Setelah menyandang gelar sarjana, tentu kamu bertanya-tanya tentang pekerjaan apa yang akan didapatkan dan berapa gaji yang bakal diperoleh. Kedua hal itu lumrah ditanyakan para lulusan perguruan tinggi. Sering kita mendengar berita banyaknya angkatan muda Indonesia yang menganggur dan mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keterampilan yang didapatnya dari pendidikan tinggi.
Generasi Indonesia saat ini dapat dikatakan memiliki kualitas yang terbaik untuk memasuki pasar kerja Indonesia. Mereka memiliki akses yang luas untuk memperoleh pendidikan. Upaya memperoleh pendidikan pun terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Namun, kemajuan dalam bidang pendidikan dan keterampilan ternyata belum mampu mengurangi jumlah pengangguran, terutama jika pilihan pendidikan dan karier generasi muda tidak sejalan dengan kebutuhan pasar kerja.
Quipperian, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan dalam memilih karier, terutama bagi sarjana lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Lulusan UNJ memang diarahkan untuk menjadi guru atau akademisi, tetapi sebelum menentukan karier, ada baiknya mempertimbangkan hal-hal berikut.
Kepribadian
Kamu harus mengetahui apakah ada kecocokan antara kepribadian dan karier pilihanmu. Hal itu memiliki dampak signifikan pada pertanyaan apakah sudah menemukan pekerjaan yang memuaskan. Ada dua aspek yang harus dipertimbangkan, antara lain:
- Meskipun karier tersebut cocok dengan kepribadian, berapa banyak generasi muda yang bekerja sesuai dengan pilihan atau keinginannya?
- Untuk memperbesar kemungkinan menemukan karier yang cocok tersebut, diperlukan fleksibilitas perubahan di luar karier pilihan.
Motivasi
Motivasi adalah salah satu faktor yang penting bagi kepuasan karier jangka panjang. Jika telah menemukan pekerjaan yang bisa memotivasi, berarti kamu telah menemukan karier yang tepat.
Motivasi dalam arti lebih luas ialah minat, sesuatu yang memberikan dan menghasilkan sebuah prestasi, serta faktor motivasi tak sadar.
Skill
Memiliki keterampilan yang tepat merupakan kunci untuk membuka pintu ke banyak karier. Keterampilan yang diperoleh dihasilkan dari kemampuan atau bakat bawaan yang dikembangkan dari setiap pelatihan atau pelajaran yang diterima.
Lulusan Pendidikan Biologi dari UNJ, misalnya, sudah terbiasa mengenal makhluk hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga karier mereka ke depan akan lebih sukses dengan memilih menjadi ilmuwan yang menciptakan sesuatu untuk kehidupan masyarakat. Mereka dapat mendidik sekaligus menciptakan penemuan penting bagi bangsa.
Jika kamu memilih Fakultas Bahasa dan Seni, ada berbagai pilihan karier yang menjanjikan untuk masa depan. Jika kamu memiliki skill dan passion di bidang penerjemahan, kamu bisa memilih karier sebagai translator dan interpreter.
Kemudian, jika passion dan bakat kamu di bidang menulis, merangkai kata, atau analisis tata bahasa, kamu bisa memilih karier sebagai penulis dan editor. Lalu, jika kamu ahli pada bidang analisis wacana, bisa memilih karier sebagai jurnalis dan pengamat media.
Nilai-nilai
Nilai-nilai ini termasuk gaya hidup yang diinginkan, agama, dan keyakinan kamu. Selain itu, nilai-nilai adalah panduan etika yang diikuti, jenis organisasi atau orang yang ingin bekerja sama dengannya, dan produk atau jasa yang diinginkan untuk berkontribusi di dalamnya.
Kendala
Kendala yang dimaksud adalah permasalahan keuangan atau keterbatasan, lokasi geografis tempat kamu bekerja, tanggung jawab keluarga, cacat fisik atau keterbatasan, serta kualifikasi atau pendidikan terakhir kamu. Semua itu turut menentukan karier terbaik yang sesuai.
Ambisi
Apa tujuan jangka panjang kamu?
- Apakah kamu menginginkan satu pekerjaan tunggal seumur hidup atau memiliki pilihan untuk mengubah karier?
- Apakah kamu akhirnya ingin mendirikan bisnis sendiri atau menaiki tangga jabatan di dalam perusahaan besar?
Kesempatan
Memutuskan apa yang ingin kamu lakukan tidak ada gunanya kecuali ada kesempatan mengejarnya. Temukan berbagai peluang melalui tindakan-tindakan berikut.
- Mencari pekerjaan melalui iklan atau pelatihan kejuruan atau sponsor.
- Pendekatan pada perusahaan untuk melihat apakah ada kekosongan jabatan.
- Networking melalui orang yang kamu kenal untuk mendapatkan referensi. Itulah manfaat dari mengikuti organisasi kampus.
- Menciptakan bisnis sendiri.
Ketika selesai sekolah dan mendapatkan masalah dalam kehidupan dan menentukan pilihan karier, sebaiknya pilihan tidak hanya untuk studi atau belajar, tetapi juga memilih pekerjaan untuk masa depan sebagai bagian dari rencana hidup.
Quipperian, mahasiswa kadang-kadang tidak memiliki banyak waktu untuk memutuskan dengan jelas karier masa depannya. Rekomendasi umum yang diberikan orangtua adalah menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Selain itu, setelah ditambahkan ke variabel lain, seperti sedikit informasi yang kamu miliki tentang karier ketika masuk ke universitas, tidak diragukan lagi rekomendasi pertama adalah memiliki bimbingan karier dari seorang profesional yang berkualitas.
Coba pikirkan sejenak apakah karier yang kamu pilih merupakan karier yang diimpikan atau hanya mengikuti saran dari orangtua atau teman. Selain itu, mungkin kamu hanya mengandalkan sumber subjektif lain, seperti keuntungan mencari pekerjaan yang paling mudah atau mencari pekerjaan yang paling populer. Tentunya pemikiran tersebut berlandaskan pada usaha dari setiap individu.
Selain itu, titik penting bagi pilihan karier adalah mengetahui karier yang membawa ke masa depan lebih baik. Kamu disarankan untuk berkonsultasi dengan para profesional atau mentor sebelum memutuskan melamar suatu pekerjaan. Ibarat kompetisi, kamu harus benar-benar memikirkan dan memilih pekerjaan yang benar-benar sesuai.
Jadi intinya, sebelum kamu masuk dan memilih jurusan di universitas, sebaiknya pikirkan keinginan, minat, dan keterampilan yang kamu miliki. Ada baiknya mengikuti kata hati karena segala sesuatu itu lahir dari keinginan. Niscaya perjalanan karier di masa depan tidak terasa meletihkan.
Penulis: Nurbaity
