Home » Quipper Campus » Campus Life » Kisah Sukses Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya

Kisah Sukses Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya

Quipperian, kualitas sebuah universitas bisa dilihat juga dari kualitas para alumnusnya. UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang telah berdiri sejak tahun 1950 telah meluluskan ribuan sarjana di berbagai disiplin ilmu. Dari universitas islam ini pula lahir sejumlah tokoh nasional dan cendekiawan yang membanggakan almamater dan nama islam. Berikut tiga alumnus UIN Sunan Ampel yang populer dan berprestasi.

Imam Nahrawi

Kisah Sukses Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya

Pastinya kamu tahu jabatan Imam Nahrawi ini bukan? Apalagi bagi kamu yang menyukai olahraga. Lelaki kelahiran Bangkalan, 8 Juli 1973 ini saat ini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2014-2019. Di partai politik, Imam menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKB.

Imam kecil sekolah di SD Bandung, Konang, Bangkalan dan lulus tahun 1985. Kemudian Imam melanjutkan pendidikannya di SMP Konang, Bangkalan dan lulus tahun 1988. Pada tahun 1991, Imam telah lulus dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan.

Setelah lulus dari MAN Bangkalan, Imam melanjutkan perkuliahan di UIN Sunan Ampel dan mengambil Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Imam menempuh pendidikan di UIN Sunan Ampel ini mulai tahun 1991 dan lulus tahun 1998.

Ketika masih di bangku kuliah, Imam sangat aktif berorganisasi. Tercatat pada tahun 1991 sampai 1992, Imam menjabat sebagai Ketua PMII Rayon Tarbiyah UIN Sunan Ampel Surabaya. Kemudian pada tahun 1992 sampai 1993, Imam menjabat sebagai Wakil Ketua PMII Komisariat UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kegemarannya berorganisasi ketika kuliah, membuat Imam terus mendapatkan jabatan-jabatan penting di organisasinya. Bahkan pada tahun 1995 sampai 1996, Imam menjabat sebagai Ketua Umum PMII Cabang Surabaya. Dan posisi jabatannya di PMII terus melejit hingga tahun 1997 sampai 1998, Imam menjabat sebagai Ketua Umum PMII Koordinator Cabang Jawa Timur.

Dari posisinya di PMII yang terus melejit itu, Imam akhirnya mulai memasuki dunia politik. Pada tahun 1999 sampai 2004, Imam tercatat sebagai Ketua Divisi Pemuda Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur. Selain jabatan tersebut, ketika itu Imam juga menjabat sebagai Wakil Sekjen Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa tepatnya tahun 2000 sampai 2005.

Dan antara tahun 2002 sampai 2007, Imam menjabat sebagai Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Jawa Timur. Jabatan Imam terus naik hingga tahun 2004 sampai 2008, Imam menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa.

Tercatat antara tahun 2006 hingga 2012, Imam menjadi Wakil Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB. Dan pada tahun 2010 sampai 2015, jabatan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur berada di pundaknya. Serta antara tahun 2008 sampai 2014, dirinya menjabat sebagai Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

Tak hanya organisasi saja yang aktif digeluti oleh Imam. Berbagai pekerjaan juga pernah ia emban seperti Kepala Sekretariat Jenderal DPP PKB (1999); Staffsus Wakil Ketua DPR RI (2000); Anggota DPR-RI (1999-2004); Anggota DPR-RI (2004-2009); Anggota DPR-RI (2009-2014); Anggota DPR-RI (2014-2019); Direktur CV. Alhidayah Surabaya; Direktur intervensi Surabaya; Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia ke 12.

Abdul A’la

Mungkin kamu masih belum banyak mengetahui mengenai sosok yang satu ini. Abdul A’la adalah seorang rektor UIN Sunan Ampel saat ini. Pria kelahiran Sumenep 5 September 1957 ini masuk di Madrasah Muallimin selama enam tahun.

Pada tahun 1978, tepatnya setelah lulus dari Muallimin, dirinya memilih untuk belajar di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Setahun setelah mondok, Abdul memutuskan untuk meraih duduk di bangku perkuliahan Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel.

Setelah lulus sarjana pada tahun 1987, Abdul melanjutkan pendidikannya di Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 1996. Kemudian gelar doktoralnya ia raih di universitas yang sama tiga tahun setelah kelulusan S2 nya dengan judul desertasi ”Pandangan Teologi Fazlur Rahman (Studi Kritis tentang Pembaruan Teologi neo-Modernisme)”.

Sejak lulus sarjana, Abdul telah menjadi pengajar di STIKA (Sekolah Tinggi Keagamaan Islam) Annuqayyah. Dan pada tahun 1990, dirinya menjadi dosen Fak. Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya. Bahkan, Abdul juga sempat menjabat sebagai Asisten Direktur Bidang Akademik di program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel dari tahun 2005 hingga 2009.

Kariernya di UIN Sunan Ampel terus meningkat hingga akhirnya dirinya diangkat menjadi Pembantu Rektor Bidang Akademik hingga tahun kemarin. Dan tepatnya pada 20 Oktober 2012, dirinya resmi terpilih sebagai Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Abdul Munir Mulkhan

Tahukah kamu siapa Abdul Munir Mulkhan ini? Beliau adalah seorang Pengamat Sosial Keagamaan dan Guru besar UIN Sunan Kalijaga. Karya tulisanya berupa buku telah ia hasilnya sebanyak sekitar 45 buku. Selain itu, berbagai artikel yang ia tulis telah tersebar di berbagai surat kabar nasional dan jurnal ilmiah.

Pria kelahiran Jember, 13 November 1946 ini dulunya menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Jember, tepatnya mulai tahun 1967 sampai 1968. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Cabang Metro tahun 1974.

Kesenangannya untuk menempuh pendidikan membuat Abdul Munir terus menjelajahi dunia pendidikan. Berbagai pendidikan yang pernah ia tempuh antara lain Fakultas Hukum Universitas Negeri  Lampung (1974-1975); Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga; Fakultas Filsafat UGM (1979-1982); S2 Sosiologi UGM (1986-1988); S3 Sosiologi UGM (1995-1999); Program Post-Doktoral McGill University, Montreal, Canada (2003); Visiting Research Fellow Institute Defence and Strategic Studies (IDSS); Nanyang Technological University of Singapore (2006), dan Senior Fellow Liberation for All-LinforAll (2005).

Selain akademik, Abdul Munir juga aktif berorganisasi. Sejumlah organisasi pernah ia tempati seperti Dewan Penasihat Pusat HAM UII; Dewan Penasihat LibforAll, LSM berpusat di North Carolina; Anggota Majelis Perguruan Tinggi PP Muhammadiyah; Wakil Sekretaris PP MUhammadiyah; dan Wakil Sekretaris MUI Yogyakarta.

Dari kegigihannya itu, Abdul Munir berhasil mengemban berbagai pekerjaan antara lain guru agama di Jember dan Lampung Tengah (1965-1973); pegawai Kemenag Kabupaten Lampung Tengah (1973-1979) dan DIY (1979-1991); dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga (1991-sekarang); dan Guru Besar Filsafat Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga (2002-sekarang).

Quipperian, beberapa orang di atas bisa kamu jadikan motivasi atau penyemangat ketika kamu mengenyam pendidikan di UIN Sunan Ampel Surabaya. Yang terpenting ketika kamu kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya ini adalah kegigihan dan ketekunan. Semakin kamu tekun dan gigih, semakin besar peluangmu untuk berhasil seperti mereka bahkan lebih.

Penulis: Igman Yuda Pratama

Referensi

http://profil.merdeka.com

http://www.libforall.org

http://www.serambi.co.id

Lainya untuk Anda