Apa Kata Mereka tentang Kuliah di Unsyiah? Yuk Simak Cerita Serunya!

7 Informasi Terbaru Ujian Nasional 2016

Kampus Unsyiah (Universitas Syiah Kuala) yang dikenal sebagai “jantung hati rakyat Aceh” telah mencuri minat bagi mereka yang memilih untuk melanjutkan kuliah di kota ini. Tidak hanya digemari putra-putri Aceh, Unsyiah juga tak jarang diminati oleh mereka yang berasal dari luar Aceh.

Kali ini, Quipper Video Blog akan membagikan pengalaman dari mereka yang tengah menempuh studi di Unsyiah khusus untuk Quipperian.

Dinda Hertana Mahasiswa Unsyah

Dinda Hertana: Menelusuri jati diri lewat seni

(Mahasiswi Program Studi Seni Drama Tari dan Musik – FKIP Unsyiah)

Hai Quipperian! Perkenalkan saya mahasiswi asli Aceh, tepatnya dari Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Bagi saya, dengan Akreditasi A dari BAN-PT, Unsyiah adalah pilihan yang tepat untuk melanjutkan studi di jenjang universitas.

Seni, Drama, Tari, dan Musik (SENDRATASIK) menjadi pilihan saya karena rasa cinta saya yang besar terhadap bidang seni, dan pula di masa mendatang akan banyak dibutuhkan para pendidik-pendidik di bidang seni, khususnya di daerah Aceh. Unsyiah sendiri memiliki tenaga dosen yang menurut saya sangat luar biasa, tak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga sangat ramah dan memiliki hubungan yang hangat dengan para mahasiswanya.

Selain belajar mengajar di kelas, program pendampingan di luar kelas oleh kakak tingkat juga sangat membantu. Seperti saat ini saya tengah mengikuti Kelas Biola di kelas pendampingan bersama kakak-kakak pendamping. Ada banyak lagi kelas pendampingan, seperti kelas tari, piano, gitar, rapa’i, serta kelas-kelas lainnya. Program ini sangat bermanfaat untuk kami yang ingin terus mengasah minat dan potensi kami di bidang seni.

Saat berada di semester awal saya belum terlibat di organisasi kemahasiswaan manapun karena memang kami harus memfokuskan diri di keilmuan program studi. Saya nggak sabar lagi bisa bergabung dengan UKM Teater Nol dan UKM Putroe Phang, khususnya spesialisasi musik. Saya dan teman-teman juga sudah mempersiapkan diri untuk bergabung bersama sanggar tari yang dibina oleh dosen kami.

Terlepas dari semua urusan seni serta perkuliahan, Unsyiah dapat menjadi tempat yang tepat untuk para pecinta wisata. Dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, kamu akan dibuat kagum dengan pemandangan Gunung Geurute, Pantai Lampuuk dan Air Terjun Kuta Malaka.

Apa Kata Mereka tentang Kuliah di Unsyiah? Yuk Simak Cerita Serunya!

Nuzul Fajri: Mengasah diri lewat komunitas

(Mahasiswa Program Studi Psikologi – Fakultas Kedokteran Unsyiah)

Halo Quipperian! Perkenalkan saya mahasiswa asal Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Program studi Psikologi merupakan pilihan saya untuk bisa lebih dalam memasuki kehidupan sosial dari sudut pandang ilmu psikologi, seperti yang saat ini saya gemari, yaitu Psikologi Konflik dan Psikologi Perdamaian. Selain sibuk menyelesaikan tugas akhir, saat ini saya banyak menghabiskan waktu di komunitas Kanot Bu.

Bagi saya Kanot Bu merupakan komunitas yang sangat menyenangkan dan dapat mewadahi banyak minat serta potensi anak muda, seperti fotografi, videografi, musik, film, melukis, dan bidang lainnya. Di komunitas ini, saya memilih untuk fokus di bidang film. Berbekal ilmu Psikologi di Unsyiah, saya aplikasikan ilmu tersebut ke dalam film-film pendek yang saya sutradarai. Salah satunya berjudul “Dilarang Mati di Tanah Ini”.

Cerita ini saya angkat dengan latar belakang masyarakat-masyarakat yang terusir dari kampung halamannya saat terjadi konflik di Aceh. Saya merasa puas dapat mengolaborasikan ilmu yang saya dapat di bangku kuliah dengan potensi dan minat yang saya miliki untuk diaplikasikan ke dalam film ini.

Saat ada waktu luang saya sering habiskan bersama teman-teman komunitas dengan berbincang dan berdiskusi di warung kopi. Ya, saya adalah Warung Kopi Society. Buat saya, warung kopi adalah tempat yang menyenangkan buat berkumpul dan menemukan ide-ide untuk dituangkan. Selain itu, hiburan musik juga menjadi salah satu pilihan saya untuk menghabiskan akhir pekan sambil melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Yetriani Mahasiswa Unsyiah

Yetriani: Menemukan keluarga baru di tanah asing

(Mahasiswi semester III Program Studi Ilmu Komunikasi – FISIP Unsyiah)

Salam kenal, Quipperian! Perkenalkan saya mahasiswi asal Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Alasan saya memutuskan untuk melanjutkan studi di Unsyiah, Banda Aceh berawal dari keinginan yang besar untuk mendalami Ilmu Komunikasi dan menantang diri untuk merantau ke luar daerah.

Saya senang berada di kampus ini, belajar seputar ilmu komunikasi serta broadcasting dari dosen-dosen berkualitas di bidangnya. Dan di luar urusan kuliah, Unsyiah tempat yang menyenangkan untuk berkumpul, karena ada banyak taman di sekitaran kampus. Ditambah lagi, akhir pekan yang menyenangkan dengan beragam pilihan pantai.

Unsyiah tidak hanya sebatas tempat kuliah, ada banyak hal yang membuat betah di sini. Salah satu yang paling saya syukuri adalah keberadaan teman-teman asli Aceh yang bagi saya adalah tuan rumah yang baik bagi para mahasiswa pendatang asal luar Aceh. Teman-teman di sini sangat bersahabat dan terbuka terhadap pendatang. 

Kenyamanan itu pula yang akhirnya membuat saya senang terlibat di beberapa organisasi kemahasiswaan di kampus, seperti Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKASI). Dalam kegiatan HIMAKASI, saya sempat terlibat dalam acara besar di Unsyiah, yaitu penyelenggaraan Stand Up Comedy yang mendatangkan dua orang komika asal ibu kota di pertengahan tahun 2016 lalu.

Ini pengalaman yang berharga bagi saya, melihat sesaknya Gedung AAC Dayan Dawoon oleh banyak orang yang menjadi indikator tersendiri untuk keberhasilan acara ini. Selain itu, berbekal dengan semangat kekeluargaan antar mahasiswa, saya juga turut mendalami potensi dan minat saya di UKM Pramuka. Di UKM itu saya temui keluarga keluarga baru yang lebih banyak lagi.

Ya, itulah cerita-cerita dari mereka para mahasiswa dan mahasiswi Unsyiah, Quipperian. Dari cerita-cerita itu, kita bisa tahu bahwa menjadi mahasiswa di Unsyiah bukan hanya sekedar menjadi penuntut ilmu untuk mendalami sebuah bidang kan, tapi banyak hal lain yang bisa dieksplorasi, seperti menemukan jati diri, mengasah potensi, bahkan sampai menemukan kehidupan baru di lingkungan yang baru.

Apakah Quipperian ingin merasakan pengalaman yang telah saya rasakan? Atau mungkin Quipperian sudah tidak sabar untuk menjadi bagian dari mahasiswa Unsyiah, kan? So, siapkan diri Quipperian dalam menghadapi UN dan SBMPTN di tahun ini ya! Semangat dan tetap optimis.

Penulis: Hertana P.

Sumber:

Wawancara dengan Dinda Hertana

Wawancara dengan Nuzul Fajri

Wawancara dengan Yetriani