Home » Quipper Campus » Campus Life » Ikut Kegiatan Sosial Kepemudaan, Banyak Lho Manfaat yang Akan Kamu Dapatkan!

Ikut Kegiatan Sosial Kepemudaan, Banyak Lho Manfaat yang Akan Kamu Dapatkan!

Halo Quipperian! Apa kegiatan tambahanmu selain kegiatan belajar  di sekolah? Ikut les? Atau ikut klub olahraga? Wah, ternyata ada banyak pilihan ya. Semuanya tergantung hobi ataupun passion kamu. Nah, bagaimana dengan kegiatan sosial kepemudaan? Kali ini kita akan membahas tentang salah seorang alumni Institut Teknologi Kalimantan yang cukup populer. Apa yang membuatnya populer? Tentunya jiwa sosial dan keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan. Siapa dia? Yuk ikuti kisahnya!

Satria Jaya Negara dan Motto Hidupnya untuk Memberi

Ikut Kegiatan Sosial Kepemudaan, Banyak Lho Manfaat yang Akan Kamu Dapatkan!

Source: Dokumentasi pribadi

Pemuda satu ini akrab disapa dengan Satria. Satria merupakan mahasiswa sekaligus lulusan angkatan pertama Institut Teknologi Kalimantan. Sewaktu berkuliah ia mengaku bahwa IPKnya pas-pasan. Hal ini juga yang membuatnya ragu mendapatkan pekerjaan jika sudah lulus nanti. Namun keraguannya perlahan luntur saat dirinya menyadari bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar jika seseorang sering memberi kepada orang lain.

Lantas, apa yang dilakukan oleh Satria? Sewaktu dirinya menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan yang pertama, ia bersama teman-teman mengadakan kegiatan bakti sosial di tempat penitipan anak terlantar di daerah Sidoarjo. Pada waktu itu kampus ITK masih terletak di Surabaya. Hal ini terlintas olehnya karena pada waktu itu seluruh mahasiswa ITK angkatan pertama adalah penerima Beasiswa Kaltim Cemerlang. Sehingga, inisiatif untuk menyumbangkan sebagian uang beasiswa itu pun disambut baik oleh sebagian besar mahasiswa ITK.

Ia dan teman-temannya merasa sangat bahagia karena pada saat pelaksanaan acara bakti sosial, mereka disambut baik oleh anak-anak tersebut. Pelukan, pegangan tangan dengan erat, dan gendongan dengan anak-anak mereka lakukan. Anak-anak tetap tersenyum bahagia walau mereka adalah anak-anak terlantar, korban seks bebas, dan yatim piatu yang dititipkan. Acara itulah yang membuat ia berair mata dan membuatnya berpikir berulang kali bahwa dirinya jauh lebih beruntung dibandingkan dengan anak-anak tersebut.

Mengunjungi Kawasan Kampung Nelayan

Sewaktu ia menjabat sebagai Direktur Jendral Kemaritiman BEM ITS, ia pun melakukan hal yang tidak biasanya. Biasanya organisasi intra kampus fokus pada kajian dan relasi eksternal kampus. Namun, ia bersama elemen BEM ITS berinisiatif untuk mengunjungi kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya. Kawasan tersebut merupakan kawasan yang kurang mendapat perhatian namun sangat berpotensi untuk menjadi objek wisata andalan.

Mereka melakukan kunjungan ke sana dalam rangka menjaring aspirasi, berdiskusi, dan mencari solusi terkait permasalahan yang ada. Kegiatan tersebut dikemas dalam suasana santai, guyub, dan menikmati hidangan tumpeng bersama. Tidak hanya sampai tahapan diskusi, setelah mengetahui berbagai permasalahan nelayan, mereka pun menjual produk-produk unggulan Kenjeran di Taman Bungkul Surabaya sekaligus orasi dan kampanye kreatif untuk memperingati Hari Nelayan Nasional.

Kecanduan Kegiatan Sosial

Setelah dua kegiatan sosial tersebut, Satria malah merasa kecanduan unrtuk melakukan kegiatan yang bernuansa sosial. Hasil pencariannya di internet, akhirnya ia menemukan komunitas Young On Top yang diprakarsai oleh Billy Boen. Billy Boen merupakan salah satu tokoh inspirasi baginya.

Tanpa pikir panjang, ia juga bersedia menjadi inisiator YOT cabang Balikpapan tak lama setelah bergabung di dalamnya. Berkat kesediannya ini, ia beserta inisiator lainnya mendapat pembekalan yang langsung disampaikan oleh para inspirator nasional seperti Andy F. Noya dan Henny Kristianus. Acara ini dinamakan YOT Camp dan dilaksanakan di Bogor.

Pembekalan ini memberikannya wawasan tambahan untuk dapat mengimplementasikan ide-ide kreatif untuk dapat membantu sesama. Singkat cerita, YOT Balikpapan telah banyak berkontribusi untuk Kota Balikpapan mulai dari kegiatan bedah buku, donor darah, kampanye anti narkoba yang berkolaborasi dengan BNN Kota Balikpapan hingga seminar inspiratif bagi pemuda dengan tajuk Balikpapan semangat untuk berbagi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Tak sampai di situ, YOT Balikpapan pun mengunjungi dan membagikan makanan di panti jompo untuk memperingati Hari Ibu. Bercengkrama dan makan bersama dengan para penghuni panti ini yang memberikannya motivasi untuk selalu mengingat orang tua dan melakukan hal-hal terbaik untuk mereka.

Manfaat Dari Kegiatan Sosial di Mata Satria

Menurutnya, berbagi kepada sesama memang tidak akan pernah cukup. Bahkan, Satria selalu merasa ingin berkontribusi melakukan aksi sosial meskipun tidak secara langsung. Ada kepuasan batin yang dirasakannya jika ia bisa memberi dampak kepada sesama dan melihat senyum dari orang-orang yang menerima bentuk kepedulian.

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, Setuju ya Quipperian dengan pepatah satu ini. Keraguannya akan kemampuan dirinya sendiri karena IPKnya pas-pasan pun terjawab. Dirinya malah ditawari pekerjaan oleh General Manager perusahaan galangan kapal di Balikpapan. Tetapi dirinya memang memilih program Management Trainee di sebuah perusahaan pelayaran di Surabaya karena ingin berjuang bersama sahabat-sahabatnya semasa kuliah.

Percayalah, bahwa dengan memikirkan nasib orang lain akan memberikan kemudahan pada perubahan nasib kita sendiri. Bersosialisasi adalah hal yang sangat penting untuk kehidupan bermasyarakat. Lewat bersosialisasi, kita tidak pernah tahu rezeki kita soal pekerjaan atau yang lainnya akan datang. Bahkan bersosialisasi juga melatih kita untuk berinteraksi dengan baik di dunia pekerjaan.

Quipperian, saat-saat sekarang ini banyak lho perusahaan yang mengincar calon karyawan yang punya latar belakang aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial. Karena hal inipun sejalan dengan semangat perusahaan besar yang telah atau sedang berkembang.

Nah itu tadi cerita tentang Satria yang membuktikan bahwa sebesar apapun kita memberi kepada orang lain, kembalinya juga kepada diri kita sendiri. Jadi, jangan pernah ragu untuk empati dengan sesama ya. Tetap berbuat baik di manapun ya!

Penulis: Anggi Presti Adina

Referensi:

Wawancara langsung narsum

Lainya untuk Anda