Kisah Presiden Mahasiswa Unimed yang Jadi Pengusaha Muda

Kisah Presiden Mahasiswa Unimed yang Jadi Pengusaha Muda
Sumber: Dokumen Dini Dayana

Profil Juan dan Bisnis Parfumnya

Juan Utama Batubara baru saja terpilih menjadi Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) pada Desember lalu. Mulai awal tahun 2017, ia mengemban tugas sebagai orang nomor satu di kampus paling hijau se-Sumatera Utara  itu.  Juan, begitu ia kerap disapa, merupakan mahasiswa angkatan 2014 Fakultas Ekonomi Unimed. Ia lahir di  Kota Kisaran, Sumatera Utara,  pada 16 Oktober 1996.

Sejak kecil, Juan memang hobi berjualan. Alumni SMAN 1 Kisaran ini mulai menggeluti dunia bisnis dengan menjual parfum reffil untuk membantu keuangannya. Keluarga Juan dulu hidup pas-pasan. Hal inilah yang membuat dirinya bersemangat untuk menghasilkan uang sendiri. “Awalnya dulu malu-malu,” ungkap Juan. Namun karena rasa optimisnya, ia berani berjualan di sekitar sekolah; menawarkan parfum murah berkualitas bagus kepada teman-teman dan gurunya. Mulanya Juan hanya berjualan di kelas. Lalu ia memberanikan diri berjualan door to door ke kelas lain hingga seluruh kelas yang ada di SMAN 1 Kisaran didatanginya.

Lama-lama, teman-temannya mengenal Juan sebagai penjual parfum di sekolah. Setiap bulannya, peminat parfum Juan mencapai ratusan. Hal inilah yang membuat pemasukan Juan semakin meningkat. Berkat permintaan yang tinggi, Juan akhirnya mengubah tempat tinggalnya sebagai tempat produksi pafum. Parfum ini ia impor dari Singapura dan dijual dengan merek Juan Parfum.

Bisnis parfum tersebut masih berjalan hingga kini dan dikelola oleh orang tua Juan. “Jadi kalau teman-teman di Kisaran tanya tentang Juan, tinggal bilang Juan Parfum,” katanya sambil tersenyum. Juan senang bisa merasakan hasil jerih payahnya sendiri. Bisnis parfum ini merupakan pendapatan pertama Juan selama 17 tahun hidupnya.

Kehidupan Kuliah Juan

Setelah belajar di Jurusan Akuntansi Unimed, hobi berwirausaha Juan semakin terarah. Ia jadi semakin bersemangat mengembangkan bisnisnya. Di tahun pertama sebagai mahasiswa, Juan mulai mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kewirausahaan. Ia aktif sebagai anggota bidang kewirausahaan dan pengembangan profesi di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Hingga awal tahun 2016, ia terpilih menjadi Ketua Umum Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi Unimed. HIPMI merupakan organisasi indepeden non-partisan para pengusaha muda Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian.

Di HIPMI, Juan belajar banyak mengenai wirausaha. Ia juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi pelatih bagi calon pengusaha muda yang ada di Unimed. Berbekal pengalamannya ini, Juan jadi terlatih berbicara dan mendapatkan ilmu public speaking. Tak hanya bergelut di organisasi, Juan pun berpikir untuk mengembangkan bisnis lagi.

Mulai Berbisnis Susu Sapi

Ia melihat peluang bisnis di majalah dinding kampusnya untuk menjual susu sapi Berastagi dari PT Gundaling Farm. Bisnis ini mulai ia geluti saat memasuki semester III. Tiap harinya, Juan berjualan sepuluh botol susu ke teman-teman yang ada di kampus. Penjualannya terus meningkat. Akhirnya, Juan dan dua orang temannya membuat tim untuk mengembangkan bisnis susu tersebut. Juan mulai menjual susu sapi di toko-toko strategis di Jalan Gatrot Subroto Medan. Ia menitipkan sepuluh hingga dua puluh botol susu di tiap toko. Promosinya pun hanya dengan menaruh brosur di tempat penitipan susu. Di sinilah, Juan  ditantang untuk bisa membagi waktu antara kuliah dan berbisnis.

Sepulang kuliah, ia selalu mengantarkan susu ke tempat titipan. Ketika malam hari, ia datang ke warung makan seafood yang sedang dipenuhi orang dan mempresentasikan bisnisnya kepada pemilik warung. Meski awalnya malu, namun dengan keberaniannya ia jadi belajar berbicara di depan umum. Keuntungannya pun lumayan besar. Modal Juan yang mulanya Rp3 juta akhirnya kembali ke kantongnya dengan tambahan untung yang besar.

Beralih ke Bisnis Minyak Rambut

Tahun 2015 Juan mulai beralih bisnis. Ia meninggalkan bisnis susu dan memutuskan untuk menjual pomade  atau minyak rambut. Juan memberi nama usahanya dengan nama Allco Pomade yang bermakna All Community Pomade atau minyak rambut yang bisa dipakai oleh semua kalangan. Dengan modal Rp700 ribu untuk satu lusin, Juan mencoba menjual pomade  yang ia beli langsung dari distributor. Kemudian ia menjualnya dari mulai door to door hingga promosi ke berbagai barbershop. Bisnis ini meningkat cepat karena Juan sudah lebih berpengalaman dengan usaha-usaha yang ia geluti sebelumnya.

Selain berjualan pomade, Juan juga masih menggeluti bisnis parfumnya. Dalam sebulan, Juan memproduksi 1000 hingga 2000 botol parfum. Omset yang ia dapatkan per bulannya mencapai Rp15 juta. Dengan hasil wirausahanya ini, Juan bisa membiayai dirinya sendiri selama berkuliah di Unimed.

Sukses di dunia wirausaha di umurnya yang masih muda tak lantas membuat Juan puas. Ia masih ingin melatih kemampuan berbicara dengan ikut berorganisasi. Selain aktif di HIPMI dan pers kampus Kreatif Unimed, Juan juga bergabung di senat mahasiswa. Di sinilah Juan mendapatkan ilmu kepemimpinan. Tahun 2016, Juan dipercaya sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unimed.

Pengalaman inilah yang membawa Juan terpilih menjadi kandidat senat mahasiswa universitas di Unimed. Ia lolos ke dalam delapan besar kandidat Presiden Mahasiswa Unimed. Hingga akhirnya ia terpilih menjadi presiden mahasiswa di akhir tahun 2016. Menurut Juan, ia akan fokus pada amanah yang ia emban sebagai presiden mahasiswa. Tantangannya tentu berbeda dari tantangan saat ia berwirausaha. Bedanya, kini Juan sudah punya modal untuk berbicara di depan umum dan memiliki beragam pengalaman untuk memotivasi mahasiswa Unimed.

Masih banyak target yang ingin Juan capai. Cita-citanya dari dulu ingin menjadi pengusaha muda yang sukses saat berumur 25 tahun. Juan merasa masih perlu mencari banyak pengalaman dengan bertemu orang-orang baru. Terlebih, orang-orang sukses yang ada di Unimed. Namun Juan berujar, sebenarnya empat impiannya saat masuk kuliah sudah tercapai.

Pertama, masuk organisasi. Kedua, IPK di atas 3.00. Ketiga, dapat beasiswa. Keempat, jadi pemimpin di kelas. Juan merasakan pentingnya berorganisasi dan berwirausaha sejak muda. Ia mengatakan bahwa mahasiswa harus memiliki target sejak awal agar tahu ke mana arah yang dituju ketika kuliah. Intinya, kata Juan, “Ketika kuliah, jangan mau jadi mahasiswa biasa-biasa saja.”

Penulis: Tantry Ika Adriati

Sumber:

Wawancara dengan Juan Utama Batubara, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unime 2014 yang juga menjaba sebagai Presiden Mahasiswa Unimed tahun 2016-2017.



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang