Yuk, Kenalan dengan Para Srikandi dari UIN Ar-Raniry

Ada semacam pandangan bahwa perempuan—khsusunya muslimah—tidak boleh berkiprah di ruang publik. Pandangan itu tidak hanya meragukan, bahkan mengharamkan keterlibatan perempuan di panggung publik. Budaya patriarki kerap kali diidentikkan dengan Islam yang sebenarnya memiliki semangat emansipatif. Tidak heran jika banyak orang mengasumsikan bahwa lulusan Perguruan Tinggi Islam yang lebih populer selalu berasal dari kaum laki-laki. Apakah pandangan ini dapat diterima? Bagaimana dengan UIN Ar-Raniry? Apakah alumni perempuan di kampus biru itu sama seperti yang diasumsikan tadi?

Ternyata di UIN Ar-Raniry sendiri sudah banyak dosen-dosen perempuan yang bergelar doktor bahkan profesor, loh. Kecerdasan mahasiswi-mahasiswi UIN Ar-Raniry tidak dapat diragukan lagi. Secara akademis, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswi di kampus biru itu ternyata mampu bersaing dan beberapa kali menjadi lulusan terbaik. Tak hanya cerdas, para mahasiswi UIN Ar-Raniry juga dikenal tegas, lantang, dan pemberani. Jangan heran jika di antara mereka justru ada yang menjadi orator aksi di lapangan. Nah, ulasan ini akan meyakinkanmu bahwa mahasiswi UIN Ar-Raniry juga punya segudang prestasi.

Yulia Amira

Yuk, Kenalan dengan Para Srikandi dari UIN Ar-RaniryYulia Amira adalah anak pertama dari empat bersaudara. Wanita kelahiran Banda Aceh, 17 Juli 1988 ini berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan Islam pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry dan Sarjana Sains pada Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Passion-nya di bidang pendidikan dan ketertarikannya terhadap sains ditunjukkan dengan cara aktif mengajar di beberapa lembaga private di Banda Aceh dan menjadi asisten laboratorium pada beberapa praktikum mata kuliah.

Saat ini Yulia sedang melanjutkan jenjang studinya pada bidang Biologi di FMIPA IPB. Skill bahasa yang didapat dari jenjang pendidikan Bahasa Inggris-nya di UIN Ar-Raniry telah mengantarkannya pada pertukaran mahasiswa Jepang-Asia dalam bidang sains pada Program Sakura 2016 yang bertempat di Universiti Chiba, Jepang.  Dalam kegiatannya ini, Yulia tidak hanya belajar banyak tentang kecanggihan teknologi terhadap dunia sains tapi juga tentang budaya, komunikasi, dan membangun link.

Pada desember 2015, selain berpartisipasi pada ajang DPD RI Go to Campus: Dari Daerah Untuk Indonesia, Yulia juga ikut dalam kegiatan launching acara U-Report Indonesia Piloted by UNICEF yang merupakan bagian dari U-Reporters.

Kegiatan ini merupakan pendekatan baru dalam melibatkan generasi muda Indonesia menyuarakan opini, aspirasi, dan ide untuk mendukung perubahan Indonesia ke arah positif. Pada bulan yang sama pula, Yulia berpartisipasi dalam Indonesian Youth Conference 2015 terkait MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Saat ini, Yulia juga mulai belajar berkomunitas dalam Obrolan Seru Penulis Kreatif (OSPEK) Chapter Bogor dan Komunitas Bangkit.

Mauliana

Yuk, Kenalan dengan Para Srikandi dari UIN Ar-RanirySiapa sih yang tidak tahu Gerakan Indonesia Mengajar? Nah, di antara para Pengajar Muda itu ternyata banyak loh yang merupakan alumni UIN Ar-Raniry. Mauliana adalah salah satunya. Mauliana merupakan anak ke-4 dari 4 bersaudara. Ia lahir di Kota Banda Aceh, 14 September 1991. Selama setahun, Mauliana mengabdi di SDN Inpres 2 Adaut, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku.

Lulusan dari Jurusan Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin, IAIN Ar-Raniry Banda Aceh ini sejak dulu memang tergolong aktif. Hal ini dibuktikannya dengan terlibat di sejumlah organisasi. Misalnya, Badan Eksekutif Mahasiswa IAIN Ar-Raniry bagian Public Relation, UKM Keputrian IAIN Ar-Raniry, Mushalla Azhilal bagian Muslimah, Rumoh Bahasa, dan AYEF (Aceh Youth English Forum). Prestasi yang pernah diraihnya adalah Juara I Lomba Debat Bahasa Inggris pada acara The Best Student Award di Paradise Institute dan Juara I Peragaan Busana Muslimah di Pidie.

Meski sempat magang di Bank Negara Indonesia (BNI), Mauliana memang lebih tertarik dengan dunia anak, pengembangan masyarakat, dan pendampingan. Pasca beberapa tugas yang dilakoni di atas, Mauliana kembali pergi ke ujung Timur Indonesia untuk mendampingi dan mengajar anak-anak dalam rangka pengembangan masyarakat di Sorong Selatan. Tidak mengenal kata lelah, mahasiswi lulusan UIN Ar-Raniry ini yakin bahwa dengan niat yang baik, semua orang bisa diterima di mana saja. Ia tidak pernah takut dengan identitas dan statusnya sebagai muslimah.

Pocut Shaliha Finzia Panglima Polem

Yuk, Kenalan dengan Para Srikandi dari UIN Ar-RaniryMahasiswi satu ini sudah menjelajahi beberapa negara karena kemampuan bahasa yang dimilikinya. Bekal bahasa itu diasahnya pada Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry. Namanya Pocut Shaliha Finzia Panglima Polem. Selain populer di UIN Ar-Raniry, Pocut ternyata dikenal juga sebagai mahasiswi berprestasi di kampus sebelah, Universitas Syiah Kuala. Mahasiswi berdarah pahlawan keturunan dari Panglima Polem ini memang begitu energik dan aktif di berbagai kegiatan, baik yang berskala lokal, nasional, maupun internasional.

Training leadership dan berbagai pelatihan yang pernah diikutinya sangat banyak. Di antaranya adalah Camp Epic 2 di Bukit Tinggi Sumatera Barat, Pertukaran Pelajar ke Universitas Fukui Jepang, National Congress of KOPHI (Indonesian Green Youth Coalition) di Jakarta, dan pelatihan-pelatihan serupa lainnya. Terakhir, Pocut dipercaya mewakili Indonesia ke Turki dalam rangka memenuhi undangan Walikota Turki bersama tiga rekan lainnya untuk menjelaskan sistem pemerintahan Indonesia dan Kota Banda Aceh pada khususnya.

Pada awal-awal kuliah, Pocut juga pernah diberi amanah oleh daerahnya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di bidang tafsir bahasa Inggris. Mengikuti cabang tafsir ini sekaligus membuktikan bahwa Pocut ternyata juga hafal Al-Quran. Selain itu, Pocut pun kuliah di dua kampus bergengsi di Aceh.

Di satu sisi Pocut dikenal dengan public speaking-nya yang bagus (bekal dari jurusan komunikasi Unsyiah), di sisi lain ia mampu menerjemahkan atau menggunakan bahasa lain dalam berbagai presentasinya (bekal dari jurusan Bahasa Inggris di UIN Ar-Raniry). Menurutnya, dua kampus ini saling mendukung, terutama dalam memahami dan mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya. Pocut sekarang aktif di Divisi Kolaborasi Asia Timur di kantor International Affairs Syiah Kuala University.

Penulis: Khairil Akbar

Sumber:

http://atjehpost.co/

http://aceh.tribunnews.com/

https://indonesiamengajar.org/

Wawancara:

Pocut Shaliha Finzia Panglima Polem

Mauliana

Yulia Amira



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang