Halo Quipperian! Bagaimana persiapan kamu menghadapi Ujian Nasional? Semoga semua berjalan lancar ya, agar setelah itu kamu bisa mencurahkan segala fokus untuk menghadapi SBMPTN. Jangan lupa untuk terus mengulang-ulang lagi soal-soal ujian masuk yang pernah diujikan sebelumnya. Mana tahu ada soal-soal yang mirip dengan yang kamu pelajari itu.
Quipperian. Kali ini, Quipper Video akan mengulas profil alumnus Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang bisa dibilang sukses di antara sederet alumni sukses lainnya. Sosok yang dimaksud yaitu Miftah Farid. Penasaran dengan sosoknya? Yuk, simak ulasannya untuk kamu.
Anggota KPUD Termuda
Jalan hidup seseorang memang tidak bisa ditebak. Siapa yang menyangka keinginan Arid berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Pemerintahan Unsika pada 2007 silam berbuah manis.
Saat menjalani perkualiahan, Arid tergolong mahasiswa yang disiplin. Pergaulannya pun lumayan luas. Ia pun aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus. Boleh dibilang ia belajar mengelola organisasi, opini publik, dan lengkap dengan hiruk-pikuk politik kampus di sini.
Pada tahun pertamanya di Unsika, Arid sudah berpartisipasi dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar di Universitas. Ia pun meneruskan minatnya pada dunia tulis menulis dan penelitian dengan terlibat di berbagai kegiatan lainnya di kampus. Salah satunya adalah LKTI mengenai Zona Anti Korupsi Universitas Singaperbangsa Karawang
Sosok Arid di kalangan teman-temannya dikenal luwes, mudah bergaul dan terbuka. Selepas mengikuti perkuliahan, Arid menghabiskan sisa waktunya untuk mengikuti berbagai aktivitas ekstrkulikuler. Minatnya dalam mengatur lembaga dan jaringan ia asah di sini. Perlahan namun pasti, Arid pun tumbuh menjadi sosok yang matang dalam mengelola institusi.
Berbekal semangat belajar yang tinggi didukung pergaulan luasnya, Arid didaulat menjadi Ketua BEMF (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas) Ilmu Pemerintahan periode 2009-2010. Setahun berselang, Arid mencoba peruntungan politik dengan mencalonkan diri menjadi Ketua BLMU (Badan Legislatif Mahasiswa Universitas) Unsika. Ikhtiarnya pun terkabul.
Bermodalkan pengetahuan berorganisasi itu, kini ia dipercaya sebagai angota Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Karawang, padahal usai baru 27 tahun. Pria yang hobi sekali dengan kopi itu pun tercatat sebagai anggota KPUD termuda di Kabupaten Karawang.
Segudang prestasi akademik dan organisasi yang diperoleh selama studi di kampus membuat jalan yang ditempuhnya semakin lapang. Bisa dibilang, pria bertubuh kurus ini mampu membiayai kuliahnya sendiri dari awal hingga selesai. Pengalaman yang benar-benar hebat kan Quipperian.
Guna meningkatkan kapasitas intelektual, setiap hari Arid selalu menyempatkan diri untuk membaca buku. “Kira-kira 4 jam sehari saya luangkan waktu untuk membaca buku,” ujarnya kepada Quipper Video. Kebiasaan itu sudah ia lakoni sejak kuliah dan masih berlangsung hingga kini.
Kepada adik-adik kelas yang tengah berkuliah ia berpesan agar mulai menumbuhkan kegemaran membaca buku. Apa saja sesuai minat pribadi. “Sebab, dari membaca itu, kita bisa memperluas wawasan dan mampu mengerti pesan zaman,” tuturnya.
Berkontribusi pada Masyarakat
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi wadah belajar berorganisasi Arid di luar lingkungan kampus. Lewat organisasi ini, Arid terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, Arid berharap bisa mengamalkan ilmu yang selama ini ia dapatkan di ruang-ruang kuliah. “Saya berharap ilmu saya bisa berguna untuk masyarakat,” tuturnya.
Konsistensinya dalam berorganisasi berhasil mengantarnya ke puncak pimpinan HMI Cabang Karawang sebagai Ketua Cabang periode 2011-2013. Tidak hanya itu saja, pria yang bercita-cita membawa Karawang Go-International ini juga aktif di organisasi Nahdlatul Ulama sebagai Ketua Pimpinan Cabang Wilayah Karawang.
Bagi Arid, mengikuti berbagai organisasi saat berkuliah merupakan modal penting untuk bisa melatih kemampuan, menerapkan ilmu dan memberi kontribusi kepada masyarakat luas. “Kalau tidak berorganisasi maka dengan sendirinya mahasiswa akan mengalami kesulitan dalam menjalani tantangan kehidupan termasuk dalam berkomunikasi dengan komunitas,” kata Arid memberi pesan kepada mahasiswa Unsika.
Menurutnya, mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi kampus pasti memiliki bekal lebih secara teoretis dan praktis ketimbang mereka yang pasif. Istilahnya “mahasiswa pulang-pergi”. Artinya, mahasiswa yang aktif tentu saja memiliki pergaulan yang lebih luas di kampus. Pengalamannya pun lebih baik.
Berorganisasi, kata Arid, berarti menghargai ilmu pengetahuan yang dipelajari di bangku kuliah dengan mempraktikkannya agar bermanfaat bagi masyarakat luas. Oleh sebab itu, pria kelahiran Karawang, 20 Juni 1989 ini berharap adik-adik kelasnya di Unsika mampu berproses dengan baik di kampus sambil menemukan minat pribadi dan menggali ilmu sedalam mungkin untuk bekal di masyarakat kelak.
“Zaman terus berubah. Situasi yang saat ini saya alami berbeda dengan kondisi nanti,” ujarnya. Sebab itu, belajar menjadi keharusan agar kita mampu bertahan.
Bagaimana Quipperian? Luar biasa keren bukan profil Miftah Farid, Komisioner KPUD Kabupaten Karawang termuda. Tentu, setelah membaca rekam jejaknya tadi, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil sebagai inspirasi dan pelajaran. Memang ada banyak jalan menuju sukses, tapi paling tidak dengan ulasan ini, Quipper Video ingin menunjukkan salah satu jalan yang bisa ditempuh Quipperian nanti.
Sekian dulu perjumpaan kita saat ini dalam ulasan alumnus inspiratif Universitas Singaperbangsa Karawang. Jadilah bagian dari generasi penerus yang hebat dalam berilmu dan berkarya, Quipperian. Jaga terus semangat kamu ya.
Image Source :
- kpu-karawang.go.id/berita?start=30
