Yuk Kenalan dengan Mastiar, Alumnus Berprestasi dari Teknologi Pangan IPB

Yuk Kenalan dengan Mastiar, Alumnus Berprestasi dari Teknologi Pangan IPB

Profil Mastiar

Terlahir dari ibu yang berprofesi sebagai guru, tak mengherankan bila perempuan bernama lengkap Mastiar Dumayanthi ini didorong untuk selalu memprioritaskan pendidikan.  Perempuan yang sudah dikenal kecerdasan dan keaktifannya sejak di bangku sekolah bersedia berbagi cerita mengenai pengalamannya menimba ilmu selama empat tahun di jurusan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB) kepada Quipper.

“Saya masuk IPB jurusan Teknologi Pangan tahun 1997, jadi angkatan 34 ya,” kata dia di awal percakapan kami. Ia lalu bercerita tentang pengalamannya selama berkampus di Dramaga. “Orangtua tinggal di Jakarta. Jadi aku harus ngekos di sekitaran kampus Dramaga. Pas baru-baru masuk ke tempat kos agak jiper juga awalnya. Isinya (tempat kos) senior-senior semua, karena waktu itu saya mahasiswa baru. Saya malah sempat pindah-pindah kos sampai tiga kali,” katanya. “Tapi lama-lama saya terbiasa dan bisa menyesuaikan diri kok. Seru juga, karena saya bisa ketemu mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia,” ia buru-buru menambahkan.

Pengalaman Kuliah

Kepada Quipper, Tiar berbagi cerita mengenai ilmu Teknologi Pangan yang didalaminya selama di bangku kuliah. Ia menjelaskan, secara garis besar, Ilmu Teknologi Pangan di IPB adalah ilmu yang mempelajari berbagai macam hal terkait dengan proses pengolahan bahan pangan setelah panen menjadi makanan siap konsumsi. “Di Ilmu Pangan ini intinya kita bisa belajar segala hal tentang teknologi pengolahan, pengembangan, bahkan pengemasan makanan,” Tiar menambahkan.

Mengingat tidaklah mudah mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan kategori sangat baik di jurusan Teknologi Pangan. Meski begitu, ia enggan menyebutkan berapa IPK yang diraihnya. “Tidak usahlah, ukuran prestasi bukan hanya IPK kan,” kata dia sambil berseloroh.

Tiar tak lupa memberikan beberapa tips jitu untuk Quipperian agar mendapatkan IPK maksimal di IPB. “Tips yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mendapatkan IPK bagus yaitu sering ikutin kelas, ikut praktikum, baca-baca literatur dan jangan lupa juga untuk me-review kembali apa yang sudah diajarkan di kelas,” ia menjelaskan.

Atas keuletan dan kerja kerasnya, Tiar mendapatkan dana bantuan penelitian untuk skripsinya. “Iya, jadi dulu ceritanya ada project dari dosen, terus ada yang sponsorin. Jadilah saya bisa mendapatkan beasiswa. Kriterianya apa saya juga kurang mengerti. Tapi yang jelas dosen yang dulu mengajukan saya ke sponsorship-nya. Dana bantuannya lumayanlah untuk mendukung kelancaran skripsi saya,” ujar dia.

“Dulu juga sempat satu semester jadi asdos (asisten dosen). Kriterianya enggak tau juga kenapa dipilih dosen jadi asdos. Mungkin karena nilai saya untuk mata kuliah itu bagus ya. Tapi lumayanlah jadi asdos, lumayan nambah uang jajan waktu itu karena dapat bayaran,” ia mengisahkan. Namun, ketika ditanya berapa uang yang didapatnya, Tiar mengaku lupa.

Menjadi Asisten Dosen

Tiar yang berhasil menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2001 ini kemudian bercerita mengenai pengalamannya selama menjadi asisten dosen. Tiar menampik kalau ada junior yang menggodanya ketika menjadi asdos dulu. “Enggak kok (digodain). Mahasiswanya sopan-sopan. Saya malah merasa banyak sukanya (dibanding duka). Bisa sharing-sharing dengan adik kelas, bantu menjelaskan mata kuliah, suka bercandaan juga sama junior-junior itu,” ujar Tiar lagi.

Perempuan yang aktif di Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himitepa) dan menjadi anggota Komisi Pelayanan Anak (KPA) ini juga bercerita pernah menjadi master of ceremony (MC) untuk seminar internasional yang dihadiri partisipan dari berbagai negara. “Pengalamannya lumayan banyak, untuk jadi bekal di masa selanjutnya”.

Perjalanan Karier

Sulung dari tiga bersaudara ini lantas menceritakan pengalamannya usai lulus dari IPB. “Dulu sih awalnya pingin kerja di tempat yang berhubungan dengan food industry, seperti Indofood, Orangtua group, dan lain-lain.”

Setelah lulus kuliah, keinginannya itu ia wujudkan dengan bekerja di PT. Arina sebagai konsultan nutrisi dari Nestle. Setelah itu ia sempat berpindah-pindah pekerjaan, antara lain di bekerja di PT. GSS sebagai customer representative-nya Mead Jhonson dan bekerja di trading company asal malaysia.

“Kalau sekarang bekerja di trading company PT. Fortune Surya. Pekerjaan saya sekarang sebagai marketing export. Secara umum, saya menjual bahan-bahan kimia ke luar negeri, meng-follow up para customer yang sudah ada, kemudian menyiapkan dokumen-dokumen,” Tiar menjelaskan.  

Ketika ditanya mengenai korelasi pekerjaannya sekarang dengan ilmu yang ia geluti di kampus, Tiar mengamininya. “Iya, lumayan berhubungan. Ada yang terpakai (ilmu dari kampus), terutama di ilmu chemical-nya. Iya, jadi di jurusan Teknologi Pangan itu rata-rata mata kuliahnya berhubungan dengan ilmu kimia. Basic ilmu yang dipelajari itu adalah kimia,” ia menjelaskan.

Tiar menambahkan, “Nah, untuk pekerjaan yang sekarang, walaupun namanya marketing export, tapi yang dijual itu kan bahan-bahan kimia. Jadi menurutku sih masih ada hubungannya dengan ilmu-ilmu kimia yang dulu pernah dipelajari.”

“Di tempat bekerja yang sekarang sudah cukup lama juga ya, sejak 2009. Jadi sudah sekitar delapan tahun,” tutur perempuan yang kini mempunyai dua putri itu. Mengenai harapan di tahun baru, Tiar juga berharap bisa segera mendapat promosi. “Tahun ini doanya untuk karier ya naik pangkat. Hehe…” ujarnya sambil tertawa.

Baginya, IPB bukanlah sekadar kampus untuk menuntut ilmu, tapi juga tempat belajar nilai-nilai moral. “Di IPB kami menjunjung nilai-nilai budaya, seperti mengembangkan budaya akademik yang jujur, objektif, taat asas, ilmiah, manusiawi, nasionalis, inovatif, visioner, dan mandiri. Tapi kami tidak meninggalkan aspek spiritualisme dan keimanan sebagai landasan dalam bekerja. Kami juga dilatih untuk bekerja sama, berempati, bertanggung jawab, dan berkomitmen atas apa yang kami lakukan,” ucap Tiar mengakhiri pembicaraan kami.

Penulis: Hotnida Sary

Referensi

Wawancara Mastiar Dumayanthi, Alumni Teknologi Pangan IPB)



TERMURAH! Langganan Quipper 1 tahun mulai Rp390 ribu aja! Kode promo CERMAT Daftar Sekarang