Intip Cerita Anak Muda Pendiri Startup yang Masuk Forbes 30 under 30

kisah sukses pendiri startup
Meraih kesuksesan di bawah usia 30 tahun bukanlah hal yang mustahil lho, Quipperian. Setiap orang berhak menentukan jalan kesuksesannya masing-masing dengan cara terbaik.

Nah, pada artikel kali ini kita akan mengetahui kisah sukses seorang pendiri startup di usia yang masih sangat muda, ia adalah Giovanni Umboh yang saat ini menjabat sebagai Co-Founder & CTO di Bizhare.

Kisah Sukses Pendiri Startup

Giovanni Umboh

Bizhare adalah sebuah startup yang menjadi platform equity crowdfunding untuk memberikan pendanaan terhadap bisnis franchise. Saat ini Bizhare memiliki total investor sekitar 34.000 di seluruh Indonesia dengan segmen utamanya adalah anak muda.

Equity crowdfunding sendiri merupakan suatu sistem investasi yang bersifat gotong royong, dimana masyarakat dapat melakukan patungan untuk menjadi pemilik sebuah usaha tanpa perlu terlibat dalam proses operasionalnya.

Giovani adalah alumni Universitas Nusa Mandiri yang lulus pada tahun 2018 dari Program Studi Sistem Informasi. Ia sudah merintis startup-nya sejak masih di bangku kuliah. 

(Baca juga: Kuliah Jurusan Teknologi Bisa Jadi Technopreneur)

Ide awalnya yaitu untuk membantu UMKM dalam melakukan ekspansi bisnis dan membantu masyarakat untuk berinvestasi dengan modal kecil. Motivasi merintis bisnis tersebut dilatarbelakangi oleh hasil risetnya yang menunjukkan bahwa 60% milenial rela mengeluarkan biaya untuk makan ataupun minum instagramable, 44% milenial rela berhutang untuk keperluan travelling, dan 40% milenial terlilit hutang hanya untuk memenuhi gaya hidup dan hubungan sosial.

Setelah mengetahui permasalahan tersebut, Giovanni pun berupaya melahirkan solusi agar anak milenial lebih aware dalam mengelola keuangan dalam bentuk investasi. Bersamaan dengan itu, Giovanni juga memandang perlu untuk memberikan bantuan modal kepada UMKM untuk lebih berkembang, sehingga terciptalah sistem yang saling menguntungkan.

Sebelum memutuskan untuk serius mengembangkan Bizhare, Giovanni sempat bekerja di salah satu perusahaan pengembang software sebagai software engineer pada tahun 2014. Keputusan tersebut merupakan sebuah komitmen dan konsekuensi yang harus diambil demi pengembangan Bizhare. 

Sampai akhirnya, Giovanni berhasil mencatatkan namanya dalam majalah Forbes Indonesia yang merilis 30 orang berpengaruh di Indonesia di bawah usia 30 tahun pada bulan Februari 2020. Tentunya hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat membanggakan ya!

Pelajaran dari Kesuksesan Pendiri Startup

So, dari kisah sukses perjalanan Giovanni Umboh dalam merintis Bizhare tersebut, ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik, antara lain :

  1. Sebelum memutuskan untuk  membangun bisnis startup, kita harus mempersiapkan diri dengan segala konsekuensi yang akan terjadi. Hal ini bisa terlihat dari keputusan Giovanni yang memilih resign dari pekerjaan utamanya untuk fokus dalam pengembangan Bizhare. Keputusan tersebut diambil setelah melalui perhitungan yang matang dan mempertimbangkan segala sesuatunya.
  2. Dalam membangun startup, kita harus mencari partner yang memiliki visi dan misi yang sama untuk mengurangi potensi perpecahan.
  3. Lakukan riset mendalam lalu buat business plan yang jelas dan terukur.
  4. Eksekusi semua plan yang telah ditetapkan semaksimal mungkin.
  5. Jangan lupa untuk selalu mengukur pencapaian dari setiap proses yang dilewati.

Merancang sebuah bisnis startup yang akhirnya bisa memberi dampak positif kepada banyak orang tentunya bukan hal yang mudah, terlebih hal tersebut dilakukan mulai saat masih berstatus mahasiswa. Sehingga kita bisa melihat bahwa ternyata peran kampus dalam membuka pintu kesuksesan itu nyata.

Sejak tahun 2017, Universitas Nusa Mandiri yang dahulu bernama STMIK Nusa Mandiri sudah berupaya memperkenalkan bisnis startup kepada mahasiswanya lewat berbagai kegiatan. Contoh kegiatannya seperti seminar, sosialisasi, dan focus group discussion yang mengusung topik-topik bisnis digital sehingga mahasiswa memiliki pemahaman yang baik terhadap dunia startup

Sebagai wujud keseriusan Universitas Nusa Mandiri dalam mengambil peran yang lebih maksimal untuk keterlibatan mahasiswanya dalam dunia bisnis digital, maka dibukalah Program Studi Bisnis Digital pada tahun 2021.

Jurusan Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri

Saat ini belum banyak kampus di Indonesia yang memiliki Jurusan Bisnis Digital dan Universitas Nusa Mandiri hadir sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkontribusi dalam menghasilkan calon-calon profesional yang unggul di bidang bisnis digital.

Kurikulum yang diterapkan di jurusan ini juga dirancang sedemikian rupa agar relevan dengan perkembangan industri dan bisnis digital. Beberapa mata kuliah yang bisa Quipperian dapatkan di jurusan ini antara lain Analisa Big Data, Pengembangan Media Sosial, Perancangan Bisnis Start-up, dan Model Software Development.

Setiap mahasiswa yang belajar di jurusan ini diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dari setiap mata kuliah yang diajarkan untuk mampu melakukan analisis data sehingga menghasilkan informasi sesuai kebutuhan bisnis untuk kemudian dapat mengambil keputusan yang tepat. Dengan demikian, lulusan Jurusan Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri akan mampu berinovasi dalam mengembangkan ataupun membangun bisnis digital.

(Baca juga: Kuliah di Universitas Nusa Mandiri: Biaya Ringan Bisa Dicicil!)

So, jika kamu bercita-cita untuk meraih kesuksesan di ranah bisnis digital, Quipperian bisa mengadopsi poin-poin penting yang telah di-mention pada kisah sukses Giovanni Umboh dalam mendirikan startup. Selain itu, pilihlah kampus yang dapat memberikan dukungan penuh bagi Quipperian dalam merencanakan dan mengeksekusi ide bisnis seperti yang diberikan oleh Universitas Nusa Mandiri.

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty T



Tanyakan PR & materi sulit, LANGSUNG ke tutor! Yuk, Gabung Sekarang