Tipe-Tipe Belajar SBMPTN yang Bisa Kamu Terapkan Agar Nggak Bosan Belajar!

Tipe Belajar SBMPTN 2016

Quipperian, kamu sudah mulai mempersiapkan diri untuk SBMPTN? Ya, belajar dan mengerjakan soal latihan secara rutin memang cara yang tepat untuk menghadapi SBMPTN. Tapi kamu perlu mengatur waktu belajar ya, Quipperian. Kalau dipaksakan terus, kamu bisa mengalami kebosanan atau kelelahan. Supaya tidak mengalami hal tersebut, coba variasikan model belajarmu, Quipperian. Mau tahu variasi model belajar lainnya yang bisa kamu gunakan? Simak di bawah ini:

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Introduction)

Mungkin model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah model belajar yang paling sering kamu gunakan, Quipperian. Yuk kita lihat langkah-langkah PBM di bawah ini:

  1. Guru menjelaskan materi pada kamu.
  2. Kamu berusaha menyelesaikan soal.
  3. Kamu berdiskusi dengan mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang tidak kamu pahami.
  4. Kamu melakukan proses self-study pada materi tersebut atau belajar memahami sendiri.
  5. Setelah itu, kamu kembali menanyakan hal yang tidak kamu ketahui pada guru.

Kelebihan model Pembelajaran Berbasis Masalah:

  1. Mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan kreatif
  2. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
  3. Meningkatkan motivasimu dalam belajar
  4. Mendorongmu untuk mempunyai inisiatif untuk belajar secara mandiri

Kekurangan model Pembelajaran Berbasis Masalah:

  1. Terkadang proses PBM membutuhkan waktu yang lebih banyak. Sebab, kamu memerlukan waktu untuk mengerjakan soal yang diberikan, tapi waktu pelaksanaan PBM harus disesuaikan dengan beban kurikulum.

Mau Jadi Diplomat? Yuk Kulik Jurusan Hubungan Internasional!

Model Artikulasi

Inti dari model artikulasi adalah kamu menjelaskan materi yang kamu dapatkan dari guru pada salah satu temanmu. Temanmu bertugas untuk mendengar dan membuat catatan mengenai materi tersebut. Selanjutnya, kalian berganti peran tentang siapa yang menjelaskan dan siapa yang mencatat.

Kelebihan model artikulasi:

  1. Melatih daya serap dan pemahanmu
  2. Melatih kesiapanmu dalam menghadapi ujian
  3. Meningkatkan interaksi dan partisipasimu

Kekurangan model artikulasi:

  1. Sulit dilakukan untuk mata pelajaran tertentu
  2. Membutuhkan waktu yang cukup banyak

Model Mind Mapping

Kamu pasti sudah tidak asing dengan model mind mapping kan, Quipperian? Ya, model mind mapping berisi catatan yang sudah diubah dalam bentuk diagram. Namun, mind mapping mempunyai perbedaan dengan catatan biasa, antara lain:

  1.       Berisi peta pikiran
  2.       Berupa tulisan, simbol, dan gambar
  3.       Berwarna-warni
  4.       Bisa mereview ulang materi dalam waktu yang pendek
  5.       Waktu yang diperlukan untuk belajar lebih cepat dan efektif
  6.       Membuat kamu menjadi kreatif

Kelebihan model mind mapping:

  1.       Menjadi kreatif
  2.        Menghemat waktu
  3.       Menyelesaikan masalah
  4.       Memusatkan perhatian
  5.       Mengingat dengan lebih baik
  6.       Belajar lebih cepat dan efisien
  7.       Melihat gambar keseluruhan

Kekurangan model mind mapping:

  1.      Jumlah detail informasi tidak bisa dimasukkan
  2.      Pada beberapa orang, model mind mapping masih sulit menjadi acuan belajar

5 Tips Jitu Bagi Kamu yang Ingin Masuk ke Kampus Jurusan Desain!

Think, Pair, and Share

Hampir sama dengan model artikulasi, model Think, Pair, and Share (TPS) mengharuskan kamu untuk membentuk kelompok yang berisi dua orang juga. Tapi dalam model TPS, setelah kalian menyampaikan pemikiran masing-masing mengenai materi dari guru, hasil tersebut akan dibawa dalam diskusi kecil dengan kelompok lain di kelas.

Kelebihan model Think, Pair, and Share:

  1. Memberi waktu yang lebih banyak untuk berpikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain.
  2.  Meningkatkan partisipasi dan interaksi
  3.  Meningkatkan rasa percaya diri
  4.  Mengembangkan keterampilan berpikir dan menjawab pertanyaan
  5.  Hasil belajar lebih mendalam karena melalui proses diskusi

Kekurangan model Think, Pair, and Share:

  1. Proses diskusi bisa menghabiskan waktu yang cukup banyak
  2. Terlalu banyak jumlah kelompok dalam proses diskusi bisa mengurangi jumlah orang yang membuka suara

 

Quipperian, ternyata banyak model belajar yang menarik, kan? Kamu bisa coba mempraktikkan model belajar yang paling sesuai dengan diri kamu. Tapi, kamu tidak perlu merasa bingung, Quipperian. Model-model belajar di atas bisa tidak hanya bisa diterapkan di sekolah, lho. Kamu juga bisa menerapkannya di bimbingan belajar atau kelompok belajar lainnya dengan teman-temanmu. Semoga informasi di atas membantumu dalam mempersiapkan SBMPTN ya, Quipperian!



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang