Sederet Alumni Universitas Lampung, dari Penulis hingga Jaksa Agung

Sederet Alumni Universitas Lampung, dari Penulis hingga Jaksa Agung
Prosesi wisuda di Universitas Lampung (Credit: http://www.fkip.unila.ac.id)

Ada yang bilang, kualitas suatu perguruan tinggi bisa dilihat dari prestasi yang diraih alumninya. Sebagai universitas yang sudah lama berdiri, Universitas Lampung (Unila) juga mempunyai banyak alumni yang berprestasi di berbagai bidang lho. Yuk, kita lihat siapa saja mereka. Siapa tahu, Quipperian bisa terinspirasi untuk mengikuti jejak mereka.

Bayu Pramono, penulis dengan segudang aktivitas

Walaupun belum lama menjadi alumni Unila, penulis yang meraih gelar sarjana sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini sudah menghasilkan karya yang diangkat dari pengalaman pribadinya.

Bayu menulis buku “Jejak Sang Mahasiswa” yang terinspirasi dari latar belakang dirinya yang berasal dari keluarga broken home dan merantau dari Lubuk Linggau ke Bandar Lampung untuk kuliah. Semasa di kampus ia berjuang menjadi pengusaha muda dan organisatoris namun  harus kehilangan ibunya yang meninggal sebelum ia lulus kuliah. Meskipun demikian, ia berhasil  menjadi lulusan terbaik Unila tahun 2013.

Pria kelahiran 1992 ini sekarang sedang mengembangkan bisnis propertinya, yaitu perumahan 165 di Jakarta. Ia juga menjadi konsultan properti, pemilik bisnis becak mini di PKOR Way Halim, dan aktif sebagai dosen kewirausahaan LP3I Ciputat, Guru Ekonomi Bimbel Islam Salemba Plus, dan founder sekaligus Trainer di Indonesia Spirit Institute (ISI).

Rifian Al Chepy, seniman teater dan pendidikan inklusi Kota Metro

Rifian Al Chepy merupakan lulusan FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Unila.  Ketika masih mahasiswa, dia juga sangat aktif di sejumlah organisasi, gemar mengorganisir massa, orasi, baca puisi, dan menyanyi.

Pada tahun 1992 ia membentuk Teater Kurusetra UKMBS Unila bersama Iswadi, Panji dkk dan menjadikan UKM ini paling banyak peminatnya di tahun 1995. Kini bapak tiga anak ini menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Metro (DKM) dan Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Dikbudpora kota Metro.

Di samping menjadi pengurus DKM, ia juga mengurusi penyandang difabel yang berusia sekolah dengan menjadi ketua Pokja Pendidikan Inklusi Metro yang dilantik oleh perwakilan Unesco. Pendidikan Inklusi di Metro bahkan menjadi model pendidikan inklusi pertama di Lampung.

H. Umar Ahmad, SP, bupati Tulang Bawang Barat

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) angkatan 2004 ini adalah Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat yang menjabat dari tahun 2011. Sebelumnya, ia adalah wakil bupati yang berpasangan dengan bupati Bachtiar Basri.

Di kalangan aktifis kampus Unila, nama Umar Ahmad sudah banyak dikenal. Umar Ahmad juga pernah menjabat sebagai Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila. Selanjutnya secara berturut-turut ia menjadi sekretaris Asosiasi Pertanian Ubi Kayu Lampung serta Ketua Bidang di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bandar Lampung. Di dunia politik, Umar Ahmad dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Tulang Bawang sebelum pemekaran wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Tulang Barat.

Alimin Abdullah, ahli perminyakan yang terjun ke dunia politik

Almamater Fakultas Pertanian Universitas Lampung tahun 1968–1972 ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Alimin Abdullah masuk dalam tim persiapan pembentukan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI). Pada saat ini IATMI memiliki lebih dari 2.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dan 12 negara di seluruh dunia.

Ia juga memprakarsai berdirinya PT. BPR Amal Salman yang lebih dikenal dengan nama BPR Al Salaam pada tanggal 9 Oktober 1991 yang ditujukan untuk membantu perekonomian masyarakat. Karier politik Alimin Abdullah dimulai ketika ia bergabung menjadi anggota Partai Amanat Nasional.

Setelah menjadi Bendahara Umum DPP PAN pada tahun 2004–2005, ia menjabat sebagai Ketua DPP PAN Badan Kepemudaan dan Olah Raga (Bapora) tahun 2005-2010 dan menjabat sebagai anggota legislatif Komisi VII dari fraksi Partai Amanat Nasional periode 2009–2014.

Komisaris Besar (Kombes) Rudy Heriyanto Adi Nugroho, Dirkrimum pertama dari non-Akpol

Pria kelahiran Jakarta, 17 Maret 1968 ini tercatat sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) dengan predikat cumlaude. Ia bertugas selama 16 tahun di Divisi Hukum Polri dan melayani 11 Kapolri dan ini membuat pengetahuan dan kepiawaian Kombes Rudy Heryanto Adi Nugroho dibidang hukum semakin baik. Tak heran jika dia sering disebut sebagai advokatnya Kapolri.

Baru-baru ini, ia didaulat Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya dan menjadi Dirkrimum pertama yang berasal dari non-AKPOL. Sebelumnya, ia dipercaya menjadi Kapolres Cimahi tahun 2010 dan membawa jajarannya meraih Anugerah Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  

M.Prasetyo, Jaksa Agung Kabinet Kerja

Lulusan fakultas Hukum Unila (1971) ini mulai menjabat sebagai Jaksa Agung pada tanggal 20 November 2014. Karirnya di dunia kejaksaan dimulai sejak tahun 1973 dengan menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan dan Materiil di Bengkulu. Ia sempat berpindah tugas ke Jayapura, Wamena, Bekasi, Jember, Jakarta Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, NTT, dan Sulawesi Selatan.

Prasetyo memasuki dunia politik dengan menjadi kader Partai Nasional Demokrat. Ia terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019 mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah II dengan 51.999 suara dan duduk di komisi III. Namun, seiring penunjukannya sebagai Jaksa Agung, ia mengundurkan diri dari DPR RI dan Partai Nasional Demokrat pada tanggal 20 November 2014.

Penulis: Dwi Pravita Ganatri

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Umar_Ahmad

http://www.tulangbawangbaratkab.go.id

https://id.wikipedia.org/wiki/Rudy_Heriyanto_Adi_Nugroho

http://beritabatavia.com

http://www.wartaseni.com

https://quick-count-pilkada.blogspot.co.id



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang