Tips Membaca Buku-Buku Filsafat dengan Mudah!

Tips Membaca Buku-Buku Filsafat dengan Mudah!
Quipperian! Pasti di antara kalian banyak yang ingin menjadi mahasiswa atau mahasiswi Filsafat. Tapi, mungkin bagi kalian yang masih sekolah dan yang belum begitu tahu atau terbayang, seperti apa sih serunya menjadi mahasiswa Filsafat nanti? Nah, Quipper Video Blog akan memberi tahu kalian hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjadi mahasiswa berprestasi di bidang Filsafat! Check this out!

Teknik dalam Membaca Karya-karya Filsafat

Kebanyakan mahasiswa Filsafat butuh membaca seluruh materi bacaan Filsafat beberapa kali sebelum dapat benar-benar memahaminya. Karena, seiring dengan semakin bertambahnya studi, bacaan-bacaan Filsafat kebanyakan berisi pemikiran filsuf yang rumit dan terasa “berat” untuk dicerna. Kalian mungkin dapat mengembangkan sistem membaca yang tepat untuk kalian. Namun, pada awalnya, membaca setiap materi pada sebuah buku Filsafat sebanyak empat kali akan begitu bermanfaat.

Highlight Bagian Terpenting Saja

Saat membaca materi untuk pertama kalinya, amati daftar isi, pokok-pokok pikiran kunci, dan atau daftar istilah yang ada, kemudian baca secara singkat seluruh isinya. Bacalah dengan cepat, dan selesaikan setiap halaman dalam waktu kira-kira 30-60 detik. Garis bawahi istilah-istilah dan gagasan-gagasan yang penting dengan pensil. Tandai juga istilah-istilah yang baru bagi kalian.

Fokus pada Istilah

Saat membaca untuk kedua kalinya, gunakan kecepatan yang mirip, namun berhentilah untuk mengamati setiap istilah atau kata-kata yang tidak kalian kenali dan tidak dapat kalian jelaskan dari konteksnya. Fokus kalian masih sama, yaitu mengidentifikasi istilah dan gagasan kunci. Beri tanda centang dengan pensil pada paragraf yang menurut kalian telah kalian pahami, dan tandai paragraf yang belum kalian pahami dengan tanda tanya atau tanda silang.

Fokus di Titik yang Sama

Saat membaca untuk ketiga kalinya, kembalilah ke bagian-bagian yang ditandai dengan tanda tanya atau tanda silang tadi, lalu bacalah bagian-bagian itu dengan lebih teliti. Beri tanda centang jika kalian telah memahaminya, atau tambahkan tanda tanya atau tanda silang lagi jika kalian tetap belum memahaminya.

Persiapkan Hipotesa

Saat membaca untuk keempat kalinya, bacalah kembali seluruh materi dengan cepat, agar kalian tetap mengingat fokus utama dan argumentasi kunci yang ada. Jika kalian membaca materi pelajaran, temukan bagian-bagian ketika kalian masih mengalami kesulitan pemahaman, agar kalian dapat bertanya mengenainya di kelas nanti.

Dalami Sebanyak Mungkin Pemikiran para Filsuf

Satu-satunya cara untuk membiasakan diri dengan Filsafat adalah dengan membenamkan diri di dalam karya-karya filsafat orang lain. Jika kalian tidak membaca karya filsafat, kalian tidak akan dapat membicarakan atau menuliskan tentangnya. Jadi, jangan pernah puas pada satu pemikiran dari satu Filsuf saja.

Jika kalian mempelajari filsafat secara formal, kalian harus selalu menyelesaikan tugas membaca yang diwajibkan. Jangan hanya mendengarkan penafsiran orang lain terhadap materi bacaan itu di kelas. Kalian sendiri perlu mempelajari dan menangkap gagasan-gagasan yang ada, bukan sekadar membiarkan orang lain melakukannya untuk kalian.

Menemukan materi bacaan sendiri juga bermanfaat. Saat kalian telah makin terbiasa dengan berbagai cabang ilmu filsafat, secara bertahap kalian dapat mulai memilih materi bacaan berdasarkan topik-topik yang mungkin kalian minati.

imageedit_10_2604112122

Pelajari Konteks Pemikiran

Setiap karya Filsafat selalu ditulis secara berkaitan dengan konteks sejarah maupun budaya tertentu ketika itu. Memang, karya-karya yang bersifat sepanjang masa menyajikan kebenaran dan argumentasi yang dapat diterapkan di zaman modern ini, namun setiap karya juga memiliki sisi bias budaya yang perlu kalian perhitungkan.

Kalian harus memikirkan siapa penulisnya, kapan karya itu dipublikasikan, target pembaca yang disasar, serta tujuan asli penulisannya. Pertanyakan juga tanggapan masyarakat terhadap karya itu pada saat karya itu dipublikasikan, serta tanggapan masyarakat di masa-masa sesudahnya. Hal ini akan memudahkan kalian belajar secara komprehensif dan mendalam.

Temukan dan Gali Pemikiran Utama

Sebagian gagasan kunci utama akan tampak jelas dan dinyatakan secara eksplisit, namun banyak juga yang tidak. Kalian perlu mempelajari bagian-bagian dan gagasan-gagasan kunci yang kalian temukan saat membaca untuk pertama dan kedua kalinya, agar dapat menentukan gagasan kunci yang utama yang sedang diperdebatkan atau yang menajdi argumentasi si filsuf.

Gagasan kunci ini bisa bersifat positif maupun negatif, yaitu bahwa ia menerima/setuju dengan gagasan filsafat tertentu, atau justru menolaknya. Temukan gagasan yang dibahas pertama-tama. Kemudian, gunakan penyataan si penulis tentang gagasan itu untuk menemukan apakah gagasan kuncinya positif atau negatif.

Carilah Argumen Pendukung

Argumen pendukung haruslah menopang gagasan kunci utama si penulis. Kalian mungkin telah mengetahui beberapa di antaranya saat harus kembali membacanya demi menemukan gagasan kunci utama tadi, tetapi kalian harus menyisir masing-masing gagasan kunci untuk menemukan argumen pendukung yang mungkin terlewat sebelumnya.

Filsuf biasanya menggunakan argumentasi logis untuk mendukung gagasan kuncinya. Gagasan dan pola pemikiran yang dinyatakan dengan jelas akan terlihat dan digunakan untuk mendukung gagasan kunci yang utama.

Penilaian Terhadap Masing-Masing Argumen

Tidak semua argumen yang disajikan merupakan argumen dengan kebenaran yang sahih. Pertanyakan kesahihan masing-masing argumen dengan cara mengamati premis dan landasan yang mendasarinya.

  • Identifikasi premisnya dan pertanyakan apakah premis itu benar sesuai klaim si penulis. Usahakan agar kalian memiliki contoh yang bertentangan yang dapat membuktikan bahwa premis itu salah.
  • Jika premis itu benar, pertanyakan apakah dasarnya kuat. Terapkan pola argumentasi yang sama kepada kasus lainnya, dan amati apakah premis itu tetap bertahan dan terbukti benar. Jika premis itu menjadi tidak sahih lagi, ini berarti dasarnya tidak cukup kuat.

Betapa Pentingya Belajar Bahasa Inggris

Evaluasi Argumen

Setelah kalian menyelidiki setiap premis dan landasan dasar yang melingkupi sebuah gagasan kunci utama, kalian perlu mengevaluasi apakah gagasan itu sendiri benar dan berhasil.

Jika seluruh premis dan landasan dasarnya terbukti sahih dan kuat, serta kalian tidak dapat menemukan argumen logis lainnya yang dapat mematahkan gagasan kunci utamanya, kalian harus menerima kesimpulannya secara resmi, meskipun mungkin secara pribadi kalian tidak memercayainya.

Sebaliknya, jika salah satu premis atau landasan dasar terbukti salah, kalian dapat menolak kesimpulannya.

Quipperian! Jangan khawatair dan jangan ragu untuk selalu belajar Filsafat hanya karena stigma “berat” dan buku pelajarannya susah dipahami.  Jika sudah menemukan metode membaca yang tepat, kalian pasti akan mencintai ilmu Filsafat lahir dan batin! Karena, ya tentu saja, ilmu ini adalah ilmu yang mempelajari semua hal-hal yang mendasar tentang kehidupan. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menintai!

Penulis: Sritopia