Yuk, Belajar dari 5 Alumnus ITB Berprestasi ini

Yuk, Belajar dari 5 Alumnus ITB Berprestasi ini

Quipperian tahu kan, jika ITB (Institut Teknologi Bandung) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia pastinya alumninya juga memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi.  Kali ini kita akan mengulas beberapa alumnus ITB yang berprestasi dan mungkin kamu tahu. Siapa saja mereka? Yuk, kita simak bersama.

Yuk, Belajar dari 5 Alumnus ITB Berprestasi ini
Sumber: http://www.ehpedia.com/2015/12/biografi-pendiri-bukalapak-profil-Achmad.Zaky.html

Achmad Zaky

Quipperian pasti sudah tidak asing dengan situs jualan online Bukalapak, bukan? Nah, Quipperian tahu tidak, siapa pendiri sekaligus pemilik start-up company ini? Beliau adalah Achmad Zaky. Alumnus ITB jurusan teknik informatika tahun 2004 ini memulai kariernya di bidang teknologi dan wirausaha saat masih kuliah.  Usaha yang beliau bangun ialah membangun sebuah start-up konsultan teknologi, yang bernama Deft Technology. Start-up ini berkecimpung dalam sistem perhitungan cepat (quick count) hasil pemilu di platform mobile.

Pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah tahun 1986 ini setelah lulus akhirnya mendirikan Suitmedia, yakni perusahaan jasa konsultan website perusahaan pada tahun 2009 sampai sekarang. Setahun kemudian, Achamd Zaky pun merintis pasar online  Bukalapak.com tepatnya tahun 2010, bersama temannya Nugroho. Achmad Zaky mulanya mengajak para pedangan di mall untuk bergabung ke pasar online-nya.

Tantangan yang dihadapi saat itu adalah masalah kepercayaan pedagang dengan pasar online miliknya karena takut tertipu.  Solusi yang ditawarkan Ahmad Zaky dan tim untuk menumbuhkan kepercayaan pedagang melalui  kampanye edukasi. Selain itu, kisah-kisah sukses pedagang yang sudah bergabung dengan Bukalapak.com  disebarluaskan melalui sosial media seperti Twitter, guna menumbuhkan kepercayaan pedagang lainnya.

Usaha Ahmad Zaky dan tim pun akhirnya membuahkan hasil. Dalam kurun waktu tiga tahun setelah didirikan, Bukalapak telah memiliki 150.000 pelapak (penjual). Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari makanan, elektronik, fashion, hingga hewan peliharaan ada di Bukalapak.com. 

Yuk, Belajar dari 5 Alumnus ITB Berprestasi ini
Sumber: https://m.tempo.co/read/news/2013/06/09/093486877/ritual-pagi-ala-galaila-karen-agustiawan

Karen Agustiawan

Galaila Karen Agustiawan adalah Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) dari tahun 2009 hingga saat ini. Alumnus ITB jurusan Teknik Fisika tahun 1983 ini memulai kariernya dari perusahaan minyak Mobil Oil Indonesia yang saat itu diakuisisi oleh Exxo Mobil. Pada  tahun 2006, ia pun diangkat menjadi salah satu Staf Ahli  Bapak Ari H. Soemarno selaku Direktur Utama Pertamina saat itu.

Kemudian pada tahun 2008, beliau diangkat menjadi Direktur Hulu, menggantikan Sukusen Soemarinda. Belum genap setahun, Ibu Karen pun menjabat sebagai Direktur Utama PT. Pertamina. Beliau merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Dirut PT. Pertamina.

Banyak perubahan dilakukan oleh Ibu Karen selama masa jabatannya. Mulai dari peningkatan lifting minyak mentah dan berbagai upaya intuk menjadikan Pertamina sebagai perusahaan energi kelas dunia pada tahun 2025 melalui program Energizing Asia.

_1635492690
Sumber: https://elshinta.com/news/72791/2016/08/04/ridwan-kamil-tegaskan-tidak-ikut-pilgub-dki-jakarta-2017

Ridwan Kamil

Siapa yang tidak kenal dengan Ridwan Kamil? Ya, beliau adalah walikota Bandung periode 2013-2018. Kang Emil, begitu sapaannya sudah dikenal sebagai seorang pemimpin yang membawa perubahan di kota Bandung. Kang Emil lahir di Bandung, 4 Oktober 1971. Alumnus ITB jurusan teknik arsitektur tahun 1990 ini saat kuliah aktif mengikuti beberapa unit kegiatan mahasiswa di ITB. Sejak di bangku kuliah, beliau sudah akrab berwirausaha untuk menambah uang kuliahnya. Mulai dari membuat ilustrasi cat air dan maket untuk dosennya.

Setelah lulus dari ITB, beliau merantau ke Amerika Serikat. Namun hanya 4 bulan merantau, Kang Emil berhenti bekerja karena adanya krisis moneter saat itu. Ia masih tetap bertahan di Amerika sebelum akhirnya mendapat beasiswa di University of California, Berkeley. Sambil kuliah, Kang Emil bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley. Sampai-sampai Kang Emil harus bertahan makan satu kali sehari dengan menu murah, lho Quipperian.

Pada tahun 2002, Kang Emil pulang ke tanah air dan mendirikan Urbane, firma yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur, dan desain. Selain menjadi walikota Bandung  sampai sekarang, Kang Emil masih aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur ITB, dan Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hongkong dan San Fransisco), dan SAA (Singapura).

Yuk, Belajar dari 5 Alumnus ITB Berprestasi ini
https://twitter.com/majalahkartini/status/719691519892938752

Audist Subekti

Audist Subekti merupakan alumnus S1 ITB dari jurusan Kimia tahun 1994 dan S2 jurusan Polymer Science ITB tahun 1997, juga alumni S3 jurusan Chemical Engineering and Industrial Chemistry di University of New South Wales. Saat ini Ibu Audist memimpin departemen teknis perusahaan 3M Indonesia dan menjadi anggota dari tim kepemimpinan 3M Indonesia.

Beliau juga Leader Technical Champion pertama untuk Indonesian Chapter Woman Leader Formula serta ditunjuk sebagai ahli materi pelajaran dalam menetapkan sistem Manajemen Keselamatan untuk kontraktor minyak dan gas di Indonesia.

 

Beliau telah menetapkan hati untuk mencintai Kimia sejak kuliah. Beliau juga menjadi Siswa Math and Chum buff  yang mempelajari dan mencoba memecahkan persamaan Kimia tanpa bantuan apa pun dan siapa pun. Penghargaan yang telah diraih salah satunya adalah The Outstanding Academic Merit of “Environmental Aspect of Geothermal Development”.

Yuk, Belajar dari 5 Alumnus ITB Berprestasi ini
Sumber: http://entrepreneur.bisnis.com/read/20151210/268/500219/dinilai-konsisen-berbisnis-ciputra-raih-lifetime-achievement-awards-2015

Ciputra

Sosok yang dikenal sebagai salah satu pengusaha tersukses di Indonesia ini adalah alumnus ITB jurusan Teknik Arsitektur. Lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, pada tanggal 24 Agustus 1931, Ciputra kecil hidup bersama keluarganya yang sederhana. Ketika berusia 12 tahun, ayahnya meninggal di tahanan tentara Jepang karena tuduhan palsu sebagai mata-mata Belanda. Peristiwa ini tidak pelak membuat Ciputra  patah semangat dan berputus asa. Dari situ, beliau bercita-cita ingin bersekolah di pulau Jawa agar terbebas dari kemiskinan.

Kehidupan pendidikan yang ditempuhnya tidak hanya secara akademis di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Inilah yang  membentuknya menjadi pribadi mandiri, kreatif, dan bermoral. Hingga kini terdapat 5 kelompok usaha properti yang dikendalikannya. Antara lain Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development.

Penulis: Aronia Binarwati Lola

Sumber:

“Daftar Alumni ITB berprestasi dan Biografi Audist Subekti” http://www.youthmanual.com

“Biografi Ahmad Zaky” http://www.ehpedia.com

“Biografi Ridwal Kamil dan Ciputra” http://www.biografiku.com

“Biografi Karen Agustiawan” profil.merdeka.com