Sudah Siap SBMPTN? Kulik Dulu Apa Itu PBT dan CBT!

Bubble style test form

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 sudah di depan mata. Sebelum mengikutinya, kamu perlu mengetahui lebih dalam perihal pelaksanaan SBPTN 2016, terutama soal ujian tulisnya. Pada pelaksanaannya tahun ini, SBMPTN akan diadakan dengan dua jenis ujian tulis, yakni Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT).

Walaupun demikian, soal yang akan dikerjakan pada kedua sistem itu sama. Materi soal SBMPTN itu meliputi Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD). Jenis TKD sendiri, terdapat dua jenis soal yakni TKD Sainstek dan TKD Soshum.

Apa itu PBT?

Sistem PBT merupakan sistem ujian tulis yang masih menggunakan kertas dan pensil untuk pengerjaannya. Sistem ini merupakan sistem yang lumrah digunakan sejak SBMPTN tahun-tahun sebelumnya. Peserta ujian tulis menjawab soal-soal tulis SBMPTN di kertas lembar jawaban komputer (LJK) dengan menggunakan pensil 2B. Setelah itu, jawaban pada LJK itu baru di-scaning komputer untuk menghitung jumlah jawaban yang benar.

Sebenarnya, sistem PBT ini tidak ada perbedaan mendasar dengan sistem ujian SBMPTN tahun-tahun sebelumnya. Karena, seluruh aturan teknis ujian dan pelaksanaannya sama. Mulai dari penggunaan lembar LJK hingga aturan waktu pelaksanaannya. Jadi, bagi Quipperian yang memilih sistem ujian PBT ini pasti tidak akan mengalami kendala serius.

10 Informasi Penting yang Harus Kamu Ketahui tentang Ujian Nasional Online

Apa itu CBT?

Sistem ujian tulis CBT merupakan sistem ujian dengan menggunakan sistem komputer. Sistem ini baru diaplikasikan pada SBMPTN tahun ini. Pada sistem CBT ini, peserta SBMPTN akan mengerjakan soal-soal dengan menggunakan komputer. Masing-masing peserta akan dilengkapi komputer di ruang ujiannya yang disediakan panitia SBMPTN. Komputer yang digunakan dalam ujian SBMPTN itu akan dilengkapi dengan jaringan internet yang akan secara langsung merekam jawaban peserta ke dalam server panitia SBMPTN. Hasil jawaban peserta itu kemudian akan langsung dihitung panitia.

Kendala Ujian Dengan Sistem CBT

Penerapan ujian tulis berbasis CBT ini merupakan upaya panitia SBMPTN 2016 untuk terus mengikuti perkembangan teknologi. Penerapan sistem ini sebenarnya jauh lebih mudah dan hasil dari ujian tulisnya dapat diproses lebih cepat. Meski demikian, bagi Quipperian yang tak terbiasa bersentuhan dengan sistem seperti CBT, pasti akan mengalami kendala.

Kendala yang paling lumrah dihadapi persoalan waktu. Karena, dalam pengerjaan soal ujian berbasis CBT, batas waktunya sangat ketat. Peserta baru diperbolehkan masuk ke dalam ruang ujian ketika bel dibunyikan panitia. Bel itu akan dibunyikan 15 menit sebelum ujian CBT dilaksanakan.

Lalu, ketika mengerjakan soal, peserta tidak akan mendapat toleransi waktu ketika ujian telah selesai. Ketika waktu habis, sistem komputer langsung mengunci segala jawaban yang telah diisi peserta. Secara otomatis, peserta akan keluar dari aplikasi soal ujian di komputer dan peserta tidak dapat membuka laman jawabannya lagi untuk sekedar mengoreksinya.

Hal itu sangat berbeda dengan pelaksanaan ujian berbasis PBT. Bila pada sistem PBT peserta bisa meminta pengawas ujian untuk menunggu ketika LJK dikumpulkan, maka dalam sistem ini, sistem komputernya tidak akan menunggu. Untuk itu, Quipperan yang menempuh sistem ujian CBT harus cermat mengisi jawaban soal-soal dengan cepat dan tepat.

Kendala lainnya ialah dalam pengisian username dan password untuk login. Bila kamu mengikuti ujian CBT, ada baiknya jangan sampai lupa username dan password untuk ujian. Bila kamu lupa, sudah pasti kamu tidak dapat mengisi soal ujian dari komputer. Makanya, Quipperian harus mengingat username dan password ujian. Kalau perlu, kamu harus mencatatnya agar selalu teringat.

Terakhir, kendala yang akan terjadi pada sistem ujian SBMPTN CBT ini ialah soal kelancaran akses internet di lokasi ujian CBT. Bila akses internet tidak stabil dan cenderung lelet maka peserta akan kehilangan waktu potensial dalam pengerjaan soal-soal ujiannya. Meski ada opsi untuk me-setting akses internetnya ke akses lokal yang ada di tempat ujian, namun potensi akses internet lambat ini masih dapat terjadi. Agar tidak dirugikan ketika sistem internetnya tengah down, Quipperian harus terus berkordinasi dengan panitia SBMPTN. Beritahu panitia lokal bila sistem komputer kamu tengah terganggu dan tak stabil.

 

shutterstock_230959978_798x533

Kelebihan Sistem CBT

Sistem ujian tulis berbasis CBT ini memiliki beberapa kelebihan. Pertama, peserta ujian SBMPTN berbasis CBT ini dapat dengan cepat mengisi jawaban soal. Karena, jawaban isi dengan cara meng-klik dengan menggunakan mouse. Dengan begitu, waktu yang ada dapat dimanfaatkan maksimal oleh para peserta ujian.

Kelebihan kedua ialah ketika peserta merasa ada jawaban yang salah dan ingin diganti, maka cukup membuka kembali soal dan mengklik jawaban lainnya. Jawaban pun langsung berganti sesuai dengan yang dipilih peserta. Pastinya, bila dibandingkan dengan PBT, untuk mengganti jawaban peserta harus menghapus dengan penghapus. Menghapus dengan penghapus dapat menyebabkan kertas LJK menjadi kotor dan jawaban pun menjadi sulit untuk di-scan.

Kelebihan selanjutnya ialah ketika ada soal yang belum terisi, kamu dapat dengan cepat mengeceknya di layar komputer. Karena, sistem CBT akan menandai soal-soal yang belum terjawab dengan bulatan merah di sisi kiri layar komputer. Sedangkan, soal-soal yang belum dikerjakan akan ditandai dengan bulatan berwarna hijau. Fitur itu akan sangat membantu peserta dalam mengerjakan soal.

Bagi Quipperian yang merasa kurang mengerti pelaksanaan ujian tulis berbasis CBT ini jangan khawatir. Sebab, ketika kamu akan memulai ujiannya, panitia SBMPTN 2016 akan mempersilahkan peserta ujian untuk latihan menjawab soal dengan komputernya masing-masing. Kebijakan ini diberlakukan untuk memberikan waktu kepada peserta beradaptasi dalam menjawab soal. Selain itu, latihan menjawab soal dengan komputer berfungsi untuk mengecek sistem jaringan komputer barjalan dengan baik.

Simak Tips Lancar dan Nyaman Menghadapi Ujian Nasional Online

Persiapan Ujian CBT

Meski berbasis komputerisasi, bagi Quipperian yang mengikuti ujian SBMPTN 2016 berbasis sistem CBT tetap harus membawa alat tulis dan kelengkapan ujian, seperti ijazah, kartu identitas, dan kartu tanda peserta ujian. Karena, panitia SBMPTN tetap melakukan pendataan secara manual untuk daftar hadir dan verifikasi peserta ujian.

Usahakan Quipperian untuk tidak begadang pada malam sebelum ujian sistem CBT ini. Karena, selama mengikuti ujian CBT ini pasti akan membuat mata lelah. Untuk itu, kamu perlu istirahat yang cukup untuk dapat menatap layar komputer dengan waktu yang cukup lama. Bila kamu ada kendala kesehatan mata dan ingin mengikuti ujian SBMPTN berbasis CBT, ada baiknya kamu menyiapkan diri dengan sebaik mungkin.

Lalu, biar kamu dapat melakukan ujian tulis berbasis CBT dengan efektif, kamu harus memperhatikan secara jelas instruksi yang diberikan panitia SBMPTN di ruang ujian. Selain itu, kamu jangan malu bertanya apabila mengalami kendala dengan komputer yang kamu gunakan dalam ujian. Jangan sampai kamu tidak lulus ujian SBMPTN hanya karena kebingungan dengan sistem aplikasi CBT-nya.

imageedit_1_2277818098

Mana yang Terbaik?

Quipperian pasti bingung dari kedua jenis ujian tulis SBMPTN 2016 mana yang lebih baik. Sebenarnya, keduanya sama baiknya. Namun, bila dilihat dari efektifitas waktu dan cara pengisiannya, SBMPTN berbasis CBT lebih baik. Karena, untuk menjawab soal-soal ujiannya, peserta tidak perlu direpotkan harus memiliki pensil 2B dan penghapus.

Selain itu, ketika ada jawaban yang ingin diganti, peserta dapat dengan mudah menggantinya. Bila melihat jenis ujian terdahulu atau kini disebut PBT, untuk mengganti jawaban atau untuk mengisi jawaban akan membutuhkan waktu. Apalagi, menghapus jawaban yang keliru dapat membuat LJK-nya kotor. Dengan begitu, ada potensi jawaban peserta tidak terbaca alat scan jawaban.

Walaupun demikian, sistem CBT harus mengalami banyak pengembangan, khususnya pada sistem jaringannya. Pasalnya, jangan sampai terganggunya sistem jaringan merugikan peserta SBMPTN. Untuk itu, panitia SBMPTN harus terus mengevaluasi sistem CBT sehingga ke depannya pelaksanaan sistem CBT akan lebih baik lagi.

Apapun jenis sistem ujian yang Quipperian pilih, hal yang paling utama ialah mempersiapkan diri dengan maksimal. Belajar memang harus dilakukan untuk dapat lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian kamu. Tapi, jangan sampai lupa beristirahat dan menyiapkan fisik agar dapat mengerjakan soal ujian SBMPTN 2016 dengan maksimal.

Penulis: Muhammad Khairil



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang