Guru, Pekerjaan Syahdu yang Membuatmu Harus Melibatkan Hati Agar Layak Digugu

Guru, Pekerjaan Syahdu yang Membuatmu Harus Melibatkan Hati Agar Layak Digugu

Terpujilah wahai Ibu Bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku

Sebagai prasasti terimakasihku untuk pengabdianmu

Engkau bagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa

Quipperian pasti setuju dengan poin lagu di atas bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan perkara mudah menjadi guru yang bisa digugu dan ditiru. Diperlukan kesungguhan hati yang kuat agar bisa menjadi seorang guru teladan. Jika ada di antara kamu ingin menjadi seorang guru, tentu berkuliah di jurusan yang berorientasi pada pendidikan adalah jawaban mutlak. Kenapa? Karena di jurusan tersebut lah nantinya kamu tidak hanya belajar tentang teori sebuah ilmu, tapi kamu juga akan belajar bagaimana menjadi seorang guru yang baik.

Ada banyak kampus di Indonesia yang berorientasi pada pendidikan, salah satunya adalah Universitas Negeri Malang (UM). Banyak lulusan berkualitas berasal dari kampus UM tersebut. Tidak sedikit jumlah lulusan UM yang juga menjadi seorang guru berprestasi. Tidak hanya karena mereka merupakan lulusan UM tapi karena mereka memiliki kecintaan terhadap dunia pendidikan. Bagi kamu yang juga ingin menjadi guru, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan supaya kamu bisa menjadi seorang guru berprestasi seperti para lulusan UM tersebut.

Mengapa Memilih Menjadi Guru?

Banyak alumni ataupun lulusan dari UM yang menjadi seorang guru, baik itu guru SD, guru SMP, ataupun guru SMA/SMK. Mereka menjadi seorang guru sesuai dengan bidang ilmu yang mereka ambil. Bagi yang menjadi guru SD tentu berasal dari lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Namun, sebelum para alumni atau lulusan tersebut memilih menjadi seorang guru, tentu mereka sudah mempertimbangkan hal ini dengan begitu matang.

Selain karena memang jurusan yang dipilih adalah jurusan yang berorientasi pada pendidikan, mereka memang memiliki kecintaan yang besar terhadap dunia pendidikan. Salah satunya mereka wujudkan dengan menjadi seorang guru. Bukan hanya sekadar mengikuti teman atau hanya karena melihat keuntungannya saja. Kamu harus benar-benar yakin dengan pilihanmu untuk menjadi guru. Pilihan itu datang dari hatimu yang paling dalam untuk berbakti dan mencerdaskan generasi bangsa.

Jika sudah yakin memilih guru sebagai masa depanmu, kamu harus memiliki sifat ingin tahu dan ingin berbagi. Sifat ingin tahu penting bagi kamu untuk selalu haus akan ilmu pengetahuan, tidak mudah berpuas diri dengan ilmu yang dimiliki, dan selalu ingin belajar hal baru. Sementara sifat ingin berbagi juga wajib dimiliki karena nantinya ilmu yang kamu punya harus dibagikan kepada peserta didik. Karena proses belajar mengajar tidak melulu menuntut guru untuk mengajar, guru pun juga wajib belajar banyak dari anak didiknya kelak.

Selain itu, dengan menjadi guru yang selalu berpikir terbuka akan menjadikanmu seorang pendidik yang semakin berkembang. Tidak hanya kamu, para peserta didik kamu pun juga ikut berkembang.

Karier Yang Tepat Bagi Kamu

Beberapa orang yang mendengar cita-citamu ingin menjadi guru mungkin akan berpikir bahwa impianmu sangat sederhana. Ya memang sederhana, hanya guru saja. Tapi proses untuk menjadi guru bukanlah hal yang sederhana. Perjuanganmu nanti akan dimulai dari belajar di perguruan tinggi dengan jurusan kependidikan, kemudian dilanjutkan mengikuti praktik menjadi seorang guru, mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan. Belum, perjuangan belum berakhir. Bahkan hingga kamu sudah menjadi guru pun, kamu masih dalam proses belajar.

Proses belajar untuk menjadi seorang guru tidak berhenti sekalipun kamu telah menjadi seorang guru. Seseorang yang memiliki minat yang besar di dunia pendidikan, akan melihat pilihan untuk menjadi guru adalah hal yang tepat. Namun tidak hanya itu, bagi kamu yang juga selalu haus akan ilmu dan tidak pernah berhenti belajar, menjadi guru adalah pilihan yang tepat membayar semua keingintahuanmu itu. Jadi Quipperian, Siapkah kamu mencari tahu dan berbagi sebagai seorang guru?

Lebih Dari Hanya Sekadar Bekerja

Menjadi guru tidak seperti yang dibayangkan oleh banyak orang, yang tugasnya hanya mengajar saja. Guru mempunyai tanggung jawab yang begitu besar. Ya, tugas utama seorang guru tentu menjadikan para peserta didiknya cerdas. Diperlukan cinta dan panggilan dari hati, untuk menjadi seorang guru yang berhasil mendidik peserta didiknya.

Jika ingin menjadi seorang guru yang dapat diteladani oleh para peserta didikmu, pastikan bahwa tugas kamu bukan hanya mengajar. Kamu harus mengajar dengan cinta. Kenapa? Murid-murid yang diajarkan dengan rasa cinta tentu akan memiliki rasa kedekatan yang berbeda dengan guru yang hanya mengajar saja.  Bayangkan saja, jika seseorang menjadi guru TK hanya karena ingin mengajar saja, lalu para anak didiknya adalah anak kecil yang belum bisa apa-apa, bahkan mungkin tidak bisa diatur, tentu dia akan mengeluh.

Tapi, jika kamu memang menjadi guru TK karena pilihan dari dalam hatimu, maka kamu tidak akan pernah mengeluh sulitnya mengajar anak kecil. Justru kamu akan sangat menikmati proses mengajar tersebut. Terkadang cinta seorang guru tidak mudah untuk dituliskan dan kemudian dijelaskan lewat narasi. Yang perlu kamu lakukan adalah ‘rasakan’ dengan hati. Karena mengajar tidak hanya perkara narasi, namun juga melibatkan hati.

Nah, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan jika kamu memilih menjadi seorang guru. Pada intinya, kecintaan terhadap dunia pendidikan akan menjadikanmu seorang guru yang baik. Selain itu, yang harus kamu ingat bahwa menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang mulia. Jangan hanya sekadar bekerja saja, ujarkanlah narasi ilmu lewat Bahasa yang melibatkan hati. Bagaimana? Bukankah menjadi guru adalah pekerjaan yang syahdu, Quipperian?

Penulis: Atin Fitriana

Sumber:

https://www.um.ac.id

http://kompetensi.info

https://www.scribd.com