Home » Quipper Campus » Campus Life » Teruntuk Kamu yang Pandai Mencintai Alam

Teruntuk Kamu yang Pandai Mencintai Alam

Teruntuk Kamu yang Pandai Mencintai AlamBerbicara tentang hal cinta, mencintai dan dicintai, tentu tidak akan pernah habis dibahas. Apalagi kalau urusan cinta kamu sedang rumit. Masih tentang cinta nih, Quipperian, rasa cinta itu bisa bersemi dan jatuh tidak hanya kepada sesama manusia. Tapi alam semesta yang menjadi tempat manusia menetap pun dapat ditumbuhi cinta. Alam-alam inilah yang menjadi saksi bisu cinta yang kamu tanam.

Selain itu, inilah manfaat utama ketika kamu tergabung dengan kegiatan ini.

Melatih Hidup Mandiri

Kamu akan merasakan rasanya berada di tempat yang jauh dari keluarga dan orangtua. Kamu akan benar-benar hidup sendiri di dalamnya. Kamu harus bertahan hidup tinggal di alam bebas, hutan, gunung dan lain sebagainya.

Mengasah Manajemen Diri

Perlu kamu tahu kalau kegiatan mendaki gunung bukanlah aktivitas yang serta–merta dapat langsung kamu lakukan. Kamu harus bisa mengatur waktu dengan baik, terutama saat berada di alam bebas.

Melatih Melakukan Semuanya Sesuai dengan Rencana

Kamu tinggal melakukan perjalanan sesuai dengan daftar operasi yang sudah dibuat. Bila ada perbedaan, contohnya biaya bus lebih mahal, atau jumlah peralatan yang dibawa, hal ini bisa dijadikan catatan. Kegiatan ini dapat melatih kamu melakukan semuanya dengan matang.

Kamu Terbiasa dengan Bahaya yang Mengancam

Bahaya yang mengancam, seperti hujan, dingin, dan track yang berat, akan sering dialami kamu yang berkecimpung dalam Mapala.

Menumbuhkan Sikap Positif

Kamu sudah dilatih untuk bersikap tanggung jawab, konsisten, dan kooperatif. Ini akan menumbuhkan sikap positif dalam dirimu. Sikap ini akan berguna saat kamu terjun ke masyarakat nanti.

Punya Daya Cipta yang Kuat

Kamu akan memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan, atau membuat sesuatu yang beda. Itulah makna kreatif, yang juga dapat dilatih dengan berkegiatan di alam bebas. Contohnya, kamu bisa menggunakan daun pisang untuk alas makan, ataupun kamu dapat membuat alas empuk dari rerumputan untuk alas tidur.

Melatih Dirimu Bersikap Siaga

Kondisi alam yang tidak terprediksi, semisal langit yang cerah tiba–tiba hujan, tentu menuntut penanganan. Hal inilah yang melatih kesigapan. Sigap mengandung makna tangkas, cepat, dan kuat.

Menyalurkan Hobi

Kamu jadi punya waktu menyalurkan hobimu. Kamu dapat menyinergikan hobi dengan kegiatan bertualang. Contoh, sambil melakukan perjalanan kamu melatih minat fotografi, menulis (puisi, pengalaman, cerpen), atau melukis. Karena kamu bisa mendapat referensi dari alam sekitar dan menjadikan pelengkap ide kamu yang brilian.

Bisa Mengenali Diri Sendiri

Kamu bisa berdiam sejenak sambil mengamati sekitar. Semilir angin pantai, sejuk hijaunya pepohonan, dan gemericik air sungai mampu membawa suasana yang menyenangkan. Kamu akan bisa merasakan rasa syukur yang sebenarnya atas ciptaan Tuhan tersebut.

Melahirkan Sifat Cinta Terhadap Alam

Kamu kemudian merasa terpanggil untuk menjaga alam, minimal tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, dan lain sebagainya. Karena kamu sudah sangat cinta dengan alam dan secara naluri menjadi bagian terpenting dengan alam.

Menjadikan Tubuhmu Sehat dan Kuat

Bersama dengan alam, kamu akan diajak kepada pola hidup yang lebih sehat. Karena merasa kurang atau ingin menambah kemampuan, kamu akan terdorong untuk melatih tubuh.

Menambah Eksis di Sosial Media

Di zaman ini, sindrom berbagi kisah cinta sedang marak diagung-agungkan para muda-mudi yang dimabuk cinta. Tak heran berbagai viral photo di sosial media yang menjadi meme pun bertebaran. Salah satunya viral photo para pendaki gunung di atas ketinggian yang bertuliskan tentang resolusi relationship goal dan menjadi sorotan banyak orang akan gambaran sosok seorang pecinta alam yang penuh cinta.

Alam beserta isinya saja dia ikrarkan untuk dijaga dan dicintai, apalagi kamu.’

Begitulah kira-kira meme nya yang menjadi terkenal di sosial media. Selain bisa dicintai dan penuh cinta, para pecinta alam ini juga tipe orang-orang yang mandiri lho. Kebayang gak betapa romantisnya anak pecinta alam? Hehehe.

Pribadi yang Kuat dan Tangguh

Soal tanggung jawab tak usah ditanya. Medan keras dan kejam mana lagi yang tak ia tempuh meski dengan punggung yang sarat beban. Hujan, panas, badai, lembah, lereng, pegunungan, puncak, goa, lautan, rawa, semua berhasil dilalui. Ini yang membedakan anak pecinta alam dengan anak gaul yang cepat merengek ketika ditimpa masalah.

Soal bertahan hidup tak usah ditanya lagi, materi dan praktik survival sudah beberapa kali disantap. Jadi, jika ada masalah yang menimpa pasti mereka bisa mengatasinya.

Ini yang paling penting Quipperian, kesetiaan anak pencinta alam telah teruji. Ujian yang didapat para pecinta alam adalah ujian langsung dari alam semesta baik iklim, cuaca, dan keadaan medan lapangan. Ketika mendaki, mereka tidak pernah saling meninggalkan satu sama lain. Selalu beriringan sejalan. Tengoklah kesetiakawanan antar anak pecinta alam di seluruh wilayah nusantara. Quipperian mungkin sering mendengar istilah sepiring berdua, segelas bersama, atau sekasur berdua.

Karena di area pecinta alam, jangan heran jika kamu menyaksikan secara langsung bagaimana itu; selinting berempat, sepiring berenam, setikar bersepuluh, setenda sekelompok, atau sebakul sekawanan. Jadi masih ragu untuk gabung dengan kegiatan ini, atau masih ragu untuk mendapatkan cintanya para pejuang alam ini.

So, pilihan ada di tangan kalian, Quipperian, dan jangan lupa untuk selalu menebar cinta pada alam semesta ya!

Penulis: Avinda Eka Utami

Source:

http://www.arusutara.com

hype.idntimes.com

http://www.sfbayconcerts.com

Lainya untuk Anda