Bicara tentang kualitas sebuah kampus, tentu tak terlepas dari lulusan yang dihasilkannya. Semakin banyak kampus yang memiliki lulusan orang-orang yang hebat atau ternama, semakin harum pula nama dari kampus tersebut.
Pada kesempatan kali ini, Quipper Video Blog akan mengulas salah satu alumni sukses UPNVY yang sekarang berdomisili di Jerman. Siapakah dia? Yuk, kenalan lebih dekat, Quipperian!
Profil Singkat Tentang Kehidupan dan Pendidikannya
Ferizal Ramli merupakan alumni UPNVY yang dilahirkan di Jakarta, pada tanggal 2 Sepetember 1971 dari pasangan Ramli Zulkifli dan Rosnani Amazy. Ia dibesarkan dalam tradisi keluarga Islam Minangkabau yang kuat, fundamental dalam berprinsip, moderat dalam bersikap, dan liberal dalam berpikir. Hal inilah yang membuatnya menjadi pribadi yang tangguh dalam mengarungi kehidupan.
Ferizal Ramli menyelesaikan sarjana Manajemen di UPNVY sekaligus menyelesaikan sarjana Akuntansi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Saat menjadi mahasiswa di Yogyakarta, ia tercatat pernah menjadi Ketua Umum Koperasi Mahasiswa (Kopma) UPNVY dan aktif dalam beberapa kegiatan lainnya di kampus.
Bagi Ferizal Ramli, Yogyakarta adalah kota yang istimewa dan mempunyai kesan yang mendalam dibandingkan kota lainnya. Di sinilah, ia mengenyam bangku pendidikan tinggi dan juga bertemu dengan Nanik Dwi Haryanti yang akhirnya menjadi pendamping hidupnya. Saat ini, ia dikaruniai dua orang putri, yaitu Nawwara Zahra Ferizal dan Naura Zhafira Ferizal.
Setelah menyelesaikan dua gelar sarjananya, Ferizal melanjutkan belajar di Jerman. Sama seperti saat mengambil program sarjana, ia tidak puas hanya dengan satu gelar master. Ia pun mengambil dua keahlian, yaitu Program Master of Computer Science in Business Consulting Hochshule Furtwangen dan Program Master of Arts in Daten- uns Informations Management di Universitas Hamburg. Di kedua universitas tersebut, Ferizal mempelajari secara mendalam Standard Software SAP.
Saat ini, Ferizal Ramli berdomisili di Hamburg, Jerman. Ia berprofesi sebagai Consultant for management, System Integration and SAP, System Standard Software di Jerman.
Ferizal Ramli adalah seorang yang mempunyai segudang kompetensi. Kompetensi utama yang dimilikinya yaitu terkait dengan konsep Accounting dengan beberapa metode seperti US GAAP, IFRS dan HGB. Selain itu, ia juga mempunyai keahlian dalam bidang Business Process Design.
Karir
Ferizal Ramli adalah orang yang gigih dan pekerja keras. Hal ini bisa dilihat dari pengalamannya di berbagai institusi di Yogyakarta, baik itu di universitas maupun di perusahaan multinasional. Ia pernah menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, STIMIK Amikom, STIE YKP, AMA Yogyakarta dan Abhiseka College. Selain itu, ia juga pernah menjadi instruktur dan peneliti di tempat ia menempuh gelar masternya dulu yaitu di Hochschule Furtwangen.
Ia juga pernah bergabung di Mitsubishi Heavy Industries, Ltd., T-Systems International GmbH, Otto Versandt GmbH & Co. KG., Acent AG , Cirquent GmbH a company of NTT Data and BMW Group, Benteler International AG, Clariant SE, dan juga merintis usaha membangun konsultan SAP di Jerman. Selain itu, ia pernah menjadi kontributor internasional pada harian Jurnal Nasional.
Suka Berbagi
Kesuksesan Ferizal di negeri seberang juga tidak disimpan sendiri. Ferizal menuangkan apa yang bisa ia bagi dengan orang lain dalam blog-nya di ferizalramli.wordpress.com. Ia juga pernah berpengalaman menjadi ketua organisasi Ikatan Ahli Sarjana Indonesia-Jerman.
Salah satu tugas dari organisasi ini adalah untuk menjembatani hubungan antara Indonesia dan Jerman dalam bidang pendidikan, penelitian, dan beberapa bidang lainnya. Dalam beberapa tulisan di blog-nya, Ferizal juga menuliskan informasi seputar studi di Jerman.
Menurut Ferizal, ada tujuh alasan utama mengapa orang Indonesia harus melanjutkan kuliah di Jerman.
- Ada sekitar 375-an perguruan tinggi di Jerman yang semuanya mempunyai kualifikasi mutu secara merata dan memiliki kualitas yang baik.
- Jerman terkenal dengan kecanggihan teknologi dan sains. Dalam hal ini, tercatat ada lima “Nabi Ilmu Sosial” yang berasal dari didikan Jerman, yaitu: Martin Luther, Johann Wolfgang Goethe, Karl Mark, Frederick serta Rudolf Steiner. Dalam bidang ekonomi pun Jerman memimpin di dunia. Selain itu, Jerman juga terdepan dalam bidang filsafat, seni dan sosial. Semua pasti tahu Mozart adalah seorang komposer besar yang berasal dari Jerman.
- Biaya kuliah di Jerman nyaris GRATIS. Meskipun berbayar, biayanya sangat ringan. Bahkan untuk program S3, kamu malah akan digaji.
- Bagi lulusan Indonesia yang sekolah di Jerman, kamu bisa mengikuti program ZAV yang merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Jerman dan Indonesia. Lulusan Indonesia yang mengikuti program ini akan dicarikan kerja dan mandapatkan subsidi 600 euro/bulan selama dua tahun, selain mendapatkan gaji dari pemerintah indonesia. Jika ingin kembali ke Indonesia, pekerjaan pun sudah siap menanti di tanah air.
- “Jika kamu anak orang kaya, asal punya uang pasti bisa lulus kuliah!” Tentu kita sering mendengar kalimat ini di Indonesia. Tetapi, tidak ada kasus seperti ini di Jerman. Mahasiswa yang bisa lulus kuliah di Jerman adalah mereka yang benar-benar berkualitas dan bisa mengikuti sistem pendidikan di sana.
- Jerman membuka kesempatan seluas-luasnya bagi lulusan yang mempunyai kualitas baik untuk berkarir di Jerman.
- Beasiswa yang besar. Jerman menyediakan beasiswa untuk 5.000 orang indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan S3 di sana.
Bagaimana Quipperian, cukup menginspirasi bukan alumni yang satu ini? Apakah kamu tertarik untuk melanjutkan studi ke Jerman setelah lulus dari UPNVY nantinya? Segudang info beasiswa luar negeri juga tersedia di UPNVY. Jadi jangan khawatir, Quipperian! Yang penting, belajar yang rajin ya!
Penulis: Giri Widodo
Referensi
https://ferizalramli.wordpress.com
