“Pengalaman adalah guru terbaik.” Kutipan kata bijak ini tepat menggambarkan pentingnya pengalaman yang dapat memberikan pelajaran bagi Quipperian untuk menjadi lebih baik. Namun, jika belum pernah mempunyai pengalaman mengikuti seleksi masuk universitas, bagaimana Quipperian bisa menerapkan strategi yang tepat untuk diterima di kampus impian? Well, salah satu caranya adalah dengan belajar dari pengalaman orang lain.
Nah, Quipper Video Blog berkesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan tiga mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen), nih. Ketiga mahasiswa berprestasi ini membagikan pengalaman mereka masuk Uncen tanpa tes atau jalur SNMPTN, mulai dari persiapan mendaftar sampai suka-duka menjalani peran baru sebagai mahasiswa Uncen. Siapa saja mereka? Simak liputan lengkapnya berikut ini.
Christin Julian – Jurusan Ilmu Hukum
Profil Uncen sebagai salah satu universitas terbaik di Provinsi Papua dan Papua Barat mendorong Christin Julian mencoba jalur SNMPTN untuk diterima sebagai mahasiswa Uncen. Sebagai salah satu siswa beprestasi di sekolah, nilai rapor Christin yang di atas rata-rata berhasil membuka kesempatan masuk Uncen tanpa harus mengikuti tes masuk, loh.
Sementara itu, sistem hukum Indonesia yang seringkali tercoreng dengan berbagai kasus korupsi dan pelanggaran kode etik menumbuhkan rasa keprihatinannya. Christin pun memilih jurusan Ilmu Hukum karena bercita-cita menjadi seorang jaksa yang berperan untuk menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia.
Selama menjadi mahasiswa Uncen, Christin mengaku masih banyak hal yang perlu dibenahi manajemen Uncen, khususnya mengenai kedisiplinan dan kesempatan untuk lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai event nasional dan internasional agar nama Uncen lebih dikenal masyarakat. Namun, komitmen Uncen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan tenaga pengajar membuatnya yakin almamater kebanggaannya ini akan mampu menjadi universitas unggul di masa depan.
Bela Karina – Jurusan Kedokteran
Tidak seperti program sarjana yang idealnya diselesaikan dalam waktu 4 tahun, Pendidikan Kedokteran adalah bidang ilmu yang memerlukan waktu lebih panjang untuk dapat memperoleh gelarnya. Mulai dari Program Sarjana Kedokteran, dilanjutkan dengan Program Profesi Dokter, kewajiban mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), sampai Program Spesialisasi harus ditempuh selama kurang lebih 8 tahun. Namun, tantangan tersebut tidak menghentikan mimpi Bela Karina untuk menjadi seorang dokter yang akan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Papua.
Untuk mewujudkan cita-citanya, Bela mencoba mendaftar sebagai mahasiswa Kedokteran Uncen melalui jalur SNMPTN. Keberhasilan diterima tanpa tes didukung oleh prestasi belajarnya yang tidak pernah menurun selama duduk di bangku SMA.
Jarak yang dekat dengan tempat tinggal, biaya masuk dan SPP per semester yang lebih terjangkau dibandingkan PTN lainnya adalah alasan Bela melanjutkan kuliah di Uncen. Apalagi, prioritas Pemerintah Daerah Papua untuk merekrut lulusan Uncen menjadi PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten, Kota, dan Provinsi semakin memantapkan langkahnya untuk menempuh pendidikan dokter di universitas yang terletak di Ibukota Provinsi Papua ini.
Menurut Bela, status mahasiswa memang identik dengan kebebasan berekspresi. Namun, ia berharap agar mahasiswa Uncen lebih bijaksana dalam menanggapi kebijakan kampus dengan tidak terlalu sering menggelar aksi demonstrasi. Selain dapat menganggu aktivitas belajar-mengajar di lingkungan kampus, demonstrasi juga berpotensi menyebabkan kericuhan dan merusak fasilitas umum mengingat lokasi kampus Uncen Abepura sebagai jalan protokol yang selalu ramai dilalui kendaraan dan pengguna jalan.
Angga Eriyawan – Jurusan Sastra Indonesia
Satu lagi mahasiswa Uncen yang berhasil diterima melalui jalur SNMPTN. Saat ini, Angga Eriyawan tercatat sebagai mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) Universitas Cenderawasih tanpa harus mengikuti seleksi masuk, loh. Kesempatan ini berhasil diperoleh setelah hasil rapor selama duduk di bangku SMA membuktikan bahwa Angga termasuk dalam siswa berprestasi di sekolahnya.
Ketertarikan dan kemampuan dalam bidang Bahasa sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan cita-cita Angga yang ingin menjadi seorang pilot. Namun, ia menganggap jurusan kuliah bukan satu-satunya penentu pilihan karier di masa depan karena keahlian dapat dikembangkan sewaktu-waktu asal ada kemauan dan kesempatan.
Sejauh ini, Angga sangat menikmati hari-harinya sebagai mahasiswa Uncen yang disibukkan dengan jadwal kuliah, tugas, presentasi, persiapan ujian, dan kegiatan kemahasiswaan lainnya. Ia bangga dapat menjadi bagian dari keluarga besar sivitas akademika yang telah berhasil mencetak alumni membanggakan dan berkontribusi untuk negeri. Salah satunya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabinet Kerja, Yohana Yembise yang merupakan lulusan Sastra Inggris Universitas Cenderawasih tahun 1985.
Angga berharap Uncen dapat terus meningkatkan kualitasnya dari segi sarana dan prasarana pendidikan, staf pengajar yang kompeten, serta kurikulum yang mumpuni untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Nah, semoga pengalaman yang dibagi ketiga mahasiswa Uncen ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi Quipperian yang akan mengikuti seleksi masuk Universitas Cenderawasih, ya. Siapa tahu kalian berkesempatan untuk bertemu langsung dengan mereka yang nantinya berstatus sebagai kakak senior di Universitas Negeri tertua di Papua ini.
Bagi Quipperian yang berencana mengikuti seleksi masuk melalui jalur SNMPTN, pendaftaran akan segera dibuka mulai tanggal 21 Februari sampai 6 Maret 2017. Pastikan kalian berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melengkapi proses pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDDS) yang berisi rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa.
Jangan lewatkan artikel Quipper Video Blog lainnya yang mengupas tentang persyaratan dan tips mengikuti SNMPTN Uncen, ya.
Penulis: April Sirait
Referensi
Wawancara Langsung Mahasiswa Uncen
- Christin Julian
- Bela Karina
- Angga Eriyawan