
Quipperian, kamu tahu nggak sih bahwa mengetahui kepribadian diri sendiri ternyata memiliki banyak manfaat, lho! Misalnya, untuk mengetahui kekurangan serta kelebihan yang ada pada diri kamu. Hal ini tentunya bisa membantu kamu dalam menemukan cara yang tepat untuk memperbaiki kekurangan tersebut ataupun mengembangkan potensi yang telah dimiliki.
Nah, untuk mengenali kepribadian, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan ya, seperti menilai dengan sudut pandangmu sendiri, meminta pendapat dari orang lain, ataupun melakukan tes psikologi. Jika kamu tertarik dengan cara yang terakhir, salah satu tes psikologi yang bisa kamu ikuti adalah tes MBTI. Apa itu MBTI? Yuk, simak penjelasan berikut ini!
Pengertian MBTI
Myers-Briggs Type Indicator atau MBTI adalah tes yang dirancang untuk mengetahui gambaran umum kepribadian, kekuatan, dan preferensi seseorang. Tes MBTI dirancang dan dikembangkan pada tahun 1940-an oleh psikolog Isabel Myers beserta ibunya, Katherine Briggs. FYI, perancangan tes ini didasarkan pada teori kepribadian Carl Jung, yakni tokoh yang mempopulerkan istilah introvert dan ekstrovert. Quipperian pasti nggak asing dong dengan dua istilah tersebut?
Makanya, di dalam tes MBTI, kamu akan bertemu dengan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan skala introvert dan ekstrovert. Selain itu, juga terdapat pertanyaan mengenai tiga skala lainnya, yakni sensing dan intuition, thinking dan feeling, judging dan perceiving. Supaya kamu nggak bingung saat melakukan tes MBTI, pahami dulu yuk berbagai skala tersebut!
Skala MBTI
Tes MBTI terdiri dari berbagai pertanyaan terkait 4 skala yang berbeda, yaitu:
1. Introvert (I)-Ekstrovert (E)
Skala yang pertama akan menggambarkan bagaimana cara kamu memberikan respons dan berinteraksi kepada lingkungan sekitarmu. Selain itu, skala ini juga bisa digambarkan dari bagaimana kamu menyalurkan serta menerima energi.
Orang-orang yang termasuk ke dalam tipe ekstrovert biasanya memiliki pribadi yang lebih terbuka, gemar berinteraksi, serta merasa energinya bertambah setelah menghabiskan waktu dengan orang lain. Sementara untuk introvert, cenderung lebih menyukai berinteraksi dengan sedikit orang dan merasa berenergi ketika menghabiskan waktunya seorang diri. Kamu termasuk yang mana nih, Quipperian?
2. Sensing (S)-Intuition (I)
Pada skala sensing dan intuition, kamu akan mengetahui bagaimana cara kamu mengumpulkan dan mengolah informasi dari lingkungan sekitarmu. Jika kamu termasuk ke dalam tipe sensing, maka kamu cenderung lebih mandiri dalam memahami lingkungan sekitar.
Selain itu, kamu juga lebih memperhatikan fakta atau kenyataan yang ada. Makanya, kamu lebih suka belajar hal-hal baru dengan melibatkan diri secara langsung. Sementara pada intuition, kamu cenderung menyukai informasi yang teoritis dan abstrak, sehingga dalam proses mengolah informasi, kamu akan lebih mengandalkan intuisi untuk memikirkan segala hal.
3. Thinking (T)-Feeling (F)
Skala thinking-feeling menggambarkan bagaimana cara kamu dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dari skala sebelumnya, yaitu sensing-intuition.
Keputusan yang dibuat oleh orang dengan tipe thinking umumnya lebih mengedepankan fakta dan data yang ada. Misalnya, dengan melihat pengalaman diri sendiri ataupun orang lain, sehingga dapat meminimalisir kesalahan dalam pengambilan keputusan.
Sebaliknya, orang dengan tipe feeling cenderung menghindari keputusan yang dapat menyakiti atau merugikan orang lain. Dengan demikian, dalam mengambil keputusan, tipe ini cenderung mengutamakan kata hati dan memikirkan perasaan orang lain.
4. Judging (J)-Perceiving (P)
Skala ini bisa membantu kamu untuk mengetahui bagaimana cara kamu menjalani hidup. Apabila kamu termasuk dalam tipe judging, maka kamu menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai yang telah kamu tanam ataupun rencana yang telah disusun.
Sementara jika kamu termasuk tipe perceiving, kamu akan lebih fleksibel dalam menjalani kehidupan, serta lebih mudah beradaptasi, khususnya untuk berbagai hal yang belum pernah kamu jalani sebelumnya.
Kombinasi empat skala di atas, akan menghasilkan 16 tipe kepribadian yang berbeda-beda. Banyak banget, kan? Kira-kira ada apa aja ya?
16 Tipe Kepribadian MBTI
Dengan mengikuti tes MBTI, Quipperian bisa mengetahui kombinasi tipe kepribadian apa yang paling sesuai dengan diri kamu. Misalnya, jika tes MBTI-mu menghasilkan ESFP, maka kamu adalah seseorang dengan kepribadian Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving. Selain ESFP, berikut macam-macam kepribadian MBTI lainnya:
1. Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving (ISTP)
‘Si Mekanik’ atau ‘Si Pengrajin’ merupakan julukan bagi orang yang memiliki tipe kepribadian ISTP. Hal ini disebabkan karena ia memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah dan dapat menyesuaikan diri dalam menghadapi suatu krisis. Selain itu, cara berpikirnya cenderung lebih realistis dan logis.
2. Introvert, Sensing, Thinking, Judging (ISTJ)
Memiliki julukan ‘Si Perencana yang Terorganisir’, orang dengan tipe kepribadian ISTJ memiliki karakter yang serius, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan. Sesuai dengan julukannya, tipe ini menjalani hidup dengan teratur dan terorganisir.
3. Introvert, Sensing, Feeling, Perceiving (ISFP)
Selain memiliki tingkat kepedulian yang sangat tinggi terhadap orang lain, ISFP juga memiliki kepribadian yang bersemangat dan kreatif. Lalu, seseorang dengan tipe kepribadian ini, biasanya memiliki bakat dalam dunia seni. Makanya, jangan heran kalau ia kerap dijuluki ‘Si Seniman’.
4. Introvert, Sensing, Feeling, Judging (ISFJ)
Untuk orang yang tes MBTI-nya menunjukkan hasil ISFJ, artinya dia adalah sosok yang penuh perhatian, serta memiliki aura positif yang bisa menularkan ketenangan pada orang-orang di sekelilingnya. Oleh karena itu, tipe kepribadian ini terkenal dengan julukan ‘Si Pelindung.
5. Introvert, Intuitive, Thinking, Perceiving (INTP)
Dijuluki dengan ‘Si Pemikir’ atau ‘Si Logis’, tipe satu ini merupakan pribadi yang berwawasan luas serta memiliki pemikiran yang logis. Selain itu, apabila INTP memiliki minat terhadap suatu hal, ia akan bekerja keras dalam menjalaninya, termasuk ketika dihadapkan pada suatu masalah.
6. Introvert, Intuitive, Feeling, Judging (INFJ)
FYI, tipe kepribadian INFJ termasuk yang paling langka, lho. Dijuluki sebagai ‘Sang Penasihat’, tipe ini memiliki pribadi yang suportif dan sangat peka terhadap orang lain, serta gemar menolong orang lain. Ia pun berkeinginan untuk membuat orang-orang disekitarnya merasa nyaman.
Baca Juga: INFJ, Kepribadian Paling Jarang di Dunia
7. Introvert, Intuitive, Thinking, Judging (INTJ)
Seseorang yang memiliki kepribadian INTJ dikenal sebagai pribadi analitis, logis, sekaligus kreatif, sehingga ia memiliki kemampuan dalam menyusun sebuah strategi. Di samping itu, ia juga lihai dalam menganalisis informasi untuk memutuskan suatu hal. Makanya, orang dengan tipe kepribadian ini dijuluki ‘Si Ahli Strategi’.
8. Introvert, Intuitive, Feeling, Perceiving (INFP)
Dikenal sebagai ‘Si Mediator’, tipe kepribadian ini dapat menjadi pendengar yang baik. Hal ini disebabkan karena kepekaan dan empati ia miliki. Selain itu, INFP juga sering berperan sebagai penengah dalam suatu konflik. Ia pun memiliki sikap yang kreatif, sehingga ia sering melihat sesuatu dari sudut pandang yang nggak biasa.
9. Extrovert, Sensing, Thinking, Perceiving (ESTP)
Sebagai ‘Si Pembujuk’, orang dengan tipe kepribadian ESTP memiliki perangai yang ramah, sehingga pandai dalam berteman. Nggak hanya itu, ia juga lihai dalam mempengaruhi seseorang dan dapat bersifat toleran.
10. Extrovert, Sensing, Thinking, Judging (ESTJ)
Seseorang dengan tipe kepribadian ini, umumnya cocok untuk menjadi seorang pemimpin. Bahkan, ia dijuluki sebagai ‘Si Pengarah yang Tegas’. Dengan kemampuannya, ia dapat mengelola pekerjaan secara efisien.
11. Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving (ESFP)
Tipe kepribadian ini dikenal sebagai tipe yang paling extrovert. Sebab, selain suka menjadi pusat perhatian, ESFP juga senang menghibur dan tentunya nyaman ketika menghabiskan waktu dengan orang lain. Oleh karena itu, ia dijuluki sebagai ‘Si Penghibur’.
12. Extrovert, Sensing, Feeling, Judging (ESFJ)
Dikenal sebagai ‘Si Pengasuh’, tipe ini memiliki sifat setia, ramah, dan berhati lembut. Selain itu, ia juga gemar membantu dan menghibur orang. Hal inilah yang membuat orang dengan tipe kepribadian ESFJ mudah diterima orang-orang di sekelilingnya.
13. Extrovert, Intuitive, Feeling, Perceiving (ENFP)
Tipe extrovert yang satu ini, agak berbeda ya dengan extrovert lainnya. Yup, sebab para ENFP sangat suka untuk menghabiskan waktu seorang diri. Selain itu, ia juga memiliki pribadi yang optimis, energik, serta mampu beradaptasi dalam segala situasi. Oleh karena itu, ia dijuluki sebagai ‘Si Motivator.
14. Extrovert, Intuitive, Feeling, Judging (ENFJ)
Kepribadian yang satu ini memiliki kemampuan dalam menjalin persahabatan hampir dengan semua tipe kepribadian lainnya, nggak terkecuali dengan orang-orang yang tertutup. ENFJ juga gemar membantu orang lain dalam menggapai tujuan, sebab ia memiliki rasa empati yang tinggi. Tipe kepribadian ini dikenal dengan julukan ‘Si Protagonis’.
15. Extrovert, Intuitive, Thinking, Perceiving (ENTP)
Dijuluki sebagai ‘Si Pendebat’, para ENTP merupakan pembicara hebat yang senang melibatkan orang lain untuk berdebat. Di samping itu, ia merupakan pribadi yang sangat ingin tahu dan memiliki kecepatan dalam menyerap serta memahami suatu hal.
16. Extrovert, Intuitive, Thinking, Judging (ENTJ)
Tipe kepribadian MBTI yang terakhir adalah ENTJ. Seseorang yang berkepribadian ENTJ umumnya merupakan sosok yang berani dan percaya diri, serta memiliki wawasan yang sangat luas. Dengan kepercayaan dirinya, para ENTJ dapat memimpin banyak orang untuk mencapai suatu tujuan. Nggak heran ya tipe ini dijuluki sebagai ‘Si Komandan’.
Quipperian itulah macam-macam tipe kepribadian berdasarkan MBTI. Oh ya, satu hal yang perlu kamu ingat, jangan sampai hasil dari tes MBTI membuatmu membatasi diri ya! Dengan memahami kepribadianmu, justru kamu dapat mengenali potensi dan memperbaiki kekurangan yang ada pada diri kamu.
Penulis: Amelia Istighfarah
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani