Bagi Kamu yang Ingin Kuliah S2 Lewat Beasiswa LPDP? Ini Tips Paling Jitu untuk Kamu!

Bagi Kamu yang Ingin Kuliah S2 Lewat Beasiswa LPDP? Ini Tips Paling Jitu untuk Kamu!

Hai Quipperian! Meski kalian masih SMA dan belum menjadi S1, kalian juga perlu mengukur kekuatan diri dan masa depan untuk mempuh beasiswa S2 nanti. Lebih cepat lebih baik, toh? Nah, salah satunya kalian bisa mencoba jalur LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Namun, ketatnya seleksi penerimaan beasiswa, tak pelak menjadikan para pejuangnya minder sebelum bertarung. Banyaknya saingan, ribetnya persyaratan, hingga rasa malas menjadi alasan yang sering menggagalkan mahasiswa untuk meraih mimpinya menerima beasiswa. Salah satu beasiswa bergengsi yang banyak diperebutkan mahasiswa, terutama lulusan S1 adalah beasiswa LPDP.

Beasiswa LPDP terdiri atas dua jenis, yaitu beasiswa Master dan Doktor di universitas dalam negeri, serta beasiswa Master dan Doktor di universitas luar negeri yang sudah menjalin kerja sama dengan Indonesia. Sebagai beasiswa yang diberikan oleh pemerintah, sudah pasti jika mendapatkan beasiswa ini membutuhkan perjuangan yang tidak mudah.

Tonjolkan kontribusimu untuk Indonesia yang lebih baik

Salah satu penerima beasiswa master pendidikan ke luar negeri adalah Rayyane Mazaya Syifa Insani. Rayyane, sapaan akrabnya, merupakan alumni Jurusan Kimia ITB. Pada Mei 2015 nanti, ia akan menjalani pendidikan S2 Biomedical Engineering di University of Melbourne.

Menurut pengalaman Rayyane, awal seleksi yang harus dijalaninya adalah tes administrasi. Seleksinya meliputi persyaratan IPK di atas 3,00; IELTS di atas 6,5; beberapa dokumen seperti ijazah, surat tanda kelulusan, surat keterangan izin kerja dari atasan bagi yang sudah bekerja; dan menyiapkan esai.

Bagi Kamu yang Ingin Kuliah di Perancis, Kamu Wajib Ikut Beasiswa Eiffel!

Menurut Rayyane, dalam esai yang dibuatnya tersebut, ia fokus pada upaya pengembangan negeri ini sesuai bidang ilmu yang dimiliki. Saat itu, Rayyane menulis tentang pengalamannya mendapatkan hibah PKM Kewirausahaan dari DIKTI hingga ia bisa membuka lowongan pekerjaan untuk warga sekitar. Kuncinya adalah fokus pada apa yang bisa kamu lakukan untuk Indonesia yang lebih baik!

Mempertanggungjawabkan apa yang sudah kamu tulis

Setelah kamu lolos seleksi administrasi, tahapan yang harus dilalui selanjutnya adalah tes wawancara dan leaderless group discussion (LGD). Di tahap inilah apa yang sebelumnya kamu tulis di esai akan ditanyakan lebih lanjut. Menurut Rayyana, bahan tulisan dengan apa yang kamu perbincangankan dalam wawancara harus sinkron. Jika tidak begitu, tim penilai mungkin akan menilai esaimu tidak orisinil.

Rayyana juga menambahkan bahwa hal-hal kecil seperti sikapmu terhadap juri, hingga caramu bicara menjadi poin penilaian yang tak kalah penting. Bila kamu mengincar kuliah di luar negeri seperti dirinya, ia menyarankan agar melakukan tahapan wawancara dengan Bahasa Inggris agar persiapanmu dinilai sudah matang.

Jadilah orang yang solutif dan beretika

Seperti namanya, LGD memberikan kesempatan setiap orang di dalamnya untuk urun suara tanpa mendominasi. Dalam seleksi beasiswa LPDP, LGD dilakukan oleh satu tim yang terdiri atas 10 orang.

Banyak peserta yang tidak  lolos di tahap ini karena antaranggota saling ngotot tanpa ada kesimpulan. Menurut Rayyana, LPDP bukan hanya mencari orang dengan intelektualitas tinggi, tetapi juga yang mempunyai etika dalam berbicara, bermasyarakat, dan menyampaikan pendapat juga ide.

Mau Lulus Seleksi Beasiswa? Catat Hal-hal Ini!

Jangan menjatuhkan pendapat orang lain

Satu hal lagi yang harus kamu perhatikan ketika melakukan LGD adalah caramu mengemukakan pendapat. Dalam LGD, peserta yang bersedia membuka topik biasanya akan mendapat nilai lebih. Tentu jika pendapatnya juga berbobot dan solutif, bukan hanya asal bicara. Namun juga jangan sampai mendominasi dan men-judge pendapat lawan.

Menurut Rayyana, dalam LGD, yang terpenting adalah anggota harus saling menguatkan pendapat, boleh menambahkan, boleh merevisi, tetapi jangan membantah secara terang-terangan. Sikapmu yang demikian akan membuat tim penilai menganggapmu arogan dalam tim.

Kuasai topik, jadilah orang yang cerdas dan berwawasan

Salah satu penerima beasiswa LPDP dalam negeri, Melkias Raubaba, menyarankan untuk banyak membaca buku sebelum menjalani wawancara. Buku-buku pokok dengan tema kepemimpinan, manajemen, dan masalah-masalah umum yang ada di Indonesia, misalnya BBM dan pangan, bisa menjadi alternatif bacaan yang bisa kamu lahap sebelum menjalani proses wawancara dan LGD.

Biasanya, dalam LGD, terdapat satu topik besar yang dibahas dan dicari penyelesaiannya. Membaca berita dari media dan paham isu yang sedang panas juga akan menyegarkan topik pembicaraanmu ketika mengikuti proses seleksi.

Berani berkomitmen

Sebagai penerima beasiswa S2 di Jurusan Sosiologi UI, Melki menganjurkan agar para pelamar menjawab pertanyaan wawancara dengan yakin. Jika mendapat pertanyaan tentang kemampuan menjalani pendidikan di luar negeri, kamu harus menjawab dengan yakin bahwa kamu bisa. Jika kamu saja ragu dengan dirimu sendiri, bagaimana orang lain ingin yakin sama kamu?

Penulis: Sritopia



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang