Sulitkah Soal SBMPTN Soshum?

Sulitkah Soal SBMPTN Soshum?

Setiap tahunnya, pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dibagi menjadi tiga jenis, yaitu IPA, IPS, dan IPC. Tapi, para peserta dari ketiga jenis tes tersebut tetap harus mengerjakan Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Dasar yang terdiri dari mata pelajaran Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Kamu mungkin sudah bisa menebak, bahwa tes SBMPTN IPA ditujukan pada peserta yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah jurusan IPA, begitu juga dengan tes SBMPTN IPS. Sedangkan, tes SBMPTN IPC merupakan campuran dari keduanya. Nah, bagi kamu yang berniat untuk mengikuti tes SBMPTN IPS atau IPC, kamu akan menemui soal-soal Soshum. Seberapa tinggi, sih, tingkat kesulitan mereka? Apakah benar-benar sulit seperti yang dibicarakan oleh banyak peserta SBMPTN?

Dibagi Menjadi Tiga Bobot Kesulitan

Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait pelaksanaan SBMPT 2016. Tapi, biasanya, tidak ada perbedaan yang mencolok dari tahun ke tahun, kok, Quipperrian. Jadi, kamu bisa melakukan prediksi dari soal-soal dan aturan SBMPTN pada tahun-tahun sebelumnya. Pada suatu wawancara, Rochmat Wahab selaku SBMPTN 2015 memberikan bocoran tentang porsi tingkat kesulitan pada materi ujian tulis SBMPTN 2015 untuk kelompok IPA, IPS, dan IPC.

Beliau mengatakan bahwa ada 25% soal ujian dengan tingkat kesulitan yang rendah dan 25% lainnya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Lalu, 50% sisanya merupakan soal-soal dengan tingkat kesulitan sedang atau gampang-gampang susah. Pembagian tingkat kesulitan tersebut diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi peserta SBMPTN agar dapat menyelesaikan semua soal dalam waktu 90 menit. Jadi, jangan takut tidak akan bisa mengerjakan semua soal. Pasti ada beberapa yang bisa kamu selesaikan dengan mudah, kok!

Terdiri dari Empat Mata Pelajaran

Sebenarnya, soal-soal yang muncul pada SBMPTN dari tahun ke tahun tidak jauh berbeda, lho. Kisi-kisi yang diberikan juga cenderung sama. Untuk SBMPTN kelompok IPS pada tahun 2015, kamu diharuskan untuk mengerjakan soal-soal Soshum yang terdiri dari mata pelajaran Geografi, Sejarah, Ekonomi, dan Sosiologi. Pada mata pelajaran Geografi, materi yang kerap muncul pada kisi-kisi adalah Lingkup Kajian Geografi dan Peta, Jagat Raya, Litosfer, Hidrosfer, Cuaca dan Iklim, Biosfer, Pengindraan Jauh dan SIG, Antroposfer, Konsep Wilayah dan Interaksi Wilayah, serta Geografi Regional.

Berbeda dari Sejarah yang jumlah kisi-kisinya lebih banyak dibandingkan Geografi. Agar bisa mengerjakannya nanti, kamu wajib mempelajari materi Prinsip dan Dasar Penelitian Sejarah; Zaman Pra Sejarah; Perkembangan Kerajaan Hindu-Budha; Zaman Kolonial; Pergerakan Nasional Indonesia; Perkembangan Sosial, Budaya, dan Politik; Zaman Kependudukan Jepang di Indonesia; Zaman Kemerdekaan (1945-1949); Sejarah Dunia; Persitiwa Mutakhir Dunia; serta Demokrasi Terpimpin, Orde Baru, dan Reformasi.

Yuk Belajar Pembahasan Soal SBMPTN Soshum

Sedangkan, untuk mata pelajaran Sosiologi, materi yang harus kamu pelajari untuk menghadapi SBMPTN 2015 adalah Kelompok Sosial, Interaksi Sosial, Konflik dan Integrasi, msyarakat Multikultural, Mobilitas Sosial, Penyimpangan Sosial, Perubahan Sosial, Sosialisasi, Struktur Sosial, dan Penelitian Sosial Budaya. Soal-soal Sosiologi mungkin menjadi salah satu yang bersifat mudah karena materinya cenderung lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mata pelajaran Ekonomi lah yang akan menyita lebih banyak waktumu karena ia memiliki soal berjenis hitungan. Jumlah kisi-kisinya pun paling banyak, yaitu Akuntansi, Badan Usaha dan Koperasi, Biaya Produksi, Kebijakan Fiskal, Kegiatan Ekonomi, Konsep Dasar Ilmu Ekonomi, Mekanisme Pasar, Perdagangan Internasional, Perkembangan Teori Ekonomi, Pertumbuhan dan Perkembangan Ekonomi, Struktur Pasar, Teori Determinasi Pendapatan Nasional, serta Kebijakan Moneter.


 

Kamu bisa mempelajari materi dari kisi-kisi di atas untuk mempersiapkan diri menghadapi SBMPTN 2016 nanti. Masing-masing mata pelajaran terdiri dari 15 soal yang harus kamu kerjakan. Jangan memaksakan diri untuk menjawab soal yang tidak kamu yakin jawabannya karena hal tersebut bisa membuatmu kehilangan satu poin. Akan lebih baik apabila kamu membiarkannya kosong karena kamu hanya akan diberi nilai nol.

Tenang saja, Quipperian. Semakin sering kamu mengerjakan latihan soal, semakin mudah soal-sal yang akan kamu temui pada SBMPTN 2016 nanti. Good luck, ya!



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar