Mengenal Shinta Oktavia, Alumni UNJA Berprestasi

Mengenal Shinta Oktavia, Alumni UNJA Berprestasi

Halo Quipperian, UN dan ujian masuk perguruan tinggi akan kalian hadapi, kalian masih sibuk belajar? Hal tersebut pasti membuat otak kalian jenuh dan penat. Untuk me-refresh dan mengembalikan semangat kalian, kali ini Quipper Video Blog akan mengulas tentang satu alumni UNJA yang cantik, supel, dan berprestasi. Simak ya!

Profil Singkat Shinta Oktavia

Namanya Shinta Oktavia, lahir di Muaro Bungo, 18 Oktober 1992. Setelah tamat dari SMA 1 Muaro Bungo, dia meneruskan pendidikannya di Universitas Jambi, tepatnya di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sejak tahun 2010. Shinta berhasil lulus tepat waktu dengan menempuh perkuliahan selama 8 semester atau 4 tahun.  

Putri dari Bapak M. Yoyong dan Ibu Sukamti ini semula mencoba masuk lewat jalur SPMB (SBMPTN sekarang, ̶ pen.) tetapi mengalami kegagalan. Shinta tidak menyerah, setelah itu dia tetap berusaha masuk UNJA dengan jalur mandiri. Kegigihannya ini akhirnya membuat Shinta berhasil masuk menjadi mahasiswa UNJA.

Saat masuk dalam dunia perkuliahan, Shinta merasa bahwa dunia perkuliahan merupakan dunia yang sangat berbeda dari masa SMA. Di jenjang perkuliahan, ia dituntut untuk mandiri. Jauh dari orangtua, mengatur keuangan sendiri, menjaga lingkungan pergaulan, dan lainnya. Ketika kuliah lingkungan pergaulan juga semakin meluas, tentu ada tuntutan untuk bersosialisasi, bukan hanya dengan sesama mahasiswa namun juga dengan masyarakat. Bagi Shinta, inilah masa yang tepat untuk mendewasakan diri, mengatur semuanya sendiri, memilih teman, dan tetap berusaha menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu.

Kegiatan Shinta di Kampus

Wanita yang lahir 24 tahun lalu ini sangat aktif di perkuliahan S1-nya. Ia memang sudah aktif di berbagai kegiatan sejak semasa SMA. Shinta menjadi pengurus OSIS selama 1 periode, saat itu ia menjabat sebagai seksi Budi Pekerti Luhur. Shinta juga dua kali terpilih menjadi perwakilan Bungo dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geologi. Saat S1, Shinta aktif mengikuti salah satu UKM di UNJA, yaitu UKM Feast.

UKM yang merupakan English Club ini membantu mengembangkan ilmu kebahasaan Shinta.  Berkat ini pula Shinta terpilih menjadi perwakilan UNJA di kancah perlombaan pidato Bahasa Inggris antarkampus di Sumatera, yang pada saat itu diadakan di Universitas Lampung.

Selama menjalani perkuliahan, selain belajar dan aktif dalam UKM, Shinta juga bekerja sampingan menjadi guru privat Bahasa Inggris selama 4 tahun. Selama mengajar, ia mendapat banyak pengalaman yang memang tidak bisa didapat di kelas selama perkuliahan. Shinta yang memang mengambil program studi pendidikan ini merasa bahwa dengan melakukan praktik pengajaran secara langsung bisa menambah pengetahuan-pengetahuan di bidang yang diajarkan. Bagi Shinta saat mengajar sesungguhnya ia belajar.

Selain itu, perempuan yang aktif menulis di blognya @catatankecil/medium, selama melakukan pekerjaan sebagai private tutor Bahasa Inggris, ia juga mendapat pengalaman dan ilmu baru, seperti bisa mengenal ragam karakter peserta didik. Hal tersebut, menurut Shinta, merupakan poin penting saat menjadi guru. Beda karakter, tentu beda pula metode mengajarnya.

Shinta yang lulus dari SMP Muaro Bungo pada tahun 2007 ini mampu menyelesaikan studinya dengan lancar dan tepat waktu. Saat mengerjakan tugas akhir S1-nya pun Shinta tidak mengalami kendala yang berarti, bahkan ia mampu mengerjakannya dalam waktu 4 bulan saja! Hebatnya, dengan waktu yang sesingkat itu Shinta tetap mampu mendapatkan hasil yang memuaskan, lho.

Kuliah di Luar Negeri

Wanita cantik lulusan SD 101 Muaro Bungo ini, sejak 2015 sampai sekarang berstatus mahasiswa S2 Central Luzon State University di Filipina. Ia mengambil Jurusan Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Seni. Harapan Shinta bahwa setelah selesai S2 dia bisa mengajar di almamater S1 nya, yaitu Universitas Jambi.

Sejak kuliah S1, Shinta sudah bertekad dan berdoa untuk melanjutkan perkuliahan S2 di luar negeri. Shinta bersyukur bahwa harapan dan doanya terkabul. Ia diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri di jurusan yang memang menjadi minatnya. Mungkin orang akan bertanya-tanya, mengapa S2-nya tidak linier dengan jurusan ketika S1.

Ada cerita menarik di balik itu. Sebenarnya justru ketika akan kuliah S1 dulu, Shinta lebih tertarik dengan dunia sastra. Akan tetapi  orangtuanya hanya mengizinkannya melanjutkan pendidikan di UNJA, sedangkan  di UNJA tidak ada jurusan Sastra Inggris. Shinta pun memilih Jurusan Pendidikan. Faktor lain dari pemilihan tersebut juga karena Shinta berpikir bahwa prospek kerja sebagai pendidik lebih besar. Kemudian saat diberi kesempatan S2, Shinta tanpa ragu mengambilnya dan memilih Jurusan Sastra yang telah lama diidamkannya. Shinta mampu melakukannya karena berpegang pada prinsipnya, yaitu mencoba hal baru dengan hadiah ilmu baru.

Nah, itulah sedikit ulasan tentang salah satu alumni dari Universitas Jambi. Semoga cerita dari Shinta Oktavia tersebut mampu memberikan inspirasi bagi kamu untuk selalu berprestasi, baik akademik maupun nonakademik. Patut dicatat, Quipperian, untuk meraih prestasi, kalian tidak cukup dengan belajar di perkuliahan saja, tetapi harus diimbangi juga dengan aktivitas di organisasi.

Belajar dari kisah Shinta, ilmu yang didapat di perkuliahan masih belum cukup untuk menjadi bekal yang akan sangat berguna di masyarakat kelak. Pengalaman-pengalaman saat di organisasi itulah yang akan menuntunmu mendapat masa depan yang lebih cerah. Sekarang mulailah langkah suksesmu dengan belajar sebaik mungkin untuk menghadapi UN dan ujian masuk perguruan tinggi. Semangat dan tetap berprestasi, Quipperian!

Penulis: Eva Lestari

Sumber: Hasil wawancara dengan Shinta Oktavia, alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jambi tahun 2014



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar