Ini Dia Cerita Ayu, Mahasiswa Berprestasi Universitas Tadulako

Ayudya Arumsari – Mawapres UNTAD 2016 via http://www.untad.ac.id

Apa yang kamu pikirkan ketika dengar kata Mawapres, Quipperian? Masih asing, ya, dengan kata itu? Mawapres itu adalah singkatan dari mahasiswa berprestasi yang penilaiannya nggak cuma akademik, tetapi juga nonakademik. Mereka juga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan bahasa asing yang baik. Mawapres juga dituntut memiliki sikap positif dan berjiwa pancasila.

Dari semua kemampuan tersebut, mawapres memiliki tujuan mulia, lho. Mereka menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar terus berkarya di bidangnya dan aktif dalam berbagai kegiatan sebagai wahana mensinergikan hard skills dan soft skills mahasiswa. Keren, kan.

Mawapres juga menjadi salah satu program tahunan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia yang dikoordinasikan di setiap perguruan tinggi. Kalau di sekolah ada yang namanya juara umum, kalau di dunia kampus, juaranya, ya, mahasiswa berprestasi. Bisa diadu tingkat nasional juga, lho.

Menjadi mawapres memang memiliki beberapa syarat yang tidak mudah

Ini cerita dari mawapres dari Universitas Tadulako, Ayudya Arumsari, mahasiswi Jurusan Ekonomi Akuntansi Universitas Tadulako Angkatan 2013 ini merupakan Mawapres Untad 2016. Gadis yang akrab disapa Ayu ini lahir di Kota Palu, 27 Juni 1995. Meskipun ia Jurusan Ekonomi, Ayu memiliki kemampuan di bidang debat, khususnya debat bahasa Inggris.

Kemampuannya itu terbukti dengan prestasi yang dicapainya pada tahun 2014, Ayu bersama timnya berhasil masuk ke-8 besar “The Big Best Speakers Of British Parliamentary English Debate” yang diselenggarakan oleh Universitas Tadulako. Tak hanya itu, kemahiran Ayu dalam bahasa Inggris mengantarkannya sebagai Finalis National University Debating Championship (NUDC) Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Pontianak pada tahun 2015.

Ayu merupakan sosok yang punya semangat belajar tinggi dan gemar mengikuti kompetisi. Ia juga aktif di berbagai organisasi. Seperti, Worth English Community Of Economic (WELCOME), Koperasi Mahasiswa UNTAD, dan Tadulako English Debating Society (TEDS). Bagi Ayu, organisasi bisa menuntut ia untuk bisa bertanggung jawab. Ayu mengaku terinspirasi oleh mawapres sebelumnya setelah melihat beberapa video mawapres di Youtube, seperti, Andhika Putra Sudarman dan Rangga Husnaprawira dari Universitas Indonesia, serta Erwina Salsabila dari Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan yang diikuti Ayu

Tak hanya jago dalam bahasa Inggris, ia juga terus aktif mengikuti kegiatan-kegiatan lain di Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (Fossei) Sulawesi Tengah dan Mahasiswa Pecinta Mushola (MPM) Al-Iqro Fakultas Ekonomi UNTAD. Bahkan, pada tahun 2014 hingga 2015, ia sempat menjadi pengajar Bahasa Inggris untuk kelas 7 dan 8 di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Palu dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Model Palu.

Setelah lolos seleksi mawapres di tingkat fakultas dan universitas, Ayu merasa bebannya semakin berat. Ia harus mengerjakan deadline untuk pembuatan video dan perbaikan paper. Ia berbagi cerita kepada Quipper Video suka-dukanya selama seleksi. Banyak paper yang ditulis untuk dipresentasikan dengan tema yang out of the box atau topik yang jarang dipikirkan orang lain.

Ayu juga mengaku menjadi pusat perhatian selama terpilih menjadi mawapres, dalam artian harus menjaga sikap yang baik secara konsisten di lingkup nilai akademik, menjaga sikap di depan teman-teman mahasiswa, juga civitas akademika lainnya.

Baginya, mawapres merupakan awal untuk bisa lebih banyak berkarya lagi dalam bentuk apa pun. Awalnya memang ia tak menyangka bisa dinobatkan sebagai mawapres karena sebetulnya banyak competitor yang lebih bagus dari dirinya. Tapi usaha dan doa mendukungnya.

“Menurut saya prestasi adalah suatu bentuk pencapaian yang diperoleh atas suatu tindakan yang sadar berupa kerja keras, serta kombinasi dari doa dan faktor luck (keberuntungan),” ucap Ayu.

Role model Ayu selama ini adalah ayahnya. Ayahnya sempat berpesan padanya untuk selalu enjoy dalam menjalani apa pun karena semua beban dan masalah pasti selalu ada jalannya dan jangan ragu untuk berkarya.

Ayu dan Mawapres

Sebelum dan setelah menjadi mawapres, Ayu selalu menuntut diri untuk memanajemen waktu dengan baik. Itu untuk melatihnya memantaskan diri meraih gelar mulia tersebut.

mawapres tidak harus terkenal dengan sebutan kutu buku, mawapres juga harus belajar konsisten, bahkan harus sering menulis dan melakukan diskusi, dan harus tahu bagaimana pola dan format dalam penulisan yang baik dan benar.

Semakin ke sini, ia mengaku dapat membawa diri dengan baik. Semakin luwes berbicara di depan banyak orang, apalagi saat presentasi di depan dosen dan juri. Yang paling penting, harus lihai dalam berbahasa Inggris dan terus mengasah kemampuan supaya hasilnya maksimal.

Kampus bukan tempat belajar semata, kamu juga perlu mengembangkan potensi diri lewat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi, ataupun komunitas. Memang, sih, tidak harus menjadi mawapres untuk menjadikan diri berkualitas, Quipperian. Setidaknya apa pun kegiatan yang kamu lakukan memiliki manfaat lebih buatmu dan masyarakat. Dengan begitu kamu pun sudah berkualitas. Buat Ayu, gelar mawapres hanya sebuah bonus atas jerih payahnya karena telah berprestasi akademik maupun nonakademik.

Nah, Quipperian, kira-kira nilai apa ya yang kamu dapat dari kisah Ayu ini? Intinya, manfaatkan segala kesempatan yang bisa kamu raih, entah itu lomba ataupun menjadi perwakilan (delegasi) berbagai forum dan conference. “You only live once, so live in your moment everyday, make every seconds count. After the challenges into chances,” ujar Ayu. Jadi, semangat, Quipperian!

Penulis: Putri Hana Syafitri

Referensi:

http://untad.ac.id

www.anakuntad.com

http://belmawa.ristekdikti.go.id

https://www.facebook.com/ayudyarumsari

https://www.linkedin.com/in/ayudya-arumsari

Lainya Untuk Anda

Rahasia Kuliah Gratis & Pengalaman Keren? Cek Beasiswa Djarum Foundation!

Fakultas Farmasi: Cocok Buat Kamu yang Suka Sains, Penasaran Sama Obat, dan Mau Jadi Peneliti Keren di Dunia Kesehatan!

Gratis Kuliah S1 di Korea? Daftar GKS Aja!