Home » Quipper Campus » Career » Jawab 3 Pertanyaan Penting Ini Sebelum Memulai Bisnis Fashion dengan Brand Sendiri!

Jawab 3 Pertanyaan Penting Ini Sebelum Memulai Bisnis Fashion dengan Brand Sendiri!

memulai bisnis fashion dengan brand sendiri

Quipperian, kamu pasti nggak asing dong dengan Luna Maya? Selain berkecimpung di dunia entertainment, ternyata artis cantik ini juga menekuni bisnis fashion dengan brand sendiri, lho. Dikenal dengan nama LunaHabit, brand ini menyediakan berbagai produk fashion, mulai dari kemeja, dress, outer, dan masih banyak lagi.

Hebatnya lagi, Luna Maya terlibat langsung dalam mengarahkan konsep bisnis dan  mendesain produk fashion-nya. Wah, keren banget ya! Kira-kira kamu juga tertarik nggak nih untuk membuka bisnis fashion? Kalau iya, persiapkan diri kamu terlebih dahulu dengan menjawab tiga pertanyaan di bawah ini ya!

Pertanyaan Penting Sebelum Memulai Bisnis Fashion dengan Brand Sendiri

Sebelum memutuskan untuk membuka bisnis fashion, ada tiga pertanyaan penting yang harus kamu jawab baik-baik ya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu kamu dalam mempertimbangkan langkah-langkah apa saja yang harus kamu tempuh untuk memulai bisnis fashion dengan brand sendiri. Siap untuk jawab pertanyaannya?

1. Apakah kamu benar-benar ingin menjalankan bisnis?

Sebelum terjun ke dunia bisnis fashion, kamu wajib banget ya menjawab pertanyaan di atas. Kenapa? Sebab, kegiatan di dalam bisnis fashion itu nggak hanya mendesain baju. Banyak banget hal lain yang harus kamu lakukan agar bisnismu berjalan dengan lancar, mulai dari mengatur proses produksi, mengirim produk baju untuk dipasarkan, hingga melakukan negosiasi dengan para supplier.

Memulai bisnis fashion dengan brand sendiri artinya kamu akan bertemu dengan rutinitas baru, seperti menyetrika baju, melakukan packing, mengelola beribu-ribu resi, dan berbagai hal lainnya. Selain itu, sebagai pelaku bisnis kamu juga harus mengatur cara mendapatkan bahan baku, seperti kain maupun barang-barang pendukung lainnya. Pada waktu yang sama, kamu pun harus memulai kegiatan produksi untuk kemudian dikirim ke berbagai toko yang berbeda.

FYI, untuk memulai bisnis apapun kamu membutuhkan keuletan, dedikasi, dan daya tahan yang tinggi. Soalnya kamu akan terhubung dengan bisnismu selama 24 jam tanpa henti. Ditambah lagi, saat ini semakin banyak orang yang tertarik dengan bisnis fashion. Makanya, kamu harus siap dengan semua konsekuensi yang akan kamu hadapi, termasuk persaingan.

Untuk sebagian orang, hal-hal yang telah disebutkan di atas bisa menjadi kegiatan yang sangat menarik dan menantang, tetapi untuk sebagian orang lainnya mungkin bisa menjadi sebuah mimpi buruk. Quipperian termasuk yang mana, nih? Kalau kamu sudah bisa menjawab pertanyaan di atas dengan yakin, kita lanjut ya ke pertanyaan berikutnya!

2. Apakah kamu memiliki keterampilan, sumber daya, dan modal yang diperlukan?

Ketika seseorang telah berhasil meraih gelar desain, mungkin dia akan berpikir dirinya telah memiliki keterampilan yang cukup untuk memulai bisnis fashion. Nyatanya, proses mendesain dalam bisnis seringkali berbeda dengan proses mendesain yang kamu lakukan di bangku perkuliahan. Di sini, perhatianmu nggak hanya kepada produknya aja, melainkan kamu harus bisa mengembangkan dan mengatur proses pengerjaan desain.

Oleh karena itu, sebelum membuka bisnis secara mandiri kamu disarankan untuk bekerja sebagai desainer di sebuah perusahaan fashion. Sebab, hal tersebut memungkinkan kamu untuk melihat bagaimana sebuah perusahaan dapat mengatur bisnisnya. Nah, dari situ kamu bisa mengambil berbagai macam pelajaran yang dapat diimplementasikan saat membangun bisnis kelak.

Lalu, dalam menjalankan bisnis fashion, tentu saja kamu nggak bisa melakukan semuanya sendiri. Yup, kamu membutuhkan orang-orang yang ahli di bidangnya, seperti Public Relation (PR), akuntan, stylist, fotografer, desainer grafis, manajer produksi, dan sebagainya. Berbagai posisi tersebut berperan sebagai sumber daya manusia yang wajib kamu miliki. Oleh karena itu, kamu harus memastikan terlebih dahulu, apakah kamu memiliki relasi yang bisa mendukung bisnismu?

Selain memiliki sumber daya manusia yang memadai, kamu juga bisa mengembangkan bisnis fashion bersama partner, lho. Contohnya, pasangan suami istri Patrizio Bertelli dan Miuccia Prada yang merupakan pemilik Prada. Dengan memiliki partner, akan ada seseorang yang bisa mendukungmu pada berbagai kegiatan bisnis, termasuk di masa-masa sulit.

Terakhir, untuk memulai sebuah bisnis pastinya kamu membutuhkan dana sebagai modal utama. Terus, gimana caranya kalau saat ini kamu belum punya modal yang cukup untuk membangun bisnis? Yup, kamu bisa meminta bantuan kepada keluarga maupun teman yang paling kamu percayai. Selain itu, kamu juga bisa mempelajari cara mendapatkan investor maupun mengajukan pinjaman di bank. Gimana Quipperian, kira-kira kamu bisa menjawab pertanyaan yang kedua nggak nih?

3. Apakah kamu punya sesuatu yang unik untuk ditawarkan ke pasaran?

Kalau kamu sudah bertekad kuat untuk membangun bisnis fashion dengan ketersediaan modal yang memadai, kira-kira kamu harus ngapain lagi ya? Bener banget, kamu harus memastikan kelebihan yang terdapat dalam produkmu. Apa keunikannya? Kenapa orang-orang harus memilih produkmu daripada produk lainnya? Siapa yang akan membeli produkmu?

Selain wajib menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, sebagai pelaku bisnis fashion, kamu juga harus memahami seluk-beluk pelangganmu ya. Mulai dari di mana mereka banyak menghabiskan waktu, acara-acara apa saja yang mengharuskan mereka menggunakan pakaian tertentu, apa yang membuat mereka membeli pakaian, dan sebagainya. Kamu harus bisa memvisualisasikan aspek-aspek tersebut agar pelanggan tertarik dan merasa lebih baik saat mengenakan brand-mu.

Buat kamu yang tertarik untuk memulai bisnis fashion dengan brand sendiri, kamu bisa memperkaya ilmu dengan masuk ke Jurusan Fashion Business yang tersedia di LaSalle College Jakarta ya Quipperian. Di jurusan ini, kamu akan diajarkan mengenai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan sebagai modal untuk menjalankan bisnis fashion.

Selama berkuliah di Fashion Business, kamu akan didorong agar dapat beradaptasi dengan bisnis fashion global yang terus berkembang. Di samping itu, kamu pun akan memperoleh pengetahuan terkait fashion merchandising dan berbagai aspek yang bisa meningkatkan kemampuanmu di bidang bisnis. Bahkan, di semester akhir, kamu diberi kesempatan untuk membuat brand fashion sendiri dan memasarkannya, lho. Seru banget ya!

Penulis: Amelia Istighfarah
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani

Lainya untuk Anda