Yuk Intip Profil Mahasiswa Berprestasi UGM 2016, Risqika Edni Doni Achsan

Yuk Intip Profil Mahasiswa Berprestasi UGM 2016, Risqika Edni Doni Achsan

Laki-laki kelahiran Magelang, 22 tahun silam bernama Risqika Edni Doni Achsan ini biasa disapa Doni, mahasiswa Teknik Industri Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2013. Ia dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi (mapres) 2 sekaligus terfavorit UGM tahun 2016.

Waktu kecil saya orangnya minder dan mengalami kesulitan berbicara. Dengan jadi mapres kampus kerakyatan ini saya telah membuktikan kalau masa lalu kita tidak mendefiniskan apa yang akan kita capai di masa depan,” ungkap Doni ketika ditanya tentang perasaannya jadi mapres 2 dan terfavorit UGM 2016.

Lalu apa saja ya prestasi Doni? Quipperian penasaran ya? Yuk intip profilnya!

Penerima BU-CIMB Niaga 2013 dan Cargill Global Scholars Indonesia 2015

Doni adalah penerima Beasiswa Unggulan CIMB Niaga 2013, yaitu beasiswa untuk fresh graduate SMA yang diterima di universitas dan jurusan tertentu. “Beasiswa ini nutup UKT selama 8 semester,” ungkapnya. Selain biaya pendidikan, Doni juga mendapatkan biaya hidup per bulan, fasilitas laptop, dan program pengembangan diri. Nah, Quipperian juga bisa coba beasiswa ini besok!

Nggak cuma itu, Quipperian! Doni juga menerima Cargill Global Scholars 2015. Lewat beasiswa ini, ia dapat pendampingan dan pelatihan kepemimpinan. Doni juga berkesempatan untuk jadi delegasi Indonesia dalam Cargill Global Leadership Seminar di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat pada Agustus 2016. Di sana, ia mengikuti seri latihan kepemimpinan dan peningkatan kapasitas diri dalam berpikir kritis dan mengambil keputusan.

Rasakan Pengalaman Internasional Sejak SMA

Pengalaman internasional sudah didapatkan Doni sejak duduk di bangku SMA. Ia adalah returnee Youth Exchange and Study (YES). Menurutnya, prestasi dan pengalaman inilah yang paling berkesan. Selama program, ia sekolah di Chilton High School dan tinggal bersama keluarga angkat di Wisconsin. Di sana kadang saya jual lukisan saya atau sekadar ikut kontes seni supaya dapat uang jajan tambahan,” tuturnya. Bahkan ketika itu Doni pernah menang lomba lukis se-Amerika Serikat, lho.

Penghargaan internasional pertamanya diperoleh saat ikut International Education Week Contest. Di ajang itu, Doni tercatat melakukan 77 presentasi individu untuk memberitahu teman-temannya, tetangga, dan orang dewasa tentang negara asalnya, budaya, juga program yang ia jalani. Haiahnya, ia diundang ke Better Understanding for a Better World Interfaith and Leadership Conference (BUBW). Wow, keren ya, Quipperian?

Kegiatan Di Luar Kelas

Ketika jadi mahasiswa UGM, Doni nggak berhenti mengukir pengalaman. Ia sempat aktif di AIESEC dan Buddy Club UGM. “Buddy Club ini agak spesial, saya membantu dua buddy asal Jepang dan Belgia untuk adaptasi selama menimba ilmu di UGM,” jelasnya.

Selain itu, Doni pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UGM. Terakhir, ia aktif di Komunitas Mahasiswa Berprestasi (Kommapres) UGM yang isinya cream de la cream dari individu-individu terbaik UGM. Di Kommapres, ia tak cuma ketemu sama mahasiswa yang IPK-nya selangit dan sering menang kompetisi, tapi banyak banget sosok inspiratif. Menurutnya, selain nambah relasi, kegiatan mahasiswa juga berperan mengasah hard skill dan soft skill.

Terus Ukir Prestasi Di UGM  

Pada Oktober 2016, Doni ikut S. Rajaratnam Youth Model ASEAN Conference 2016 dan ianugerahi sebagai best position paper dan best delegate. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Mr. Ng Chee Meng (Republic of Singapore’s Acting Minister for Education (Schools) and Senior Minister of State, Ministry of Transport).

Doni juga nggak pernah absen dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tahun 2014, di PIMNAS 27 Undip, Doni menyabet medali emas untuk PKM Gagasan Tertulis. Tahun 2015, ia dapat hibah dana DIKTI untuk PKM Karsa Cipta atas robot rehabilitasi untuk penderita stroke bernama ARPIRO. Selanjutnya, tahun 2016 nerima hibah dana DIKTI untuk PKM Kewirausahaan atas produk water bottle carrier bernama PORTACAR.

Selain itu, Doni dan tim Rajawali UGM berhasil masuk 100 besar dunia di  kompetisi “Fly Your Ideas” yang digelar AIRBUS dan UNESCO tahun 2015. Doni dan timnya merancang Piezzoelectrics, yaitu sebuah teknologi sumber listrik alternatif bagi bandar udara. Prestasi lainnya ialah jadi wakil Indonesia dalam Ubon Ratchathani University (UBU) ASEAN Festival and International Night 2015 di Thailand.

Ya, Doni adalah mahasiswa yang terus berupaya menghimpun pengalaman dari luar ruang kelas. “Pokoknya saya akan terus jalan-jalan, coba-coba kegiatan ini-itu selama IPK masih di atas patokan saya,” ujarnya.

Delegasi Jawa Tengah dalam IChYEP 2016

Pada Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN), “Alhamdulillah saya diberi amanah untuk mewakili Jawa Tengah untuk Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP) tahun 2016,” tuturnya. Di program ini, Doni melakukan kunjungan ke berbagai instansi dan merasakan pengalaman budaya secara langsung. Ia juga mengunjungi landmark negara tirai bambu, seperti Great Wall dan Oriental Pearl Tower.

Ketika di Beijing, ia menyelinap keluar di jam bebas untuk ketemu teman Tiongkok-nya yang kenal saat program kepemimpinan di Amerika Serikat. “Saya merasakan sekali betapa indahnya bersahabat sama teman-teman yang berbeda budaya, ras, agama, negara, dan sebagainya,” ungkapnya.

Pengalaman Bersama XL Axiata

Pengalaman menarik lain adalah ketika Doni ikut program XL Future Leaders (XLFL) Batch 3 dan lulus pada November 2016. “Kami belajar mengembangkan diri di tiga kompetensi utama, yaitu effective communication, entrepreneurship and innovation, dan change management,” tuturnya. Menurutnya, dari program ini ia belajar bekerja dalam waktu yang singkat untuk kualitas bagus juga belajar presentasi dengan lincah dan meyakinkan.

Pada ujian kelulusan XLFL diciptakanlah Arutala, sebuah social innovation project berbasis teknologi digital marketplace. Tujuannya menjembatani pengrajin batik di Desa Giriloyo dengan calon pembeli dan kolektor batik tulis. Arutala juga dilengkapi fitur “batikpeia” supaya calon pembeli lebih mengenal filosofi, motif, cara pembuatan dan  cerita personal dari pengrajin batik. Uniknya, Arutala punya fitur “Batik Scanner” yang bisa memindai foto dan mencarikan motif batik yang mirip sama foto itu. Versi beta Arutala bisa diunduh di Playstore Android, Quipperian!

Selain itu, Doni juga ikut program XL Board of Directors Challenge di Jakarta dan Kuala Lumpur. Ia berperan jadi Chief Marketing Officer (CMO) XL Axiata lho. “It was simply one of my best experiences in life that has taught me so much afterwards,” ungkapnya.

Gimana Quipperian, menarik ‘kan profilnya? Semoga lebih bersemangat mengukir prestasi, ya!

Penulis: Nurul Qolbi



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang