Sosok Inspiratif yang Membanggakan Almamater Universitas Bengkulu!

Sosok Inspiratif yang Membanggakan Almamater Universitas Bengkulu!
Vivi bersama anak-anak Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sewaktu menjadi Pengajar Muda (sumber pribadi: milik Vivi)

Quipperian pasti sudah familiar kan dengan pentingnya memiiki kemampuan Bahasa Inggris yang baik untuk dapat bersaing di era global? Sama halnya dengan Universitas Bengkulu (Unib) yang betul-betul menggarap serius Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) sehingga banyak mahasiswanya yang berhasil berprestasi dan bahkan bisa mewakili Indonesia di kancah internasional. Prestasi yang diraih pun sangat beragam jenisnya, dari mulai prestasi di bidang akademik, ekstrakurikuler, hingga di bidang seni dan budaya. Nah, siapa saja ya lulusan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dari Unib yang go international ini? Yuk kita cari tahu sama-sama.

Mengenal Valisneria Utami

Valisneria Utami adalah alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Unib angkatan 2006. Perempuan yang akrab disapa Vivi ini lahir di Bengkulu, 23 Maret 1989. Selama menjadi mahasiswa, Vivi tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (Himagris)/English Student Association (EDSA) dan aktif di sejumlah kegiatan di dalamnya.

Ia sangat menikmati hari-hari selama menjadi bagian dari keluarga EDSA. Diakuinya, selain dapat belajar banyak tentang organisasi, ia juga memiliki kesempatan besar untuk bertemu orang baru dan memperluas jaringan. Di sinilah, Vivi mulai merasa kepercayaan dirinya meningkat.

Vivi dikenal oleh teman-teman dekat dan keluarganya sebagai pribadi yang tidak rela menyia-nyiakan kesempatan di masa muda begitu saja. Pemilik hobi memasak ini terbukti telah mengantongi sejumlah prestasi membanggakan lho. Di tahun 2007, Ia pernah menjuarai pemilihan Gadis Bengkulu dan mewakili Bengkulu dalam Pemilihan Duta Wisata Indonesia di Bali.

Ajang tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan provinsi se-Indonesia. Tidak semerta-merta puas dengan itu, di tahun 2009 Vivi kembali mendulang kesuksesan. Ia terpilih mewakili Provinsi Bengkulu dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia ke Kanada. Meskipun terpaksa mengambil cuti kuliah kala itu, namun Vivi bangga telah berkontribusi membawa nama baik provinsi tempat kelahirannya dan turut serta membawa misi kebudayaan Indonesia di tingkat Internasional!

Sosok Inspiratif yang Membanggakan Almamater Universitas Bengkulu!
Vivi bersama para peserta program Pertukaran Pemuda Kanada tahun 2009 Foto 2 (sumber pribadi: milik Vivi):

Tidak hanya itu, dirinya juga sempat menjadi pengajar muda angkatan 3 Indonesia Mengajar pada tahun 2011 lho. Kala itu, Vivi ditempatkan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Sebagai Pengajar Muda, ia pun harus tinggal berjauhan dari keluarga yang dicintainya selama lebih kurang 1 tahun. Namun, hal itu tidak mengurangi semangatnya dalam membagi ilmu dan pengalaman kepada anak-anak di sana.

Pengalaman menjadi Pengajar Muda itulah yang mendorong Vivi bercita-cita membangun sekolah gratis untuk anak-anak nelayan kurang mampu yang tinggal di pesisir pantai, tempat di mana anak-anak tersebut bisa mengembangkan kecerdasan, kreativitas dan seni. Perempuan yang sangat mencintai dunia pendidikan ini juga memiliki keinginan besar berkarier di perguruan tinggi sebagai profesor di bidang ESC (English for Specific Context).

Sedikit demi sedikit jalan untuk mewujudkan cita-citanya tersebut mulai terlihat. Di tahun 2015 lalu, Ia pun lolos seleksi sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indoneisa (BPI) LPDP dan saat ini ia sedang menempuh Pendidikan Master di bidang TESOL University of Wollongong, Australia. Wah, inspiratif sekali, ya Quipperian!

Sosok Inspiratif yang Membanggakan Almamater Universitas Bengkulu!
Weni ketika menjadi perwakilan Indonesia dalam SSYEAP tahun 2011 Foto 3 (sumber pribadi: milik Weni)

Fernandita Gusweni

Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unib memang selalu konsisten menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas. Selain Vivi, Fernandita Gusweni atau yang akrab disapa Weni ini adalah salah satu alumni yang memiliki segudang prestasi. Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2007 saat ini berkarier sebagai dosen di kampus yang sama tempatnya menimba ilmu. Semasa menjadi mahasiswa ia telah banyak mengukir prestasi gemilang dalam kegiatan debat. Prestasi tersebut berlanjut hingga di bangku kuliah.

Dulu pada tahun 2007, kegiatan debat belum menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi seperti sekarang. Weni dan beberapa teman yang aktif dalam kegiatan ini kerap mengadakan latihan secara mandiri jika ada kompetisi. Namun, prestasi demi prestasi yang kerap diukir, secara berangsur menjadikan kegiatan debat kian populer di kalangan mahasiswa. Bisa dibilang, Weni dan teman-temanlah yang telah berhasil menjadi pelopor dalam perkembangan UKM Debat Universitas Bengkulu.

Sosok Inspiratif yang Membanggakan Almamater Universitas Bengkulu!
Weni saat WUDC 2011 di University of Gaborone, Bostwana, Afrika Selatan

Hingga puncaknya, Ia bersama satu rekan bernama Eko Saputra (Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unib angkatan 2009) berhasil mewakili Unib di tingkat nasional pada kejuaraan National University English Debating Championship (NUEDC) yang diadakan oleh Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) tahun 2010 di Yogyakarta. Di kompetisi debat tersebut, mereka memperoleh gelar Juara 1 dalam kategori EFL (English for Foreign Language). Berawal dari sinilah, Weni dan Eko berhasil mengukir sejarah bagi kampus tercintanya karena di tahun 2011, mereka dikirim ke ajang debat Internasional mewakili Indonesia, yaitu World University Debating Championship di Afrika Selatan.

Tahun 2011 seakan menjadi tahun penuh kejutan bagi perempuan yang bercita-cita menjadi dosen profesional ini. Di tahun tersebut Weni berhasil menyelesaikan gelar sarjana peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi se-Universitas dalam Wisuda ke-64 Universitas Bengkulu.

Di tahun yang sama, Weni juga mendapat kesempatan untuk mewakili Provinsi Bengkulu dalam program Ship for South East Asia Youth Program (SSEAYP), yaitu Program Kapal Pemuda ASEAN-Jepang. Pada program tersebut Weni dan teman-teman pertukaran pemuda dari negara lainnya selama lebih kurang 53 hari melakukan kegiatan bersama dengan membawa misi budaya negara perwakilan. Wow! Prestasi yang sangat luar biasa, bukan?

Nah Quipperian, itu tadi adalah dua mahasiswa terbaik lulusan Universitas Bengkulu. Kamu pasti juga bisa kok berprestasi dan membanggakan orangtua seperti mereka. Belajar segiat mungkin adalah yang utama, tetapi aktif dalam kegiatan kemahasiswaan atau organisasi juga penting lho untuk memudahkan kita menggapai karier yang ingin dicapai. Tetap semangat, ya Quipperian!

Penulis: Seradona Altiria

Referensi:

Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber