Mau Masuk Jurusan Unik di SBMPTN? Kamu Wajib Pilih Arkeologi!

146285252879621
Quipperian dalam memilih jurusan pada SBMPTN 2016  nanti, kalian pasti melihat potensi karir ke depannya pasca lulus kuliah. Iya, kan? Hal itu sih bagus-bagus aja walaupun kamu harus mempersiapkan diri bersaing dengan banyak orang untuk memasuki jurusan favorit tersebut.

Bila Quipperian mau mempertimbangkan sejenak perihal pilihan jurusan, sebenarnya semua jurusan di universitas negeri memiliki potensi karir yang baik. Hanya saja, tidak semuanya jurusan itu bersinar selaiknya jurusan favorit. Salah satu jurusan itu ialah Arkeologi.

Apa itu Arkelogi?

Arkeologi adalah cabang ilmu yang mempelajari peninggalan kepurbakalaan. Mulai dari mempelajari dan menemukan artefak hingga mengungkap fakta sejarah di dalamnya. Semua hal seperti itu akan kamu pelajari di jurusan ini. Apalagi, kalau kamu senang hiking atau traveling mungkin ini akan menjadi jurusan impian kamu. Karena, menjadi seorang Arkeolog akan membuat kamu sering turun ke lapangan yang pastinya tidak terjangkau oleh traveler biasa.

Ditambah, dengan kamu belajar Arkeologi, kamu dapat mengungkap fakta-fakta peradaban masa lampau dari berbagai latar budaya di dunia. Sudah pastinya, kamu akan menjadi lebih arif dalam memaknai tiap hasil peradaban budaya dan bisa membagikannya terhadap orang lain.

Anak IPS? Pelajari Contoh Soal SBMPTN TKD Soshum Ini Demi Kampus Impianmu!

Belajar Apa Saja di Jurusan Arkeologi?

Quipperian pasti membayangkan tentang apa saja yang bakal dipelajari di jurusan Arkeologi, kan? Banyak yang beranggapan, belajar Arkeologi hanya belajar melihat dan mencari benda-benda purbakala saja. Sebenarnya, tidak sesederhana itu dan jauh lebih menyenangkan.

Bila kamu diterima di Jurusan Arkeologi pada SBMPTN 2016 sudah pasti kamu akan mempelajari dasar-dasar ilmu Arkeologi. Kamu akan belajar apa itu benda kepurbakalaan, bagaimana melakukan ekskavasi artefak kepurbakalaan, hingga mengulik fakta sejarah di balik artefak kepurbakalaan.

Selain itu, kamu akan mempelajari Arkeologi Lingkungan yakni ilmu yang mempelajari ruang lingkup kehidupan manusia kuno dengan lingkungannya. Ilmu ini terbagi menjadi tiga sub disiplin, yakni Zooarchaeology, Geoarchaeology, dan Archaeobotany. Secara sederhana, Zooarchaeology berhubungan dengan studi hewan purba, Geoarchaeology berhubungan dengan studi tanah dan berbagai unsur di dalamnya terkait kepurbakalaan, dan Archaeobotany mempelajari tentang tanaman purba.

Pelajaran lain yang akan kamu dapatkan ialah tentang Museologi. Mungkin Quipperian masih asing dengan nama ini. Untuk menambah informasi buat kamu, museologi merupakan ilmu yang berkaitan dengan tujuan dan pengorganisasian museum-museum. Pada mata kuliah ini, kamu akan mempelajari berbagai masalah berkaitan tentang manajemen museum, bagaimana melihat keterkaitan museum dengan masyarakat, hingga bagaimana menyampaikan informasi tentang segala hal tentang artefak kepada masyarakat melalui museum.

Pelajaran-pelajaran itu yang kiranya akan kamu temui bila pada SBMPTN 2016 ini kamu berhasil masuk ke dalam jurusan Arkeologi. Selain pelajaran-pelajaran itu, masih ada Arkeologi Maritim, Arkeologi Seni, Arkeologi Sosial, dan pelajaran lainnya. Pastinya, dengan beragam ilmu Arkeologi itu akan membuka mata kamu bahwa Arkeologi bukan cabang ilmu kacangan yang bisa disepelekan orang.

Jurusan Arkeologi Ada di Universitas Mana Saja?

Pada SBMPTN 2016 kali ini, beberapa Universitas yang membuka jurusan Arkeologi ialah Universitas Indonesia (UI), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Jambi (UNJA), dan Universitas Haluoleo (UNHALU).

Di UI, Jurusan Arkeologi telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Jurusan ini telah ada ada di UI sejak 1947 saat FIB masih bernama Fakulteit Sastra dan Filsafat. Untuk SBMPTN 2016 ini, UI membuka daya tamping hingga 20 kursi untuk jurusan Arkeologi. Jumlah daya tampung ini sama dengan daya tampung tahun lalu untuk jalur masuk SBMPTN.

Buat Quipperian yang tertarik mengambil jurusan Arkeologi UI di SBMPTN 2016 ini kiranya harus sedikit belajar ekstra. Karena, passing grade jurusan ini di UI berada pada level menengah, yakni 44,7%. Meski demikian, jurusan ini masih terjangkau bila dibandingkan dengan jurusan favorit di UI.

Jurusan Arkeologi tertua kedua ialah Arkeologi UNUD. Jurusan ini berdiri tahun 29 September 1958 dengan nama Jurusan Purbakala Fakultas Sastra Udayana Universitas Airlangga. Lalu, pada 17 Agustus 1962, Jurusan Arkeologi Unud berdiri secara mandiri dan terus bertahan hingga saat ini.

Untuk SBMPTN 2016, Jurusan Arkeologi UNUD membuka daya tampung sebanyak 16 kursi. Jumlah daya tampung ini menurun dari tahun lalu, yakni 21 kursi. Untuk passing grade, bila melihat usianya yang cukup tua, persentasenya cukup rendah. Jurusan Arkeologi UNUD memiliki passing grade sebesar 28,28%. Jadi, kalau kamu ingin masuk Jurusan Arkeologi UNUD, kesempatan terbuka lebar meski harus siap bersaing memperbutkan jumlah kursi yang sedikit.

Tak kalah tua dengan Arkeologi UI dan UNUD, Jurusan Arkeologi UGM sudah ada sejak tahun 1962. Kala itu, jurusan Arkeologi masih masuk ke dalam sub Jurusan Sejarah Indonesia Kuna. Lalu, sempat tutup pada tahun 1966 karena kurangnya tenaga pengajar. Jurusan ini kemudian kembali dibuka pada tahun 1967 dengan nama Jurusan Arkeologi.

imageedit_3_8676143724

Pada SBMPTN 2016, Jurusan Arkeologi UGM menyediakan 16 jumlah kursi. Daya tampung ini menurun dari tahun 2015. Tahun lalu, Arkeologi UGM memiliki daya tampung hingga 18. Dengan jumlah daya tampung yang lebih sedikit, passing grade Jurusan Arkeologi UGM tidak jauh berbeda dengan Arkeologi UI. Untuk masuk ke Arkeologi UGM, Quipperian harus mencapai nilai passing grade 47,50%. Sedikit lebih tinggi dari UI.

12 Tips dan Fakta Agar Kamu Bisa Masuk UGM Tanpa Ikut Tes!

Untuk dapat masuk ke Jurusan Arkeologi di UI dan UGM memang membutuhkan belajar ekstra. Pasalnya, kedua universitas tersebut memang dikenal sebagai universitas pelopor jurusan Arkeologi di Indonesia, bersama dengan UNUD. Bahkan, dapat dikatakan kedua universitas itu merupakan pengembang ilmu Arkeologi di Indonesia. Bila kamu ingin masuk ke jurusan Arkeologi UI dan UGM maka kamu harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Jika kamu ingin masuk ke jurusan Arkeologi, mungkin kamu bisa memilih ke Jurusan Arkeologi UNHAS. Jurusan Arkeologi telah ada di UNHAS sejak 1980. Ketika itu, Jurusan Arkeologi masih bagian dari Jurusan Sejarah dan Arkeologi. Barulah pada tahun 1998, Jurusan Arkeologi berdiri sendiri di bawah Fakultas Ilmu Budaya UNHAS.

Pada SBMPTN 2016, Jurusan Arkeologi UNHAS tersedia 16 bangku. Jumlah daya tampung ini menurun dari tahun 2015, yakni 20 bangku. Untuk passing grade, Jurusan Arkeologi UNHAS memiliki angka persentase jauh di bawah UI dan UGM. Jika kamu ingin masuk ke Jurusan Arkeologi UNHAS, maka kamu harus mencapai persentase nilai hingga 28,28%. Tak hanya itu, jumlah daya tampung yang sedikit kiranya membuat kamu harus benar-benar mempersiapkan diri.

UNJA bisa menjadi alternatif lain bila kamu ingin masuk ke Jurusan Arkeologi. Di universitas ini, Jurusan Arkeologi terbilang masih sangat muda umurnya. Di UNJA, Jurusan Arkeologi baru dibuka tahun 2014 dan mulai menerima mahasiswa dari jalur SBMPTN tahun 2015. Di SBMPTN tahun ini, Jurusan Arkeologi UNJA memiliki daya tampung 14 orang. Angka tersebut menurun dari tahun 2015, yakni 20 orang.

Soal passing grade, Jurusan Arkeologi UNJA berada pada persentase 23,6%. Passing grade yang kecil memungkinkan kamu bisa memasuki jurusan ini. Meski demikian, kecilnya passing grade itu juga memungkinkan persaingan menjadi lebih ketat.

Terakhir ialah Jurusan Arkeologi UNHALU yang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara. Informasi perihal Jurusan Arkeologi memang tidak terlalu banyak. Hanya saja, untuk SBMPTN 2016 ini, UNHALU membuka jumlah daya tampung yang cukup besar, yakni 50 kursi. Jumlah tersebut lebih besar dari tahun lalu, yakni 23 kursi. Setidaknya, dengan jumlah kursi yang besar, kemungkinan diterima pada Jurusan Arkeologi UNHALU jauh lebih besar dari universitas lainnya.

1_archeologygallery_nationalgeographic_611691.ngsversion.1452290401530.adapt.768.1

Prospek Karir Di Masa Depan

Quipperian tidak perlu khawatir setelah memilih Jurusan Arkeologi tidak akan memiliki jenjang karir yang bagus. Jika kamu tertarik untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka kamu bisa menggeluti karir di Dinas Kepurbakalaan atau bekerja di museum-museum milik pemerintah. Akan tetapi, bila kamu tertarik di sektor lain, maka lulusan Arkeologi bisa bekerja di ranah bidang penelitian, akademisi, ataupun bekerja di galeri seni.

Sebagai peneliti dan akademisi, seorang lulusan Arkeolog akan memiliki ranah yang cukup luas di Indonesia. Karena, Indonesia memiliki banyak artefak kepurbakalaan yang masih terkubur di dalam perut bumi. Tak hanya itu, penelitian terkait pengungkapan sejarah dari artefak yang telah ditemukan masih terbuka lebar.

Galeri seni, lulusan Arkeologi setidaknya telah dibekali dengan pengetahuan dasar tentang seni dalam mata kuliah Arkeologi Seni. Tak hanya itu, pengantar ilmu museologi kiranya dapat pemahaman manajemen institusi yang amat berguna bila kamu bekerja di galeri seni.

Sebagai lulusan Arkeologi kelak, kamu juga bisa berkarir sebagai penulis traveling. Dengan berbagai pengetahuan kepurbakalaan itu, kamu bisa membuat tulisan review atau feature yang lebih mendalam dari wartawan biasa. Kamu bisa mengetahui asal muasal sebuah daerah dengan lebih mendalam dan pemaknaan artefak kepurbakalaan yang kamu temukan di lokasi traveling popular.

Sebenarnya, Jurusan Arkeologi memiliki potensi besar untuk berkembang. Hanya saja, pengembangannya di Indonesia belum sepesat di luar negeri. Bila kamu sudah membulatkan diri memilih jurusan Arkeologi, jangan khawatir tentang prospek masa depannya. Karena, bila kamu rajin mencari informasi soal karir ataupun beasiswa, kiranya banyak peluang yang bisa kamu dapatkan. Kunci utama untuk dapat sukses di bidang kepurbakalaan ini ialah presistensi atas pilihan, keseriusan menjalankannya, dan keuletan dalam mencari segala informasi.

Penulis: Muhammad Khairil