Quipperian, setelah kamu lulus kamu akan dihadapkan pada kompetisi di dunia kerja. Sekarang, mencari pekerjaan yang ideal tidak semudah membalikan telapak tangan. Tak sedikit jumlah sarjana yang saat ini justru menganggur. Lapangan pekerjaan semakin sempit dan angkatan kerja semakin mebludak. Ditambah lagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), yaitu kamu akan berkompetisi dengan orang asing di negeri sendiri. Oleh karena itu, sebelum kamu lulus, kamu perlu mempersiapkan diri kamu sebaik mungkin untuk menghadapi dunia kerja. Untuk kamu yang ingin tahu tips and trick– nya, yuk baca informasinya!
Perhatikan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
Quipperian, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah akumulasi nilai yang telah kamu capai dibagi banyaknya semester. Universitas pada umumnya memiliki 8 semester perkuliahan, namun ada juga yang mematok 10 semester perkuliahan dengan durasi per semester yang lebih sedikit. IPK ini mewakili prestasi akademik kamu selama berkuliah. Biasanya hal pertama yang akan dipertimbangkan saat kamu melamar pekerjaan adalah IPK kamu.
Oleh karena itu, perhatikan kondisi IPK-mu jangan sampai berada di bawah 2,75 karena biasanya 2,75 adalah batas minimal yang dipatok berbagai perusahaan sebagai standar penerimaan. Belajarlah dengan giat dan sungguh-sungguh agar mempermudah urusanmu di dunia kerja.
Ikuti Organisasi dan Kepanitiaan
Hal lain yang tak kalah penting dari IPK adalah pengalaman berorganisasi dan kepanitiaan. Untuk kamu yang belum pernah sama sekali terlibat dalam suatu organisasi atau kepanitian, inilah saat yang tepat untuk kamu mengikutinya. Mengikuti organisasi adalah hal yang sangat dianjurkan ketika kamu duduk di bangku kuliah. Pasalnya dengan berorganisasi kamu akan mendapat banyak manfaat. Di organisasi kamu akan diajarkan kepemimpinan, sehingga kamu bisa memiliki soft skill seperti manajemen, controlling, directing, dan staffing. Soft skill tersebut akan sangat berguna ketika kamu terjun di dunia kerja.
Selain itu, dengan masuk organisasi kamu akan membangun banyak relasi. Semakin kamu memberikan performa terbaikmu di organisasi, maka semakin baik pula orang lain mengenalmu. Maka jangan salah apabila banyak orang yang bekerja dengan orang yang dulu ia kenal selama berorganisasi. Selanjutnya, adalah rasa percaya diri. Dengan mengikuti organisasi rasa percaya dirimu akan terbangun, sehingga kamu akan lebih berani untuk berkompetensi di dunia kerja.
Lalu bagaimana dengan kepanitiaan? Quipperian, organisasi dan kepanitiaan adalah satu hal yang berkorelasi satu sama lain. Ketika kamu masuk organisasi maka secara otomatis pengalaman kepanitiaan juga akan kamu dapatkan. For your information Quipperian, sertifikat-sertifikat yang kamu dapatkan dari organisasi dan kepanitiaan itu bisa kamu lampirkan pada saat melamar pekerjaan. Sertifikat-sertifikat tersebut biasanya akan sangat dipertimbangkan oleh perusahaan karena orang yang berorganisasi dinilai memiliki pengalaman lebih dibandingkan dengan yang tidak berorganisasi.
Belajar Hal Baru yang Bermanfaat
Quipperian, skill yang akan kamu butuhkan di dunia kerja tak melulu skill yang kamu dapatkan di jurusan ketika kamu belajar saja, tapi juga skill yang kamu dapatkan di luar kelas. Kamu harus mengasah kemampuan kamu di berbagai bidang karena seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa persaingan di dunia kerja akan semakin ketat.
Dalam memilih tenaga kerja tentu saja perusahaan akan memilih individu yang memiliki banyak keahliaan. Misalnya, ketika kamu ingin menjadi seorang guru, mengandalkan kemampuan mengajar saja tidak akan cukup. Mengapa? Karena, untuk menjadi seorang guru yang baik kamu harus bisa mengajar dengan berbagai kreativitas. Nah, kreativitas ini didapat dengan keahlian yang kamu miliki seperti teknologi dan seni. Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk mempelajari hal baru yang bermanfaat selama kuliah.
Mengikuti Lomba-lomba, Konferensi, dan Seminar
Quipperian, ketika menjadi seorang mahasiswa kamu dituntut untuk lebih aktif dalam mengembangkan kemampuanmu agar kamu bisa berkompetensi di dunia kerja. Banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mengembangkan kemampuanmu, salah satunya adalah mengikuti lomba-lomba yang sesuai minat dan bakatmu.
Hal ini bertujuan agar kamu bisa meningkatkan kompetensi diri kamu. Misalnya ketika kamu mengikuti kejuaraan debat, kamu dapat melatih critical thinking kamu lebih dari yang lain, sehingga kompetensi diri kamu akan lebih berkembang dibanding yang lain.
Selain itu, kamu juga bisa mengikuti seminar dan konferensi. Sebetulnya, manfaat dari mengikuti seminar dan konferensi memiliki sifat berkesinambungan. Dua-duanya akan memberikanmu ilmu dan akan membuka pemikiran kamu. Di seminar, kamu bisa bertemu para pakar yang akan memberikanmu banyak pelajaran dan ilmu.
Di konferensi kamu juga bisa mendapatkan hal yang sama seperti di seminar, namun bedanya di konferensi kamu juga bisa menjadi pembicara dan membagi ilmu yang kamu miliki kepada orang lain. Nah, sertifikat yang kamu dapatkan dari kegiatan-kegiatan tersebut bisa kamu lampirkan saat kamu melamar kerja. Sertifikat ini bisa jadi pertimbangan dalam penerimaan karyawan oleh perusahaan.
Bekerja Paruh Waktu
Meskipun kehidupan perkuliahan sangat menguras waktumu, namun sempatkanlah untuk mencari pekerjaan paruh waktu seperti mengajar, menjadi pelayan di restaurant, ataupun bekerja sebagai pelayan toko. Hal ini perlu kamu lakukan, sebab selain melatih ketangkasanmu dalam bekerja, perusahaan juga akan memprioritaskan mereka yang sudah pernah bekerja sebelumnya.
Persiapkan Curriculum Vitae (CV) Sekreatif Mungkin
Quipperian, Curiculum Vitae (CV) adalah gambaran mengenai dirimu dan kualifikasimu. Perusahaan tidak akan tertarik dengan CV yang dikemas biasa saja. Oleh karena itu, kamu harus bisa mengemasnya sebaik mungkin dan semenarik mungkin. Hal yang perlu kamu perhatikan ketika membuat CV adalah desain dan kontennya. Semakin kreatif CV yang kamu buat, maka semakin tertarik HRD dari pihak perusahaan untuk menerima kamu.
Penulis: Annisa Dwi Utami
