Lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga seringkali diidentikkan dengan menjadi seorang agamawan atau bekerja di sektor agama. Begitulah kira-kira yang terbayang di benak sebagian orang yang mengenal UIN Suka sejak masih menjadi IAIN dan belum ada jurusan umum.
Namun, pria kelahiran Pacitan, 21 Januari 1987 ini bisa membuktikan bahwa UIN Sunan Kalijaga tidak hanya berprestasi di bidang agama saja. Mahasiswa yang bernama lengkap Ganjar Alfian, S.T.,M.Eng.,Dr.Eng. ini termasuk mahasiswa angkatan pertama Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga.
Ganjar Alfian, S.T.,M.Eng.,Dr.Eng saat wisuda S3 dan menerima gelar Doktornya, ditemani sang istri Swastika Istiqomah, S.K.M dan buah hatinya Ayra Fatkhiyya.
Riwayat Pendidikan
Menurutnya, tahun 2004-2005 merupakan masa perubahan/transformasi IAIN. Sebagai salah satu mahasiswa angkatan pertama jurusan Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga yang dibuka pertama kali pada tahun 2005, menurutnya fasilitas untuk jurusan Teknik Informatika masih sangat terbatas, terutama fasilitas laboratorium untuk praktikum.
Hal tersebut menjadi salah satu kelemahan dan hambatan pada saat itu sehingga sebagai solusi, ia pun akhirnya mengambil kursus di luar kampus untuk menambah pengetahuan dan keilmuannya. Namun, walaupun fasilitas yang ada saat itu masih terbatas, para dosen sangat perhatian kepada mahasiswa. Hal tersebut menjadi nilai lebih baginya dan menjadikannya lebih termotivasi untuk terus belajar di jurusan Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga.
Pria yang gemar bermain sepak bola dan nonton film detektif ini menyelesaikan kuliahnya di UIN Suka pada bulan Juli 2009 dengan IPK 3,23 dari skala 4,00. Ia menyelesaikan studinya dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun.
Beberapa bulan berselang, ada informasi beasiswa untuk melanjutkan studi S2 ke luar negeri dan ia pun tertarik untuk mengikuti seleksi. Akhirnya pada bulan Maret 2010, ia pun mendapatkan beasiswa SRD (Study and Research at Dongguk) untuk melanjutkan studi S2 di jurusan Industrial and Systems Engineering, Dongguk University, Korea Selatan.
Beasiswa yang ia terima merupakan beasiswa penuh. Seluruh biaya termasuk biaya hidup, akomodasi, dan biaya kuliah disubsidi penuh. Studi S2 ditempuhnya dalam waktu kurang dari 2 tahun dan gelar masternya didapat pada bulan Februari 2012 dengan IPK 4,5 dari skala 4,5. Sungguh pencapaian yang luar biasa dari lulusan UIN Suka yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur ini.
Atas prestasinya yang luar biasa, pada bulan Maret 2012, ia mendapatkan beasiswa yang sama untuk meneruskan studi S3 di jurusan dan kampus yang sama pula. Untuk studi doktoralnya ia menghabiskan waktu sekitar 4 tahun dan menyelesaikan rangkaian perkuliahan pada bulan Februari 2016.
Pekerjaan dan Penelitian
Setelah lulus dari program doktoral dan menerima gelar Doktor di bidang Engineering, ia langsung bekerja sebagai peneliti di Lembaga Riset Dongguk University (Postdoctoral Research Fellow at u-SCM Research Center, Dongguk University) dari bulan Maret 2016 hingga Agustus 2016.
Kini, ia bekerja sebagai Professor Assistant di u-SCM Research Center Dongguk University-Seoul Campus, Korea Selatan. Adapun bidang penelitian yang detekuninya, yaitu:
- Aplikasi RFID dan WSN di industri
- Aplikasi deep learning untuk kesehatan
- Simulasi untuk transportasi
Suka Duka Belajar di Negeri Seberang
Ketika ditanya tentang suka dukanya menuntut ilmu di negeri ginseng ini, ia menuturkan bahwa perbedaan budaya, bahasa, dan adaptasi di lingkungan baru merupakan permasalahan yang ia hadapi saat pertama kali datang ke Korea Selatan. Selain itu, ia merasa kemampuan risetnya saat itu masih minim sehingga hal itu membuatnya harus belajar dan bekerja lebih keras lagi, supaya bisa mengejar standar yang ada di Kampus Dongguk.
Ia belajar banyak tentang disiplin, kerja keras, dan saling menghormati selama kuliah di Korea Selatan. Selain itu, ia bisa belajar sambil menikmati suasana alam sekitar, serta bertemu atau bermain bola bersama teman-teman Indonesia yang belajar dan bekerja di Korea Selatan. Hal itu menjadi nilai positif tersendiri baginya ketika ia berada di sana.
Pesan untuk Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Mahasiswa sebaiknya menyeimbangkan antara belajar, riset, dan berorganisasi. Khususnya untuk jurusan teknik, praktikum sangat penting sekali karena akan sangat dibutuhkan untuk tugas akhir dan dunia kerja nanti. Jika mahasiswa tertarik untuk melanjutkan ke jenjang pascasarjana, sebaiknya mempersiapkan riset lebih awal.
Hal yang tidak kalah penting, yaitu mulai melatih kemandirian dari sekarang, sehingga ketika belajar di luar negeri akan lebih mudah untuk beradaptasi. Kemauan yang keras dan sikap pantang menyerah akan mempermudah mahasiswa bertahan belajar di luar negeri.
Tips Mendapatkan Beasiswa
Ganjar berbagi pengalaman dan tips agar bisa mendapatkan beasiswa. Yuk, kita simak tips-tips dari Ganjar berikut.
- Informasi beasiswa mudah didapatkan dari internet. Sering-seringlah browsing di internet untuk mencari program beasiswa di luar negeri.
- Untuk beasiswa riset, banyak profesor di universitas luar negeri biasanya mencari mahasiswa yang memiliki kemampuan di bidang tertentu dan siap untuk melakukan riset. Oleh sebab itu, sebaiknya persiapkan dan lakukan riset dari awal sehingga ketika mendaftar beasiswa, kamu sudah mempunyai pengalaman penelitian. Menulis jurnal atau paper untuk conference juga menjadi nilai plus, sehingga mahasiswa lebih mudah untuk diterima di kampus tujuan.
- Untuk mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, bisa dilakukan dengan mengikuti kursus.
- Untuk beasiswa riset, sebaiknya melihat website dari laboratorium universitas yang dituju. Biasanya di website tersebut banyak lowongan untuk bergabung dalam penelitian mereka dan mendapatkan beasiswa.
Nah, itulah pengalaman dan tips dari Ganjar untuk para mahasiswa UIN Suka. Semoga ulasan tadi dapat memotivasi kamu untuk meraih mimpi kamu, Quipperian!
Penulis: Giri Widodo
Referensi
Wawancara dengan Ganjar Alfian