Kalian masih bingung memilih perguruan tinggi yang akan dimasuki setelah lulus SMA nanti? Atau kalian tidak yakin masuk ke perguruan tinggi Islam seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang? Quipperian, kalau kalian masih ragu, simak ya testimoni dari mahasiswa yang kuliah di UIN Malang sekarang ini.
UIN Malang Keren Ternyata!
Perkenalkan saya Terry Perdana, mahasiswa semester 7 jurusan Biologi UIN Malang. Mulanya saat masih sekolah di Gresik, saya tahu UIN Malang lewat internet dan melihat apakah ada jurusan Pertanian atau tidak. Mulanya saya ikut SNMPTN dan SBMPTN karena ingin memilih Jurusan Pertanian. Namun, di UIN Malang yang ada untuk jurusan IPA adalah jurusan Kimia, Fisika, Biologi, Teknik Arsitektur dan Teknik Informatika. Karena saya tertarik dengan Biologi, kemudian saya mencari informasinya di internet. Ternyata, akreditasi Biologi UIN Malang A! Saya pun memilih jurusan itu untuk masuk ke UIN lewat tes PTAIN tulis.
Saat masuk, kesan pertama melihat kampus ulul albab ini hanya satu kata yaitu “pondok”. Kampus ini seperti pondok dengan mewajibkan mahasiswa semester 1 dan 2 harus tinggal di asrama yang disebut Mabna. Selain itu, di UIN juga terdapat program intensif kelas Bahasa Arab 1 tahun. Jadi tidak hanya ilmu umumnya saja yang didapat, tapi agamanya juga dimantapkan.
Di jurusan Biologi sendiri, segala materi pelajaran diintegrasikan dengan agama terutama dengan ayat Alquran dan Hadits yang berhubungan dengan Ilmu Biologi. Mahasiswa Biologi UIN Malang dituntut menjadi sarjana ulul albab yang islami, ilmiah dan unggul. Inilah yang menjadi pembeda antara Biologi UIN Malang dengan Biologi di kampus lain. Menurut kalian apa yang didapat dari UIN Malang, khususnya dari Jurusan Biologi? tentu ilmunya, tetapi selain itu yang paling utama adalah iman. Semakin mendalam mempelajari Ilmu Biologi, semakin kagum saya akan Islam!
Sumber: hasil wawancara dengan Terry Perdana mahasiswa Biologi semester 7 UIN Malang
UIN Malang Istimewa!
Perkenalkan saya Trian Sidha Minggarwati, mahasiswa Jurusan Farmasi semester 7 UIN Malang. Saat ditanya bagaimana masuk UIN? Jawabannya adalah tersesat. Kok bisa? Iya, saat SMA awalnya saya tidak berminat masuk UIN begitu pula dengan jurusan yang sekarang saya tekuni, karena tujuan awal saya adalah menjadi dokter. Saat SNMPTN, saya memilih jurusan Kedokteran di UNEJ, tetapi tidak lolos.
Saat mengantar teman untuk mengambil brosur UIN Malang di guru BK, saya pun mengambilnya. Kemudian saat tes SBMPTN, tetap saya memilih Kedokteran UNEJ tetapi kali ini orangtua menegaskan agar saya harus mengisi pilihan kedua. Akhirnya untuk pilihan kedua, saya memilih Jurusan Farmasi UIN Malang. Ternyata, hasil tes SBMPTN saya dinyatakan lolos ke pilihan kedua yaitu Jurusan Farmasi UIN Malang.
Dari awal, saya tidak tahu apa-apa tentang UIN Malang dan ternyata ada ma’had yang seperti di pondok. Hal ini membuat saya semakin bingung karena merupakan hal baru, sebab saya sama sekali tidak punya latar belakang pondok. Tetapi ternyata setelah dijalani, banyak pengalaman dan banyak ilmu yang saya dapatkan.
Saat ditanya tentang apa yang saya dapat saat kuliah di UIN? jawabannya mungkin akan sama dengan mahasiswa lain yang belajar di UIN Malang, yaitu kita mendapatkan ilmu yang benar-benar berbeda. Mungkin jika kuliah di kampus lain, saya tidak akan mendapat banyak pelajaran agama. Tapi di UIN Malang saya bisa belajar tentang integrasi farmasi dengan agama.
Selain itu, di Jurusan Farmasi kebersamaan dan kekeluargaannya sangat erat, dari mulai dosen yang kita anggap sebagai orangtua kita sendiri, dan teman-teman satu angkatan yang sangat kompak. Kalau ditanya satu kata yang menggambarkan tentang UIN Malang adalah ISTIMEWA.
Sumber: hasil wawancara dengan Trian Sidha Minggarwati mahasiswa jurusan Farmasi semester 7 UIN Malang
Masuk UIN Malang dapat Ilmu Baru dan Teman-teman Baru!
Bagi Siti Nadhira, pertama kali masuk UIN Malang kesan pertamanya adalah bahwa bahasa dan budayanya aneh serta asing. Mungkin hal tersebut adalah akibat dari asal daerah Siti yang berbeda, yaitu Manado. Dengan latar belakang budaya yang berbeda, SIti harus menyesuaikan diri dengan cepat, baik itu kebiasaan, maupun Bahasa sehari-hari. Rata-rata mahasiswa UIN Malang berasal dari Jawa sehingga bahasa yang digunakan adalah Bahasa Jawa. Beruntung semakin lama belajar dan melihat lingkungan sekitar, Siti bisa membaur dan sedikit-sedikit paham Bahasa Jawa.
Selama kuliah di UIN Malang, Selain ilmu yang dipelajari di kampus, Siti mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat yaitu berupa bahasa dan budaya baru. Selain itu, Siti juga aktif mengikuti organisasi di luar penjurusan yang membuatnya mendapat banyak sekali teman, baik satu kampus UIN Malang maupun dari kampus lain, pokoknya seru deh!
Sumber: hasil wawancara dengan Siti Nadhira Indah Putri Isngadi mahasiswa jurusan Farmasi semester 7 UIN Malang
Quipperian, itulah beberapa testimoni dari mahasiswa yang masih kuliah di UIN Malang saat ini. Jadi banyak hal yang akan kalian dapatkan saat berkuliah di UIN Malang. Tidak hanya keilmuan yang lengkap, tetapi banyak hal lain yang bermanfaat bagi kalian. So, tunggu apa lagi Quipperian, ayo gabung di UIN Malang!
Penulis: Eva Lestari
Sumber:
Wawancara langsung dengan narsum


