Ini Dia Alasan Mengapa Kamu Harus Kuliah di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Quipperian yang sedang duduk di bangku SMA/MA, apalagi yang berada di masa akhir studi, kegalauan tentu sedang melanda. Selain harus mempersiapkan diri dengan matang agar lulus dan meraih nilai terbaik, Quipperian juga bakal dihadapkan dengan kebimbangan lainnya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah ke mana dan kampus apa yang harus Quipperian pilih.

Nah, kamu pernah nggak sih kepikiran untuk masuk ke Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry)? Wah, UIN Ar-Raniry pasti ada dong dalam daftar pilihan kamu. Atau Quipperian masih bingung bagaimana meyakinkan orang lain (orang tua, guru, teman, dan keluarga) tentang pilihan Quipperian itu? Tenang! Quipper sudah menyiapkan alasan mengapa Quipperian harus memilih UIN Ar-Raniry. Simak penjelasannya, ya!

Ilmu yang Terintegrasi

Di tengah arus yang memisahkan agama dan ilmu pengetahuan, di era yang selalu mempertentangkan produk ilmu dengan agama, UIN Ar-Raniry mencoba menyatukan hal tersebut dan memandangnya sebagai satu kesatuan yang memiliki sumber yang sama, yaitu Tuhan Yang Satu. Apapun fakultas dan jurusan yang Quipperian ambil nanti di UIN Ar-Raniry, Quipperian bakal selalu diuntungkan dengan luasnya perspektif yang dihadirkan.

Di UIN Ar-Raniry, basis ilmu yang diajarkan bersesuaian, menyatu atau terintegrasi dengan prinsip dan nilai luhur ajaran Islam. Dengan demikian, lulusan UIN Ar-Raniry tidak hanya diharapkan cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Ketakwaan dan ilmu pengetahuan diharapkan seiring dan berpadu dalam satu kepribadian mahasiswanya.

Lingkungan Kampus yang Islami

Sebagai kampus Islam, lingkungannya tentu juga harus sesuai dengan ajaran Islam. Lingkungan kampus yang demikian ini tercermin dari budaya mahasiswanya yang selalu berpakaian sopan serta menutup aurat. Segala bentuk perilaku amoral menjadi tabu dan aneh di kampus biru itu.

Sulit bagi kita mendapati mahasiswanya berpakaian tidak senonoh. Ramah tamah atau kesantunan adalah adat yang selalu terjaga. Selain dikelilingi pagar, fasilitas yang tersedia juga mencerminkan ajaran Islam yang cinta keindahan, ketertiban, serta memberi akses kemudahan di semua sektornya.

Ma’had ‘Aly sebagai Wadah Pengembangan Diri

Beberapa kampus di Indonesia memang memiliki asrama untuk menampung mahasiswanya. Fasilitas itu biasanya tidak wajib dan sekadar sebagai tempat tinggal layaknya kos-kosan. UIN Ar-Raniry sejak 2012 sudah mewajibkan mahasiswanya tinggal di asrama dengan beberapa tahapan.

Kali ini, kewajiban itu meliputi seluruh mahasiswa baru. Bukan tanpa alasan, sistem asrama ini ditujukan untuk menunjang program pengembangan diri yang meliputi pembinaan akhlak (karakter), pengajian, dan pemantapan bahasa, baik Arab maupun Inggris. Dengan program asrama dan Ma’had ‘Aly (semacam pesantren) ini, mahasiswa diharapkan semakin mantap dalam menghadapi tantangan ketika mereka lulus karena bekal bahasa dan kesantunan moral yang mereka miliki.

Eits, jangan takut bosan! Selain hanya beberapa bulan saja, Quipperian juga bisa mengejar kefasihan dan mungkin hafalan Al-Quran saat ada di sini. Lumayan, kan untuk jadi bekal di kemudian hari. Tak hanya itu, bagi Quipperian yang mungkin kurang percaya diri dengan kemampuan bahasanya, di asrama ini Quipperian akan menemukan banyak teman untuk saling berbagi dan belajar bersama. Pasti seru!

Berada di Ibu Kota Provinsi Aceh

UIN Ar-Raniry berada di ujung pulau Sumatera alias di Ibukota Provinsi Aceh, yaitu Kota Banda Aceh. Berada di kota ini berarti Quipperian sedang berada di kota yang penuh dengan khazanah dan sejarah. Aceh diketahui merupakan satu-satunya wilayah yang belum bisa ditaklukkan oleh Belanda. Di kota Banda Aceh pula, Masjid Baiturrahman yang masyhur dan kokoh itu berada.

Selain kota dengan berbagai prestasinya, Banda Aceh dapat dikatakan sebagai destinasi wisata lokal dan mancanegara. Melalui kota ini, Quipperian dapat mengunjungi titik Indonesia paling ujung bagian barat. Berada di kota ini seolah-olah kita selalu berada dalam suasana wisata. Betapa tidak, di sini terdapat pusat kedai kopi, museum tsunami, dan nyaris semua sudutnya adalah tujuan yang memberi kita banyak pelajaran. Kuliah di UIN Ar-Raniry menjadikan Quipperian seolah-olah belajar Islam Indonesia dari sumber penyebarannya, asal mula datangnya Islam.

Biaya Kuliah Terjangkau

Tidak perlu terlalu khawatir soal biaya. Pasalnya, SPP atau biaya kuliah di kampus ini terbilang paling rendah. SPP murah bukan berarti kualitasnya rendah, loh. UIN Ar-Raniry sejak dulu memang demikian. Bahkan sebenarnya jika kita rajin dan mau mengurus beasiswa, beban SPP pasti tertutupi. Biasanya akan ada beasiswa bagi siapa saja yang tidak mampu atau beasiswa dengan kriteria lainnya. Untuk saat ini, biaya kuliah di UIN sesuai UKT, yakni hanya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp2.860.000. Jadi, Quipperian tidak harus menguras banyak uang.

Masih belum cukup? Baiklah, sebagai informasi penutup, Quipperian tidak perlu khawatir soal biaya makan hingga uang kos. Di sekitar kampus UIN Ar-Raniry, kamu masih bisa merasakan nasi dengan harga di bawah Rp8.000 dan minuman seperti kopi asli dengan harga yang sangat murah, hanya Rp3.000 saja. Pokoknya serba hemat, deh.

Quipperian juga bisa sambil mengajar atau menjadi takmir masjid, loh. Nah, kelebihan di Aceh adalah banyaknya tempat ibadah dan biasanya dimanfaatkan mahasiswa sebagai pengganti tempat tinggal. Di samping menambah ilmu dengan uang makan yang tertutupi, kamu juga bisa sekaligus menjaga diri dari segala godaan yang membuat Quipperian tidak fokus dalam kuliah. Semangat terus, ya!

Penulis: Khairil Akbar

Lainya Untuk Anda

Rahasia Kuliah Gratis & Pengalaman Keren? Cek Beasiswa Djarum Foundation!

Fakultas Farmasi: Cocok Buat Kamu yang Suka Sains, Penasaran Sama Obat, dan Mau Jadi Peneliti Keren di Dunia Kesehatan!

Gratis Kuliah S1 di Korea? Daftar GKS Aja!