwa akademik memang tanggung jawab setiap mahasiswa. Namun, mahasiswa juga bagian dari makhluk sosial, sehingga sangat harus bagi mereka untuk aktif berorganisasi. Untuk bisa menjadi seperti mereka, tentunya kamu harus pandai dalam me-manage waktu di sela-sela kuliah.
Tidak hanya mereka, masih banyak lagi lulusan keren Untad lainnya. Pastinya kamu nggak mau kalah dong sama alumni di atas. Mulai sekarang, yuk coba rencanakan dan terapkan.
Penulis: Putri Hana Syafitri
Sumber:
https://www.linkedin.com/in/nurhafizhah-nurhafizhah