Gimana Ya Rasanya Kuliah di Unima? Intip Kisah Mereka untuk Mengetahuinya!

Gimana Ya Rasanya Kuliah di Unima? Intip Kisah Mereka untuk Mengetahuinya!

Seperti halnya cerita semasa Quipperian selama di bangku sekolah. Setiap kampus pasti menyimpan kisah tersendiri bagi mahasiswanya. Setiap sudut kampus memberi kesan tersendiri bagi yang pernah menjadi bagian darinya. Dan pastinya, tiap kampus punya kisah yang berbeda. Yuk, kita dengan cerita mereka tentang Universitas Negeri Manado.

Jeksen Papendang, Mahasiswa Program Studi Musik

Tahun 2011 adalah tahun yang bersejarah bagi saya. Mengambil keputusan besar untuk menjadi salah satu mahasiswa di Universitas Negeri Manado. Darah musik yang saya miliki membuat saya memutuskan untuk memilih Program Studi Musik. Saya merasa senang bisa memperdalami ilmu musik di Universitas Negeri Manado. Kami diajarkan bukan hanya teori tetapi juga praktiknya. Apalagi para dosen di kampus memiliki keterampilan dan pengalaman di bidang musik.

Sebagai mahasiswa yang berasal dari luar Manado, yakni Kabupaten Sangihe, berada di kampus sangat menyenangkan rasanya. Selain itu, waktu luang sering pula saya isi bersama teman-teman untuk memperdalami bidang musik di studio yang ada di Universitas Negeri Manado. Ya, studio ini merupakan fasilitas dari Universitas Negeri Manado yang sangat bermanfaat bagi kami, karena di sinilah kami bisa mengasah kemampuan kami.

Berkat ilmu yang saya peroleh di bangku perkuliahan, saya dapat memperdalami apa yang sangat saya gemari, yaitu memainkan gitar bas. Gitar bas bagi saya bukan hanya sekedar alat musik. Gitar bas juga telah menjadi separuh jiwa saya. Bersama teman-teman, kami kemudian membuat grup band yang rutin manggung tiap pekannya, jadi selain melatih kemampuan saya bermain bas, kami juga bisa mulai menanggung biaya tambahan selama kuliah di kampus. Di tugas akhir, sayapun memutuskan untuk meneliti tentang pembuatan gitar bas yang saya jadikan sebagai tugas akhir kuliah.

Di masa mendatang, saya harap saya dapat menjadi salah satu lulusan Universitas Negeri Manado yang berhasil sebagai pemain gitar bas, seperti salah satu idola saya, Ronald Steven.

Gimana Ya Rasanya Kuliah di Unima? Intip Kisah Mereka untuk Mengetahuinya!

Ervina Oktavia Kilis, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Hal yang menyenangkan menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Manado, saya serasa tak akan kehabisan wadah untuk memenuhi minat saya di organisasi. Sejak awal menjadi mahasiswa, saya langsung bergabung di UKM pers mahasiswa. Sejak awal memang saya jatuh hati pada bidang jurnalistik dan senang rasanya menemukannya di kampus. Karenanya, melewati tahapan seleksinya seperti petualangan yang menantang bagi saya.

Berkat tekad yang kuat, akhirnya sayapun bisa menjadi orang nomor satu di UKM ini. Selain itu, minat di bidang organisasi juga mengantarkan saya untuk lebih banyak belajar lagi saat mengikuti pemilihan dan terpilih untuk dengan mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni.

Bagi saya, organisasi bukan sekedar tempat untuk melatih kepemimpinan tetapi juga lewat organisasi saya dapat memahami banyak aspek kehidupan. Interaksi saya dengan banyak orang saat meliput sebagai anggota pers mahasiswa saya sadari telah menumbuhkan jiwa sosial dalam diri saya. Dari interaksi itu pula saya mulai belajar tentang pentingnya menjunjung tinggi kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi. Lewat organisasi pula saya banyak belajar tentang kerja sama, saling peduli dalam mencapai tujuan bersama.

Di sisi lain, bagi saya, Universitas Negeri Manado juga merupakan kampus yang tepat bagi siapa saja yang bercita-cita menjadi tenaga pendidik. Saya sendiri merasa senang pernah memiliki kesempatan menjadi tenaga pendidik di SMK Katolik Santa Familia selama beberapa bulan. Lewat Praktik Pengalaman Lapangan, saya memperoleh ilmu baru tentang bagaimana menghadapi peserta didik. Sebuah pengalaman yang saling melengkapi dengan minat saya di dunia jurnalistik.

Saya berharap kelak bisa menjadi lulusan pendidikan bahasa yang dapat terjun ke dunia politik. Harapan yang sama juga untuk kemajuan Universitas Negeri Manado di masa depan.

Gimana Ya Rasanya Kuliah di Unima? Intip Kisah Mereka untuk Mengetahuinya!

Glenn, Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Saya mahasiswa Universitas Negeri Manado yang berasal dari Minahasa Tenggara. Sebagai mahasiswa Pendidikan TIK, bukan berarti saya hanya menghabiskan waktu di depan komputer atau perangkat teknologi.  Sebagai mahasiswa Universitas Negeri Manado banyak yang saya lakukan untuk menyalurkan minat. Salah satunya adalah dengan bergabung di Unit Pelayanan Kerohanian Mahasiswa Kristen (UPK MK).

Lewat UPK MK saya melakukan banyak hal positif, seperti berkumpul untuk melakukan ibadah bersama, mengadakan bimbingan rohani untuk para mahasiswa, dan yang paling menyenangkan adalah melakukan penggalangan dana bagi korban bencana atau mengalami musibah. Saya begitu senang melakukan kegiatan-kegiatan di UPK MK ini, karena lewat UPK MK inilah saya dapat melayani sesama.

Yang juga membuat saya senang berkuliah di program studi yang telah memiliki akreditasi B ini adalah para dosen yang dapat menciptakan suasana kekeluargaan dengan mahasiswanya. Ditambah lagi dengan teman-teman yang sangat menyenangkan. Bersama teman-teman, saya sering menghabiskan waktu di kantin untuk sharing seputar teknologi. Hal ini tentu menyenangkan, karena kami memiliki passion yang sama. Di luar kampus, Manado memiliki banyak tempat yang menyenangkan. Salah satu yang menjadi tempat favorit saya adalah Pemandian Air Panas Tondano.

Itulah cerita mereka seputar kampus kebanggaan mereka, Quipperian. Kamu juga tentunya bisa menciptakan cerita-ceritamu sendiri di kampus itu. Namun sebelum menjadi mahasiswa Universitas Negeri Manado, siapkan terlebih dahulu kemampuanmu untuk mengikuti ujian masuk universitas ya, Quipperian.

Penulis: Hertana P.

Referensi:

Wawancara langsung dengan narasumber: Jeksen Papendang, Ervina Oktavia Kilis, Glenna 



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang