Apa Kata Mahasiswa UIN Ar-Raniry tentang Kampusnya?

Mendengar cerita UIN Ar-Raniry dari berbagai informasi memang cukup membantu kita untuk mengetahui hal-hal terkait kampus tersebut. Selain memang sering muncul di banyak media, informasi tentang UIN Ar-Raniry sangat mudah didapat di dunia maya. Tapi, hal itu belum cukup dan memadai jika kita ingin tahu lebih dalam tentang UIN Ar-Raniry. Nah, kali ini Quipper Video Blog akan mengulik pandangan mahasiswa UIN Ar-Raniry sendiri tentang kampusnya. Apa sih yang membuat mereka mau masuk dan kuliah di UIN Ar-Raniry? Berikut ulasannya.

Apa Kata Mahasiswa UIN Ar-Raniry tentang Kampusnya?
Sumber: http://www.ar-raniry.ac.id

Widia Fahmi

Namanya Widia Fahmi. Ia kuliah di jurusan Hukum Ekonomi Syariah semester VII, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Sekarang, Widia aktif di Himpunan Mahasiswa Prodi Syariah (HMPS-HES) dan menjabat sebagai Wakil Ketua Divisi Keagamaan dan aktif pula di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry.

Widia memilih masuk UIN Ar-Raniry karena hanya Aceh satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat Islam. Penerapan syariat Islam itu sendiri menurut Widia membutuhkan dukungan dari berbagai instansi yang ada di Aceh. UIN Ar-Raniry yang dulunya dikenal sebagai IAIN Ar-Raniry adalah salah satu instansi yang juga ikut andil dalam mewujudkan penerapan syariat Islam di Aceh.

IAIN Ar-Raniry yang telah disahkan menjadi UIN Ar-Raniry pada tahun 2013 silam, merupakan salah satu Universitas Islam Negeri favorit di Indonesia. Hal ini dapat diketahui dari jumlah peminat yang kian lama kian meningkat saat Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri dilaksanakan. Seiring perubahannya, UIN Ar-Raniry juga berkembang sangat pesat. Tidak hanya dari segi kuantitas fakultas yang semakin banyak, tetapi juga kualitas pengajar dan pelayanannya.

Banyak yang mengatakan UIN Ar-Raniry adalah kampus kedua di Aceh. Tetapi, berbeda dengan yang Widia rasakan. Menurutnya, di kampus tercintanya ini dia bisa kuliah dengan biaya yang terjangkau, plus mendapatkan ilmu pengetahuan yang seimbang antara ilmu dunia dan akhirat. Dua hal ini menjadi nilai plus dalam pertimbangan Widia saat memutuskan untuk kuliah di kampus ini. Menurutnya, hal ini sesuai dengan visi UIN, yakni menjadi universitas yang unggul dalam pengembangan dan pengintegrasian ilmu ke-Islaman, sains, teknologi dan seni. Terlebih lagi di Fakultas Syariah dan Hukum.

Banyak pengalaman berharga yang ia dapatkan di kampus biru ini. Bisa diajar dengan pengajar lulusan terbaik Indonesia dan bahkan lulusan luar negeri adalah impiannya sejak dulu. Selain itu, ilmu yang ia dapatkan di bangku perkuliahan juga bisa diterapkan ke masyarakat. Salah satu caranya, menjadi anggota Posbakum (Pos Bantuan Hukum) yang dibentuk oleh UIN Ar-Raniry dengan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. Saat ini, Widia mengabdi di pusat bantuan hukum tersebut. Harapan Widia, semoga ke depannya UIN Ar-Raniry semakin lebih baik sehingga mampu menciptakan sarjana yang tidak hanya diakui secara lokal tetapi juga internasional.

Amarullah

Hal yang sedikit berbeda disampaikan oleh Amarullah, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry. Sebagai anak yang baru menamatkan Madrasah Aliyah, Amar memiliki semangat berapi-api untuk melanjutkan perguruan tinggi di Banda Aceh. Hatinya sudah bulat menaruh pilihan pada UIN Ar-Raniry karena mengingat basic sekolah yang telah dilalui adalah 3M (MIN, MTsN dan MAN). Menurutnya, melanjutkan studi ke UIN Ar-Raniry tentu menjadi langkah yang sejalan dan seirama.

Alasan lain mengapa Amar memilih kuliah di UIN Ar-Raniry adalah karena menurutnya sebagian besar alumni UIN yang ada di tanah kelahirannya itu selalu menjadi pencerah bagi umat. Masyarakat pasti selalu memberi kepercayaan penuh pada alumni UIN Ar-Raniry menyangkut keagamaan. Realita itu membuat Amar sangat optimis memilih UIN Ar-Raniry sebagai kampus pilihannya.

Setelah dinyatakan lulus sebagai mahasiswa Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam, ada banyak proses yang ia lewati dan memberikan kesan mendalam. Misalnya, ia dapat menjalin silaturahmi dengan kawan dari berbagai kabupaten, provinsi, bahkan negara lain sehingga dapat menambah wawasan karena bertemu orang yang berbeda-beda. Tentunya ini merupakan pengalaman yang tidak dapat ditukar dengan apapun baginya. Selain itu, Amar merasa puas karena di sini ia juga dapat menimba ilmu dari dosen-dosen yang mumpuni di bidangnya masing-masing.

Hananda Saputra

Pengalaman kali ini berasal dari Hananda Saputra. Nanda adalah seorang lulusan Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah pada bidang Keagaman di Pondok Pesantren Tgk Chiek Oemar Diyan. Selama 6 (enam) tahun di pesantren itu, Nanda banyak mempelajari nilai-nilai Islam secara dalam sekaligus praktik secara langsung. Sekarang, Nanda tercatat sebagai Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Provinsi Aceh. Apa sih alasan Nanda memilih UIN Ar-Raniry?

Menurut Nanda, UIN Ar-Raniry merupakan salah satu kampus dengan reputasi terbaik di Aceh khususnya dalam penerapan nilai-nilai Islam pada para mahasiswa. Dengan adanya nilai tersebut, ia sangat terbantu mengamalkan ilmu yang sudah ia dapatkan secara mendalam sebelumnya. Nanda tertantang dengan kata ‘dakwah’ dan ‘komunikasi’ yang menurutnya merupakan dua kata yang berbeda tetapi punya indikasi yang sama, yakni bahwa mahasiswa lulusan fakultas tersebut dituntut untuk mampu tampil dengan baik di depan publik.

Lebih spesifik dari itu, Nanda mengambil Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI). Ketertarikan Nanda terhadap BKI sendiri karena jurusan ini mencoba mengintegrasikan antara teori barat dan timur. Hal ini tentu menjadi salah satu nilai plus yang tidak ada pada jurusan yang sama di universitas lain.  Nanda memilih UIN dan jurusan BKI karena hanya di kampus biru ini ilmu dan nilai yang diyakininya dapat berdampingan. Nanda berharap UIN terus meningkatkan kualitas pengajarannya dengan berbagai hal seperti penambahan fasilitas.

Nah, itu dia testimoni dari para mahasiswa Ar-Raniry. Jika mereka begitu yakin kuliah di UIN Ar-Raniry, mengapa tidak dengan Quipperian? Jangan lupa persiapkan diri kamu menghadapi SBMPTN dengan bantuan Quipper Video, ya. Tetap semangat!

Penulis: Khairil Akbar

Wawancara:

Widia Fahmi

Amarullah

Hananda Saputra



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang