Quipperian, apakah kalian bangga menjadi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)? Pastinya bangga luar biasa, bukan? Bagaimana tidak, untuk dapat lulus tes masuk UNY merupakan hal yang tidak mudah loh. Selain itu, untuk bertahan menjadi mahasiswa hingga wisuda tidaklah mudah. Butuh perjuangan, guys! Ketika kamu menjadi mahasiswa, kamu akan mengalami proses metamorphosis, dari seorang ABG (anak baru gede) menjadi manusia dewasa.
Banyak hal dalam hidupmu yang akan berubah sejak kamu menyandang status “mahasiswa”, diantaranya pola pikir yang kamu miliki. Banyak orang mengatakan bahwa mereka baru benar-benar menemukan jati dirinya setelah menjadi mahasiswa.
Bahkan, tak jarang dari mereka yang mengalami titik balik atau perubahan sifat seseorang yang sangat ekstrim, dimana sifat seseorang menjadi sangat berubah bila dibandingkan dengan sifat sebelumnya. Pastinya berubah ke arah sifat yang positif ya guys.
Nah, kali ini kamu bakal semakin dibuat bangga dan mantap bahwasanya menjadi mahasiswa UNY adalah impian banyak orang. Wah, kok bisa, ya? Yuk simak pemaparan yang diungkapkan oleh para mahasiswa UNY.
OSPEK UNY Itu Penuh Keakraban
Sugita Ayu Armadani, Mahasiswi cantik Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial angkatan 2016 ini menuturkan banyak hal menyenangkan yang ia alami ketika menjadi mahasiswa baru UNY. Gita bercerita banyak hal tentang pengalaman mengikuti OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) yang dilaksanakan pada awal September 2016.
Ceritanya sungguh menarik dan bisa kamu jadikan gambaran mengawali dunia perkuliahan di UNY nantinya guys. Awalnya, Gita menuturkan ketakutannya mengikuti OSPEK tersebut akibat beredarnya berita yang negatif tentang OSPEK di media sosial. Namun, kenyataanya hal tersebut 180 derajat berbeda ketika ia benar-benar mengikuti OSPEK di UNY.
“OSPEK dengan keakraban antara senior dan junior adalah bukti OSPEK tak selamanya buruk. Bahkan, kami sebagai mahasiswa baru (Maba) tidak diperlakuan sebagai Junior dalam OSPEK ini. Kami merasa nyaman dengan kegiatan yang melatih kekompakan, tanggung jawab, keberanian, kejujuran, dan kedisiplinan kami. Untuk mendisiplinkan kami, pihak kampus telah menunjuk kakak tingkat yang menjadi daftar mahasiswa disiplin. Mereka sangat memperhatikan cara kami berpakaian, bertingkah laku, bahkan berbicara”.
Lebih jauh ia menambahkan, “Di sini OSPEK digunakan sebagai pengenalan budaya yang sebelumnya tidak kita ketahui seperti kesenian dari Yogyakarta yang memiliki jutaan budaya didalamnya. Disini kami bebas menyalurkan bakat, minat, serta ide yang ada dalam diri kita. Kegiatan OSPEK UNY menjadi bukti bahwa seharusnya OSPEK menyenangkan”.
Mahasiswa Bukanlah Siswa
Lain Gita, lain pula dengan Siti Faridatul Laelia atau Laelia sapaan akrabnya, bercerita banyak hal tentang dirinya. Sebagai warga asli Kebumen dan merupakan satu-satunya wakil dari SMA nya, Laelia tergolong pejuang tangguh untuk bisa duduk manis di bangku kuliah.
Berkat kerja kerasnya, ia dapat diterima di jurusan Pendidikan Biologi UNY melalui jalur SNMPTN 2015. Sejenak terbayang olehnya bagaimana awal pendaftaran di UNY dulu, ia harus bolak-balik Kebumen-Yogyakarta. Dari awal verifikasi data sampai dua hari sebelum ia mengikuti OSPEK di UNY, terhitung lebih dari 10 kali Laelia bolak-balik dari Kebumen-Yogyakarta dan sebaliknya.
Bila kedapatan jadwal kegiatan pagi hari, ia harus pergi dari rumah pada pukul empat pagi dan pulang ke Kebumen lagi pada pukul delapan malam. Begitu terus sampai ia bisa menempati kosnya di Yogya. Well, semangatnya bisa dicontoh ya guys.
Satu hal yang berubah darinya sejak menjadi mahasiswa adalah pandangannya tentang status mahasiswa yang tak ubahnya sama dengan status siswa. Ternyata, pandangannya berubah seiring ia memasuki dunia perkuliahan di UNY.
“Mahasiswa bukanlah siswa, begitulah yang sering diucapkan senior UNY saat OSPEK berlangsung. Ini berarti bahwa mahasiswa punya banyak beban dan amanah yang harus dipenuhi. Sebagai mahasiswa, sedini mungkin kita harus berpikir kritis dan menghilangkan keegoan diri. Mahasiswa adalah subjek yang mampu mengubah peradaban dunia”.
Saat Laelia memulai kuliah perdananya, ia sangat bersemangat loh. Kelas baru, dosen baru, dan pastinya suasana baru. Laelia juga menambahkan, satu hal yang dapat dikenali oleh dosen maupun senior soal mahasiswa baru adalah mahasiswa baru biasanya bergerombol jika mau masuk kelas dan ikut kegiatan apapun. Ketahuan nih!
Bangga Menjadi Mahasiswa UNY
Mahasiswi ayu bernama Wning Sekar ini mengungkapkan kesannya pada awal ia diterima di UNY. Mulanya, banyak orang meragukan jurusan yang dipilihnya saat ia dinyatakan diterima di jurusan PG-PAUD UNY melalui jalur SNMPTN. Nah, pandangan miring orang-orang di sekitarnya inilah yang ternyata menjadi pemacu semangatnya untuk mencintai jurusan ini dengan caranya sendiri.
Empat semester sudah ia lalui, dan ia sama sekali tidak menyesal. Wening menuturkan bahwa di UNY ia justru merasa senang karena dapat belajar banyak hal tentang fakta-fakta menarik anak usia dini, buku-buku berbahasa Inggris yang sangat menarik untuk diterjemahkan, dosen-dosen menarik dengan segala karakteristik yang ada, dan berbagai jenis tugas yang menambah pengetahuan dan pengalaman.
Selama kuliah di jurusan ini pula, Wening berpikir tentang profesi apa saja yang bisa diraihnya nanti. Gadis manis ini menceritakan rencananya untuk memilih salah satu profesi yang bisa dijalani oleh mahasiswa PG-PAUD setelah lulus kuliah nanti. Apa saja ya? Wening ingin berkarir sebagai pendidik anak usia dini, di sisi lain, ia pun ingin bekerja sebagai dosen. Apabila memungkinkan, ia pun ingin merangkap sebagai penulis buku anak-anak. Wah, banyak sekali ya cita-citanya.
Wening menambahkan, “Masuk ke prodi manapun, kita semua akan tetap mendapat pengetahuan, pengalaman, dan teman-teman baru yang akan memperkaya kehidupan kita”. Setujukah kamu dengan Wening, guys?
Penulis: Yohana Erika Yustia
Referensi :
http://sugitaayuarmadani.blogs.uny.ac.id
