Home » Quipper Campus » 5 Tips Memulai Bisnis Bakery dan Intip Kisah Suksesnya!

5 Tips Memulai Bisnis Bakery dan Intip Kisah Suksesnya!

tips memulai bisnis bakery

Tren bisnis kuliner di Indonesia terbilang cukup dinamis karena dari tahun ke tahun selalu ada saja produk kuliner yang ngetrend. Tentunya tidak terkecuali bidang bisnis yang masih satu ranah dengan kuliner, yaitu bisnis bakery.

Quipperian masih ingat kan? Beberapa tahun yang lalu banyak banget orang yang mengeluarkan produk kue, bahkan artis-artis tanah air pun tidak luput dalam memanfaatkan tren tersebut.

Setelah tren kue artis mulai surut, kemudian hadir lagi tren kue atau roti lainnya, seperti croffle yang menjadi favorit karena bisa dicicipi dengan berbagai krim, selai, bahkan ada juga yang menggunakan es krim aneka rasa sebagai pelengkapnya.

Selain itu, ada juga garlic bread yang sempat viral beberapa waktu yang lalu. Ini merupakan roti khas korea yang berbentuk bawang. Namun, bukan hanya karena bentuknya yang menyerupai bawang, tetapi juga bahan dasar yang menjadikan cita rasanya spesial menggunakan perpaduan bawang putih dan keju.

Nah, sampai sini tentunya kita bisa melihat bahwasanya peluang bisnis kuliner khususnya bisnis bakery di Indonesia terbilang cukup baik. Dengan tren yang dinamis malah menjadikan pelaku bisnis bakery semakin bergairah. So, jika mau juga berminat menjalani bisnis ini, ini adalah kabar baik untukmu!

Namun, sebelum memulai bisnis bakery, ada baiknya kamu juga mengetahui beberapa tips penting berikut ini agar kamu bisa memaksimalkan kesempatan yang dimiliki.

Tips Memulai Bisnis Bakery

Ada beberapa tips yang bisa kamu coba jika ingin menjalankan bisnis bakery, antara lain sebagai berikut:

1. Membekali diri dengan ilmu tentang bakery

Ada pepatah yang mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Hal tersebut juga perlu diimplementasikan sebelum memulai bisnis. Jadi, sebelum menjalankan suatu bisnis, pelakunya harus mengenal dengan baik seperti apa bisnis tersebut. Mulai dari cara membuat dan mengembangkan produk, potensi bisnis, hingga ancaman yang mengintai selama menjalankan bisnis.

Untuk itu, kamu harus memiliki pengetahuan yang cukup agar bisa memaksimalkan setiap peluang dan mempersiapkan solusi yang cocok bagi ancaman yang mungkin terjadi.

Sekalipun demikian, kamu tidak perlu khawatir, karena kamu bisa memiliki kemampuan tersebut dengan mengikuti pendidikan di kampus-kampus yang menyediakan jurusan khusus di bidang ini, salah satunya Jurusan Pastry Arts di Akademi Tata Boga Bandung (ATB Bandung).

Kampus ini menyediakan dua pilihan program untuk jurusan tersebut, yakni program D1 dan D3. Kamu bisa memilih salah satu dari program tersebut sesuai perencanaan dan cita-citamu.

Program D1 cocok banget bagi kamu yang ingin cepat-cepat bisa bekerja atau berwirausaha karena durasi kuliah yang ditempuh hanya 1 tahun. Sedangkan program D3 cocok banget bagi kamu yang bukan hanya ingin menjalani karier profesional di bidang pastry, tetapi juga memiliki passion yang kuat untuk terus mengembangkan diri, misalnya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.

2. Memanfaatkan lahan dan dapur milik sendiri

Setelah memiliki ilmunya, tibalah waktunya untuk mengeksekusi rencana produk bakery yang akan kamu kembangkan. Untuk melakukan hal tersebut kamu bisa memulainya di dapur sendiri.

Jangan dulu terburu-buru membuat set up dapur secara profesional ya! Akan lebih baik jika kamu berinvestasi ke peralatan yang memudahkan proses produksi terlebih dahulu jika memiliki uang lebih. Tujuannya agar kamu bisa memiliki budget yang cukup untuk melakukan eksplorasi resep yang bisa merebut perhatian calon pelanggan.

3. Membagikan tester

Tips yang tidak kalah penting berikutnya ketika memulai bisnis bakery adalah membagikan tester kepada beberapa orang. Tujuannya adalah untuk mendapatkan feedback atas produk yang akan dikembangkan.

Ketika melakukan hal ini, pastikan responden yang mencicipi tester tersebut sesuai dengan segmen pasar yang akan kamu sasar. Misalnya, kamu ingin membuat produk bakery yang kamu harapkan bisa dinikmati segala usia, maka respondennya harus mewakili segala usia. Sedangkan produk yang kamu peruntukkan bagi anak-anak, maka respondennya juga adalah anak-anak.

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan respon yang lebih objektif dan kamu bisa melakukan perbaikan dan penyesuaian.

4. Inovasi

Dari proses perbaikan dan penyelesaian yang kamu lakukan, maka dengan sendirinya akan lahir berbagai inovasi yang menguntungkan.

Inovasi merupakan hal yang sangat penting agar bisa tetap eksis di pasar. Tidak cukup hanya dengan memiliki brand terkenal. Tanpa inovasi yang baik akan menjadikan produk itu lambat laun ditinggalkan karena hadirnya produk-produk baru yang lebih inovatif.

5. Membuat promosi yang menarik

Setelah memastikan kualitas bisa diterima dengan baik oleh target pasar yang diharapkan, tips selanjutnya adalah memaksimalkan potensi pasar dengan menjalankan promosi atau campaign yang menarik.

Kamu bisa melakukan strategi potongan harga (discount) dengan persyaratan tertentu. Misalnya buy 1 get 1, kupon diskon 50% untuk pembelian berikutnya jika membagikan postingan tentang produk tersebut di media sosial, promo diskon 30% bagi yang berulang tahun di hari tersebut, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, harapannya akan semakin memperluas jangkauan calon pelanggan melalui media sosial dan memanfaatkan power of mouth.

Setelah memahami kelima tips diatas, tentunya kurang komplit rasanya kalau belum ada contoh konkret dari para pelaku bisnis bakery yang telah berhasil menjalankan bisnis tersebut. So, berikut adalah kisah sukses dari alumni ATB yang berhasil merintis dan menjalankan bisnis.

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty T.

Lainya untuk Anda