Muda dan Penuh Energi, Simak Interview Bersama 3 Mahasiswa IPB Ini

Muda dan Penuh Energi, Simak Interview Bersama 3 Mahasiswa IPB Ini

Menjadi mahasiswa adalah sebuah babak kehidupan baru bagi seorang pelajar. Menjadi mahasiswa dituntut lebih untuk belajar mandiri, tidak seperti siswa yang masih selalu menunggu instruksi seorang guru.

Quipperian, mahasiswa di kampus sekelas IPB ternyata tidak melulu bercerita tentang perkuliahan dengan tugas yang seabrek. Ternyata tiga sahabat Quipper ini berbagi pengalamannya selama berkuliah di IPB. Yuk kita simak bersama tiga cerita mahasiswa IPB berikut ini.

Windy (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Angkatan 52)

Sahabat terakhir yang akan berbagi cerita dengan Quipperian adalah Windy Anggraini Nainggolan yang tercatat sebagai mahasiswa semester 3 di departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, angkatan 52. “Namanya kuliah pasti dibanjiri tugas setiap minggu. Apalagi IPB terkenal dengan kegiatan akademik yang padat setiap minggu. Mulai dari tugas mandiri, laporan, presentasi, dan kuis,” kata WIndy.

Windy menambahkan, “Selama kuliah saya banyak belajar. Dulu di tingkat 1 (TPB) saya masih belajar pelajaran SMA sering disebut belajar pelajaran SMA kelas 4. Kini di departemen SKPM, saya belajar banyak mengenai kehidupan sosial manusia secara mendalam. Di semester ini saya mendapat lima mata kuliah dari SKPM, yaitu antropologi sosial, komunikasi kelompok, ilmu penyuluhan, sosiologi pedesaan, dan pengantar ilmu kependudukan.”

Windy pun meluangkan waktu untuk mengikuti UKM seni yang paling terkenal di IPB: Paduan Suara Agria Swara. “Kenapa sangat dikenal? Karena kita sudah mencetak banyak prestasi di tingkat nasional dan internasional. Hehe…”

Mahasiswa yang masuk lewat jalur SNMPTN ini mengamini bahwa banyak tantangan dan hambatan dan tantangan yang dialami sepanjang kuliah. “Di antaranya sulitnya membagi waktu dan fokus antara kuliah, UKM, dan kegiatan di luar kampus.

Meski begitu, Windy sangat menikmati dan punya kesan tersendiri selama berkuliah di departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. “Saya bisa berkenalan dengan teman-teman dari seluruh daerah di Indonesia sehingga menambah pengetahuan mengenai budaya mereka. Hal yang tak kalah berkesan adalah saat saya berkesempatan mengikuti kompetisi paduan suara internasional di Londenderry, Irlandia Utara, dan mengadakan konser budaya Indonsesia di London.”

Pekerjaan impian di masa depan, Windy bercerita ia ingin berkarir di dunia seni dan bermimpi menjadi duta besar Indo di wilayah-wilayah Eropa. Luar biasa, semoga Windy bisa meraih mimpinya ya.

Muda dan Penuh Energi, Simak Interview Bersama 3 Mahasiswa IPB Ini

Fani (Agribisnis, Angkatan 52)

Sahabat kita ini tak ragu bercerita tentang masa kuliah dan kegiatannya mengecap bangku kuliah jurusan Agribisnis selama tiga semester di IPB. “Agribisnis di IPB, diajarin tentang kewirausahaan atau bisnis di bidang pertanian. Pertaniannya ini lebih ke pertanian tropika, karna Indonesia itu negara Tropis. Tapi, untuk di IPB sendiri, Agribisnis masuk ke Fakultas Ekonomi, karena fokus di wirausahanya,” ucap Fani. 

Gadia yang masuk IPB tahun 2015 itu juga menceritakan tentang beban tugasnya. “Selama di semester 3, tugas masih belum begitu banyak sih kalau di jurusan aku. Biasanya, tugas banyak di dua minggu sebelum UTS atau sebelum UAS.”  

Tak hanya sibuk kuliah, Fani ternyata juga aktif di beberapa organisasi dan UKM kampus. “Kalau UKM, aku ikut UKM Keagamaan, PMK IPB. Kalau organisasinya, aku masuk di Keanggotaan Paguyuban KSE IPB. KSE IPB itu perkumpulan beaswan (penerima beasiswa) KSE (Karya Salemba Empat) di IPB,” kata Fani.

Quipperian, cewek yang masuk IPB lewat jalur SBMPTN ini ternyata sudah punya rencana kariernya mendatang. “Rencana aku sih cari kerja, kayak di perusahaan investment gitu atau di bank, yang berbau bau ekonomi,” ujar Fani. Di akhir wawancara, Fani menyisipkan pesan kalau berkuliah di IPB, khususnya di Agribisnis, asyik, mahasiswanya saling merangkul dan saling peduli.

Muda dan Penuh Energi, Simak Interview Bersama 3 Mahasiswa IPB Ini

Atia (Proteksi Tanaman, Angkatan 50)

Sahabat Quipper berikutnya yang ingin berbagi cerita adalah Atia yang saat ini sedang berkuliah semester 7 di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB. Atia rupanya punya cerita menarik ketika awal memilih jurusan studinya. “Awalnya ngambil jurusan proteksi tanaman di IPB sebenarnya aku kekurangan info tentang apa sebenarnya jurusan itu, tahunya ya tentang pengendalian penyakit tanaman aja. Karena dulu waktu SMA kurang dapat deskripsi jelas tentang jurusan ini,” tutur Atia mengawali perbincangan.

Ia dan kawan satu angkatan harus memulai dari yang disebut Tingkat Persiapan Bersama (PKKU). “Masa itu sebenarnya kita ngulang pelajaran SMA lagi. Tujuan (PKKU) memang untuk penyetaraan seluruh mahasiswa baru yang mungkin standar pelajaran SMA-nya beda-beda, biar setara dan siap buat kuliah di IPB,” kata Atia. Di saat itulah ia dan kawan-kawan dituntut untuk cepat beradaptasi. Tahun kedua atau mulai semester 3 barulah Atia dan kawan-kawan masuk departemen masing-masing.

Bicara soal suka-duka, “Selama kuliah banyak suka duka, apalagi kuliahnya di IPB yang jelas sekali banyak tugas laporan sana-sini. Tapi tetep banyak senangnya karena kita punya banyak pengalaman baru,“ ucap perempuan yang sedang menyusun skripsi ini.

“Di departemen Proteksi Tanaman, kita belajar dan mengenal hama-hama dari tanaman, belajar menghafal nama Latinnya, belajar mengenal bioekologi dari hama-hama, serta cara pengendaliannya. Kami juga belajar penyakit-penyakit tanama dan diakibatkan oleh virus atau bakteri atau, juga apa gejalanya,” ujar gadis yang akrab disapa Tia ini.

Di sela-sela kuliah dan skripsi, Tia ternyata masih sempat ikut UKM dan organisasi loh, yaitu UKM beladiri silat Merpati Putih dan himpunan kemahasiswaan jurusan. Disinggung rencana kariernya ke depan, Tia menjawab ia ingin menjadi PNS. “Pengen sih ngikutin arahan dari jurusan, kayak jadi pegawai Kementrian Pertanian atau di Badan Karantina.”

Tak lupa Atia mengajak calon mahasiswa untuk memilih departemen Proteksi Tanaman. “Alasan harus pilih Proteksi Tanaman? Pertama, dosennya asyik-asyik, pokoknya enak deh bisa diskusi tukar pikiran dan lain-lain. Kedua, walau kurang terkenal yang pasti jurusan ini sebenarnya ngejanjiin banget buat masa depan. Kenapa? Karena harus diingat kita negara agraris. Dokter tanaman sangat dibutuhkan. Ketiga, karena jurusan ini ada di IPB dan kalau udh masuk IPB, dijamin banyak pengalaman seru yang bisa didapat,” ujar Atia.

Penulis: Hotnida Sary

Referensi:

  • Wawancara 1: mahasiswi IPB, Fani jurusan Agribisnis, Angkatan 52
  • Wawancara 2: mahasiswi IPB, Atia jurusan Proteksi Tanaman, Angkatan 50
  • Wawancara 3: mahasiswi IPB, Windy jurusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Angkatan 52


Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang