Masih Bingung dengan Materi Kata Rujukan? Simak Artikel Ini Saja!

Quipperian, pastinya lagi sibuk belajar untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019, kan? Untuk membantumu, kali ini Quipper Blog akan membahas mengenai pelajaran Bahasa Indonesia, yakni materi kata rujukan.

Meski terlihat mudah, materi Bahasa Indonesia pada dasarnya tidak dapat diremehkan. Untuk itu, yuk, simak pembahasan materi kata rujukan berikut dengan seksama!

Pengertian Kata Rujukan

Untuk memahami kata rujukan, kamu harus memahami dulu definisi dari kata ‘rujukan.’ Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘rujukan’ memiliki dua arti. Pertama, kata tersebut berarti keterangan lanjutan mengenai suatu hal. Sedangkan, arti kedua ialah bahan sumber yang dipakai untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut; acuan; referensi.

Dari definisi itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa kata rujukan berarti kata yang digunakan untuk mengacu kepada suatu hal atau untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Bila disederhanakan, maka definisi dari kata rujukan ialah kata ganti yang menunjuk pada kata lain yang telah digunakan sebelumnya sebagai pengganti dari kata aslinya.

Macam-macam Kata Rujukan

Selaiknya pada materi-materi dalam Bahasa Indonesia, kata rujukan memiliki ragam macamnya. Ragam macam kata rujukan terdiri dari kata rujukan benda atau suatu hal, rujukan orang atau yang diperlakukan seperti orang, dan rujukan tempat.

Kata rujukan benda atau sesuatu hal merupakan kata ganti yang digunakan untuk merujuk kepada benda atau hal yang dianggap seperti sebuah benda. Kata rujukan yang digunakan untuk merujuk kepada benda atau sesuatu hal terdiri dari kata ini, itu, dan tersebut. Berikut contoh kalimatnya:

  1. Kemarin Serenata membaca novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, novel ini merupakan salah satu novel terbaik yang pernah dibuat film. (Kata ‘ini’ dalam kalimat tersebut mengacu atau menjadi kata rujukan pada novel berjudul ‘Laskar Pelangi’ yang disebutkan pada kalimat sebelumnya).
  2. Salah satu cara untuk mencegah banjir ialah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Namun, banyak orang yang masih tidak menyadari hal itu. (Kata ‘itu’ di akhir kalimat merujuk kepada perilaku ‘tidak membuang sampah sembarangan’ dari kalimat sebelumnya).
  3. Dimas baru saja membeli ponsel baru merek Xiaomi. Ponsel itu dibeli dari hasil keringatnya sendiri dengan berjualan nasi uduk di sekolah. (Kata ‘itu’ merujuk kepada ‘ponsel baru merek Xiaomi’ yang dibeli oleh Dimas).
  4. Banyak mengonsumsi air putih sangat baik untuk kesehatan. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari hal tersebut. (Kata ‘tersebut’ di akhir kalimat merujuk kepada kalimat sebelumnya, yakni ‘banyak mengkonsumsi air putih sangat baik untuk kesehatan’).

Kata rujukan kedua ialah kata rujukan orang atau yang diperlakukan seperti orang. Kata rujukan tersebut merupakan kata ganti atau rujukan untuk orang atau sesuatu yang diperlakukan atau dianggap seperti orang. Kata rujukan macam ini terdiri dari dia, ia, mereka, beliau, dan lain sebagainya. Berikut contoh kalimatnya:

  1. Rosa merupakan anak yang pintar. Ia selalu mendapatkan ranking pertama di kelas. (Kata ‘ia’ merujuk pada Rosa).
  2. Setiap siswa pasti memiliki kenangan lucu bersama Pak Yudi. Sebab, beliau merupakan salah satu guru yang suka melawak di kelas. (Kata ‘beliau’ merujuk kepada ‘Pak Yudi’ dari kalimat sebelumnya).
  3. Anies Baswedan merupakan Gubernur DKI Jakarta terpilih dari hasil Pilkada DKI Jakarta 2017. Beliau dulu pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (Kata ‘beliau’ mengacu kepada Anies Baswedan’).
  4. Andi merupakan salah satu atlet bola terbaik di sekolahku. Dia bisa memiliki kualitas permainan yang sangat baik lantaran selalu rajin berlatih selepas jam sekolah. (Kata ‘dia’ merujuk kepada ‘Andi’ dari kalimat sebelumnya).
  5. Ketika ulangan Bahasa Indonesia tadi, Iman ketahuan mencontek di kelas. Untung saja, dia masih diberi kesempatan untuk ulangan susulan minggu depannya. (Kata ‘dia’ merujuk kepada ‘Iman’ yang disebutkan pada kalimat sebelumnya).

Dan, kata rujukan ketiga ialah kata rujukan tempat. Secara sederhana, kata rujukan tempat merupakan kata ganti atau acuan kepada suatu tempat. Beberapa kata yang kerap digunakan sebagai kata rujukan tempat ialah di sini, di situ, di sana, dan lain sebagainya. Berikut contoh kata rujukan tempat:

  1. Aku tinggal di Jalan Danau Limboto No 20. Di sana aku tinggal bersama orang tua dan kedua adik laki-lakiku. (Kata ‘di sana’ mengacu kepada alamat tinggal ‘Jalan Danau Limboto No 20’ dari kalimat sebelumnya).
  2. Jakarta merupakan Ibukota Republik Indonesia. Di sana terdapat bangunan Monumen Nasional (Monas) yang menjadi simbol kenegaraan Indonesia. (Kata ‘di sana’ mengacu kepada kota ‘Jakarta’ yang disebutkan pada kalimat sebelumnya).
  3. Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sudah sangat ramai disesaki oleh pendukung tim nasional Indonesia. Sebab, di sini nanti akan diadakan laga persahabatan Indonesia melawan Thailand. (Kata ‘di sini’ mengacu kepada ‘Stadion GBK’ yang disebutkan di kalimat sebelumnya).
  4. Selepas kuliah nanti, aku ingin bekerja di Papua. Di sana aku akan mengabdikan diri untuk masyarakat. (Kata ‘di sana’ mengacu kepada tempat ‘Papua’ yang disebutkan pada kalimat sebelumnya).
  5. Warung Pak Juned cukup terkenal dengan kelengkapan barang yang dijualnya. Kamu bahkan bisa mendapatkan gulungan kabel di situ. (Kata ‘di situ’ mengacu kepada ‘Warung Pak Juned’).

Bagaimana Quipperian pembahasan tersebut? Semoga mencerahkan dan membantumu memahami materi kata rujukan. Dengan begitu, kamu bisa menghadapi soal-soal materi kata rujukan di soal SBMPTN 2019 dengan mudah. Kalau kamu membutuhkan pembahasan-pembahasan materi-materi lainnya, colek saja Quipper Blog. Pastinya, Quipper Blog akan membahas ‘colekan’ kamu dengan artikel menarik lainnya.

Sumber:

Penulis: Muhammad Khairil

Belajar Asyik Sistematika Penulisan Resensi Agar Kamu Enggak Gampang Nge-judge!