
Sumber: http://bkk.fajar.co.id
Banyak Quipperian yang mungkin masih asing dengan kampus yang satu ini. Maklum saja, selain karena kurang pemberitaan, kampus ini juga belum bisa disandingkan dengan kampus-kampus tersohor di Indonesia. Tapi, bukan berarti tak familiar lantas tidak berkualitas. Kampus ini punya beberapa jurusan unggulan yang bisa jadi pilihan alternatif kalian dalam memilih tempat kuliah.
Nah, agar bisa menilai secara objektif, bagaimana kalau kamu berkenalan dulu dengan kampus yang satu ini?
Sejarah singkat Universitas Halu Oleo
Universitas Halu Oleo terletak di Sudut Tenggara Pulau Sulawesi. Kampus ini pada awalnya merupakan perguruan tinggi swasta yang masih berdiri di bawah binaan Universitas Hasanuddin. Nah, setelah tujuh belas tahun berdiri, pada tanggal 19 Agustus 1981 pada akhirnya kampus ini diresmikan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan nama Universitas Haluoleo (Unhalu). Peresmian tersebut sekaligus menandai berdirinya PTN ke-42 di tanah air.
Pada awal diresmikan, kampus ini baru memiliki lima fakultas. Setelah dua tahun diresmikan, dimulailah pembangunan Universitas Halu Oleo di atas lahan seluas 250 Hektar. Pembangunan kampus yang ini pada akhirnya bisa dirampungkan setelah sepuluh tahun. Menandai rampungnya pembangunan area kampus ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang pada saat itu dijabat oleh Bapak Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro melakukan penandatanganan prasasti sebagai bentuk peresmian Universitas Halu Oleo pada tanggal 4 April 1994.
Quipperian pasti penasaran kan dengan nama kampus yang satu ini. Nah, Kata “Haluoleo” sendiri diambil dari nama salah satu raja yang pernah memimpin Kerajaan Konawe. Kerajaan Konawe adalah salah satu kerajaaan di Sulawesi Tenggara yang membentang paling luas di antara kerajaan-kerajaan di pulau Sulawesi lainnya. Menurut sejarahnya, Haluoleo dikenal sebagai pemimpin yang bijak dan berjiwa ksatria serta gigih membela tanah air. Maka dari itu, namanya diabadikan melalui penamaan kampus ini.
Secara harfiah Haluoleo berarti delapan hari dalam bahasa Tolaki (salah satu bahasa daerah di Sulawesi Tenggara). Menurut Prof. Dr. H. Abdurrauf Tarimana bahwa secara filosofi “Haluoleo” mengandung pengertian delapan penjuru mata angin dan oleh Prof. Usman Rianse dikatakan bahwa hal tersebut merupakan suatu visi global yang menjadi spirit dari UHO, dari dan menuju ke delapan mata angin. Seluruh civitas akademika harus berkontribusi positif memakmurkan bumi dan umat manusia.
Pada tahun 2012, penulisan nama kampus ini diubah berdasarkan kesepakatan para petinggi universitas. Penulisan Universitas “Haluoleo” diubah menjadi “Halu Oleo”. Pergantian cara penulisan tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa kata “Haluoleo” sangat sulit untuk dieja oleh masyarakat di luar Provinsi Sulawesi Tenggara. Sehingga, dengan pertimbangan agar lebih mudah dalam pengucapannya, “Universitas Haluoleo” kini berganti ejaan menjadi “Universitas Halu Oleo” dengan singkatan UHO.
Jumlah Fakultas di UHO
Saat ini Universitas Halu Oleo memiliki sebelas fakultas dengan yang ditambah beberapa jurusan diploma dan pascasarjana. Pesatnya pembangunan UHO sendiri tidak lepas dari bantuan pihak pemerintah Arab Saudi yang setuju untuk memberikan bantuan Soft-Loan atau pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia melalui Islamic Development Bank, Jeddah, yang realisasinya telah dimulai sejak tahun 2005. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendirikan delapan gedung baru bertaraf internasional dan merehabilitasi sebelas gedung lainnya. Fasilitas gedung tersebut saat ini bisa dinikmati oleh mahasiswa Universitas Halu Oleo.
Sumbangsih Kampus UHO
Dikutip dari laman resminya, sampai hari ini Universitas Halu Oleo secara aktif memberi sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan 1.528 desa, 67 kecamatan, 4 kabupaten, 2 kotamadya dan 1 kota administratif yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara. Termasuk pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara yang mencapai 2,72% per tahun, jauh di atas pertumbuhan rata-rata penduduk nasional yakni; 1,92. Saat ini penduduk Sulawesi Tenggara berjumlah 1,72 juta jiwa yang sebagian besar bermukim di pedesaan. (sumber:http//:uho.ac.id)
Visi dan Misi UHO
Visi
“Pada tahun 2020, Universitas Halu Oleo menjadi perguruan tinggi yang maju, bermartabat, berbudaya akademik dalam membentuk SDM cerdas komprehensif secara berkelanjutan.”
Misi
- Mengembangkan pendidikan berbasis riset dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sehingga lulusannya mampu bersaing, dan beradaptasi dalam kancah global.
- Mengembangkan penelitian unggulan yang berorientasi pada publikasi dan perolehan hak paten.
- Menerapkan hasil-hasil penelitian dan produk unggul lainnya bagi kesejahteraan institusi, masyarakat, dan kemajuan IPTEKS.
- Menguatkan sistem tata kelola universitas yang transparan dan akuntabel sehingga mampu memberikan layanan prima dalam pendidikan.
- Mengembangkan potensi mahasiswa di bidang penalaran, olahraga, seni budaya, dan kewirausahaan, untuk membangun citra Universitas Halu Oleo di tingkat nasional dan internasional.
- Mengembangkan lingkungan universitas yang nyaman, aman, dan berwawasan lingkungan.
- Meningkatkan kualitas pelaksanaan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi untuk menjamin kepastian layanan kepada stakeholders.
Alamat lengkap
Kampus Hijau Bumi Tridharma
Anduonou Kendari, 93132
Telp: 0401-3190105
Fax: 0401-3194108
Email: [email protected]
Website UHO
Bagi yang butuh informasi lebih jauh tentang Universitas Halu Oleo, kalian bisa langsung mengunjungi websitenya di www.uho.ac.id. atau kalian bisa bergabung dengan laman facebooknya di https://www.facebook.com/InfoMabaUHO/.
Nah, bagaimana? Apa kamu tertarik untuk melanjutkan kuliah di sini? Bagi kamu yang tertarik untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi ini, kamu bisa menempuh jalur ujian masuk PTN yang resmi diadakan oleh pemerintah baik dari tes SNMPTN, SBMPTN, maupun SLMPTN.
Itulah beberapa informasi mengenai Universitas Halu Oleo yang bisa Quipper Video Blog bagikan kali ini. Semoga bisa menjadi sumber referensi bagi kamu dalam menentukan universitas tujuan untuk melanjutkan pendidikan. Terus semangat ya, Quipperian!
Penulis: Asep Anugrah