Perbedaan Penerimaan Mahasiswa Baru, Dulu dan Zaman Now

Halo Quipperian! Tak terasa, kita sudah masuk ke bulan pertama di tahun 2019, yakni Januari. Bagi Quipperian kelas XII, bagaimana persiapan menyongsong kelulusan SMA? Apakah sudah ajeg menentukan pilihan jurusan, mengetahui mata pelajaran terkait tujuan jurusan yang masih perlu diperkuat, dan bahkan mungkin rencana jurusan atau universitas alternatif dari pilihan utama?

Semoga semua persiapan yang Quipper Blog tanyakan di atas sudah mulai matang, ya. Soalnya, di tahun 2019 ini teknis pelaksanaan SBMPTN akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Artinya, karena pertama kalinya, teknis pelaksanaan baru akan dipraktikkan maka sangat mungkin akan terjadi hal-hal yang tidak mulus. Tapi, kalau pesertanya juga lebih matang mempersiapkan pra-syarat SBMPTN, mudah-mudahan prosesnya bisa berjalan lancar.

Nah, maka itu di edisi kali ini Quipper Blog akan melengkapi pengetahuan Quipperian mengenai perkembangan sistem penerimaan mahasiswa baru sepanjang sejarah pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan demikian, Quipperian bisa berefleksi juga sejauh apa perkembangan teknis pendidikan tinggi kita. Tanpa berlama-lama, mari kita mulai telisik bagaimana perkembangan sistem penerimaan mahasiswa baru dari masa ke masa.

Quipper Blog akan membahas perkembangan sistem ini berdasarkan urutan persiapan dan pelaksanaan. Dengan demikian kamu bisa lebih jelas memetakan perbedaan dan perkembangan teknis penerimaan mahasiswa baru.

Tahap Persiapan dan Pendaftaran

Aspek

2001-2008

2008-2013

2013-2018

2019

Efek Perubahan Terkini

Nama

Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB)

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

 

Daya Tampung

   

30% dari total peserta

40% dari total peserta

Meningkatnya kemungkinan untuk diterima melalui jalur SBMPTN

Penyelenggara

Panitia Pusat SPMB ad hoc bergiliran dijabat oleh PTN tertentu

Panitia Pusat SNMPTN ad hoc bergiliran dijabat oleh PTN tertentu

Panitia Pusat SBMPTN ad hoc bergiliran dijabat oleh PTN tertentu

Lembaga Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi bersifat dan berlokasi tetap di Jakarta

Pengelolaan dan pengolahan data peserta lebih sederhana dan mudah diakses

Prosedur Bidang Seni dan Olahraga

Ujian Khusus Olahraga dan Seni

Ujian Khusus Olahraga dan Seni

Tes Keterampilan

Dokumen Portofolio

Calon dimotivasi memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni dan olahraga saat masih di sekolah untuk memperpanjang portofolio. Semakin tebal portofolio semakin berpeluang lulus.

Kesempatan Ujian

1 kali setahun

1 kali setahun

1 kali setahun

2 kali setahun

Peserta dapat mengulang di tahun yang sama bila tidak lulus atau nilai tes pertama tidak memuaskan.

Tata Urutan

Daftar Jurusan, Ujian, Hasil Keluar

Daftar Jurusan, Ujian, Hasil Keluar

Daftar Jurusan, Ujian, Hasil Keluar

Ujian, Hasil Keluar, Daftar Jurusan

Calon peserta wajib

  1. Aktif berinisiatif mencari tahu batas nilai penerimaan jurusan pilihan utamanya bersama alternatif pilihan, sehingga:
  2. Saat hasil keluar peserta dapat segera menindaklanjuti hasil ujian. Bila lulus langsung mendaftar, bila tidak lulus mendaftar ke pilihan lain atau mengambil di jadwal tes kedua

Tahap Pelaksanaan

Aspek

2001-2008

2008-2013

2018

2019

Efek

Wahana Tes

Kertas

Kertas, Komputer (mulai 2009)

Kertas, komputer, android

Komputer

Walau lebih mudah mengakses daerah dalam skala luas, peserta juga perlu tanggap terhadap kesiapan fasilitas pendukung (server dan listrik)

Nama Tes

Tes Kemampuan Dasar dan Tes IPA/IPS

Tes Kemampuan Dasar dan Tes IPA/IPS

Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD)

Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan Tes Potensi Skolastik (TPS).

Tidak ada karena hanya perubahan nama

Tahap Pasca Pelaksanaan

Aspek

Pra 2019

2019

Efek

Akses Nilai Hasil Ujian

Rahasia

Terbuka

Keterbukaan akses terhadap nilai hasil ujian memungkinkan:

  1. Peserta, apabila nilai sasaran tercapai, untuk mengambil pilihan jurusan yang sesuai dengan nilai yang ia peroleh.
  2. Peserta, apabila gagal mencapai nilai sasaran, untuk memahami kekurangannya dalam rangka persiapan ujian berikutnya; atau jika memungkinkan mengambil jurusan yang mengakomodasi nilai.

Nah, Quipperian semoga penjelasan di atas membuka sudut pandang akan perkembangan teknis sistem penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Nasional. Ulasan dalam artikel ini bertujuan membantu kamu melihat lebih jauh efek perubahan dan merefleksikan berbagai kemungkinan perkembangan sistem penerimaan ini ke depannya.

Sebagai contoh, misalnya perubahan untuk calon peserta jurusan Seni dan Olahraga yang sebelumnya memiliki ujian namun ke depannya mengandalkan portofolio. Perubahan ini tidak hanya berefek 1 bulan, karena portofolio berkualitas tinggi dibangun dalam jangka waktu lama lewat proyek-proyek sederhana. Tentu berbeda bila disandingkan dengan ujian tulis yang mengharuskan kita belajar teori ketimbang praktik.

Semangat, Quipperian. Jangan lupa gabung bersama Quipper Video biar proses belajar masuk SBMPTN kamu makin menyenangkan dan ilmu bertambah banyak. Kamu pun bisa belajar macam-macam soal HOTS di Quipper Video, lho. Buruan daftarkan diri, ya!

Sumber:

Penulis: Jan Wiguna

Lain Ladang Lain Belalang, Inilah Perbedaan SBMPTN dan SAT

Be the first to comment

Leave a Reply