Baca Informasi Penting Tentang Ujian Keterampilan Olahraga SBMPTN ini!

 Informasi Penting Tentang Ujian Keterampilan SBMPTN

Mana, nih, suara para calon pejuang SBMPTN 2018? Program studi yang bisa kamu pilih tidak hanya berasal dari jurusan IPA dan IPS, lho, tapi juga ada Ilmu Seni dan Ilmu Keolahragaan. Nah, bagi kamu yang memiliki passion terhadap dunia olahraga, ini kesempatan emas untuk semakin mengembangkan bakat kamu. Tapi, sebelumnya, kamu wajib mengikuti ujian keterampilan SBMPTN yang terdiri dari tes kesehatan dan tes keterampilan motorik. Simak persiapannya berikut ini, ya!

TES KESEHATAN

Pengukuran Antropometri

Tes kesehatan satu ini terdiri dari tiga tahap, yakni pengukuran tinggi badan, berat badan, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Pengukuran tinggi badan bertujuan untuk menilai proses pertumbuhan badan dan memprediksi kapasitas kinerja paru-paru. Tenang aja, Quipperian, kalau tinggi badan kamu saat berdiri lebih dari 155 cm (pria) atau 145 cm (wanita), kamu termasuk dalam kategori normal. Sedangkan, pengukuran berat badan merupakan salah satu aspek dalam penentuan IMT.

Setelah tinggi dan berat badan kamu diukur, pihak penguji akan menentukan IMT kamu dengan menghitung rasio berat badan dibagi tinggi badan kuadrat. Jika nilai IMT kamu lebih dari 30, kamu termasuk dalam kategori obese. Sedangkan, nilai IMT 25-30 akan digolongkan dalam kategori kelebihan berat badan, Kamu akan masuk pada kategori normal apabila mendapat nilai IMT antara 18-24,9. Namun, jika nilai IMT kamu kurang dari 18, kamu termasuk dalam kategori kurang berat badan.

Kemampuan Verbal dan Pendengaran

Pada tes ini, kamu akan melakukan tanya-jawab dengan dokter dalam posisi saling berhadapan pada jarak kurang-lebih satu meter. Tidak perlu merasa tegang, Quipperian, pertanyaan yang akan diajukan bersifat sederhana, kok. Dokter hanya ingin mengevaluasi respon pendengaran dan kemampuan verbal kamu. Jika terjadi pengulangan tanya-jawab selama lebih dari tiga kali, baru kamu boleh merasa waswas karena mungkin kondisi verbal dan pendengaranmu kurang memenuhi kriteria.

Pemeriksaan Jantung dan Paru

Pemeriksaan jantung dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, pengukuran tekanan darah yang bertujuan untuk menentukan respon jantung terhadap beban stres fisik minimal saat istirahat. Kamu akan dinyatakan memiliki hipertensi jika tekanan sistol mencapai lebih dari 130 mmHg atau tekanan diastol mencapai lebih dari 100 mmHg. Sedangkan, tekanan sistol yang kurang dari 100 mmHg menandakan bahwa kamu terkena hipotensi. Jika sistol dan diastol kamu tidak termasuk dalam kedua kondisi tersebut, maka kamu memiliki tekanan darah normal.

Kedua, kamu akan menjalani pengukuran nadi istirahat untuk menentukan kecukupan sirkulasi darah tepi (perifer), Jika irama nadi kamu tidak teratur, maka ada gangguan sirkulasi perifer dalam tubuh kamu. Ketiga, kamu juga akan menjalani pemeriksaan auskultasi dinding dada (thorax) untuk menilai kondisi paru-paru dan jantung. Selama suara paru-paru dan jantung kamu tidak mengeras dan tidak ada tambahan suara apapun, maka kondisi thorax kamu baik-baik saja.

Sedangkan, pemeriksaan pada paru-paru dilakukan menggunakan selembar kertas tisu. Jadi, kamu akan diminta untuk menghirup napas sedalam mungkin, lalu meniupkan udara semaksimal mungkin pada kertas tisu yang diletakkan di depan mulut dari jarak sejauh jangkauan tangan. Jika kertas tisu tersebut bergerak, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena hal tersebut menandakan bahwa kemampuan fungsi paru-paru kamu bekerja secara normal.

Pemeriksaan Mata

Pemeriksaan mata pada ujian keterampilan SBMPTN dilakukan melalui tes buta warna ishihara. Quipper Video yakin kamu sudah tidak terlalu asing dengan jenis tes satu ini. Pada dasarnya, kamu akan diminta untuk menyebutkan angka yang kamu lihat pada beberapa lembar kertas. Namun, angka tersebut terbentuk dari bulatan beraneka ukuran dengan warna tertentu. Terdapat bulatan-bulatan warna lain yang mengelilingi angkat untuk “menyulitkan” kamu dalam menebak angka yang tertera. Selama kamu mampu menyebutkan seluruh angka yang ada, kamu pasti lolos, Quipperian.

TES KETERAMPILAN MOTORIK

Lempar Tangkap Bola ke Dinding

Jenis tes satu ini bertujuan untuk mengukur koordinasi mata dan tangan. Kamu akan berdiri di hadapan dinding pada jarak 2 meter. Setelah mendengar aba-aba, lemparkan bola tenis ke tembok sebanyak-banyaknya selama 30 detik. Skor dihitung berdasarkan jumlah bola yang dapat dilemparkan dengan tangan kanan dan ditangkap oleh tangan kiri (atau sebaliknya, tergantung kebiasaan kamu). Bola yang jatuh ke tanah sebelum berhasil ditangkap tidak akan termasuk penilaian.

Lompat Tegak

Tujuan dari tes lompat tegak adalah untuk mengukur kekuatan tungkai dan tubuh bagian bawah. Sebelum mulai melompat, jari kamu akan diolesi dengan serbuk kapur atau magnesium karbonat. Lalu, kamu akan diminta untuk berdiri tegak di dekat dinding dengan kaki rapat. Ada sebuah papan skala yang dipasang pada salah satu sisi badan kamu. Angkat tangan yang paling dekat dengan dinding dan tempelkan telapak tangan pada papan skala hingga meninggalkan bekas jari.

Ketika melompat, ambil awalan sikap menekukkan lutut sambil mengayunkan kedua lengan ke belakang. Lalu loncatlah setinggi mungkin sambil menepuk papan dengan tangan yang telah ditaburi bubuk kapur. Dengan begitu, kamu akan meninggalkan bekas raihan loncatan pada papan. Lakukan loncatan tersebut sebanyak tiga kali tanpa istirahat atau diselingi peserta lain. Kamu bisa berlatih dulu di rumah agar hasil yang didapat saat tes SBMPTN nanti dapat maksimal.

Sit-Up

Kalau kamu benar-benar passion dengan olahraga, Quipper Video yakin kamu pasti tidak akan merasa kesusahan untuk melakukan tes satu ini. Saat tes sit-up, kamu harus terlentang di lantai, dengan kedua lutut ditekuk menyerupai sudut 90 derajat dan kedua tangan diletakkan di belakang kepala. Nantinya, akan ada peserta lain yang memegang kedua pergelangan kaki kamu agar tidak terangkat. Setelah ada aba-aba, baru kamu boleh memulai sit-up selama 60 detik.

Push-Up

Sama seperti sit-up, tes push-up juga dilakukan selama 60 detik. Untuk peserta pria, posisi awal gerakan push-up dimulai pada tubuh yang sejajar dengan permukaan tanah dan siku yang membentuk sudut 90 derajat. Sedangkan, peserta wanita diperbolehkan untuk menumpukan badan pada lutut. Kamu baru boleh mulai melakukan gerakan push-up setelah menerima aba-aba dari panitia. Semakin banyak skor push-up yang kamu kumpulkan, semakin tinggi kemungkinanmu untuk lolos.

Tes Kelincahan

Pada tes kelincahan, kamu akan diminta untuk berlari pada lintasan tertentu. Umumnya, jenis lintasan memiliki bentuk yang berkelok-kelok. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuanmu dalam berubah arah (kelincahan) dengan waktu secepat mungkin tanpa kehilangan keseimbangan. Tenang saja, Quipperian, kamu pasti akan diberi panduan sebelum berlari, kok, jadi tidak perlu bingung akan salah jalur ketika berlari di lintasan.

Daya Tahan Kardiorespiratori

Hampir sama dengan tes kelincahan, tes satu ini juga mengharuskanmu untuk berlari. Bedanya, lintasan yang akan kamu tempuh tidak serumit pada tes kelincahan. Kamu akan diminta untuk berlari secepat mungkin dengan menempuh jarak 1.6 km. Tujuan dari tes daya tahan kardiorespatori adalah untuk mengukur kemampuan kapasitas maksimal jantung dan paru-paru. Nilaimu akan dianggap sempurna apabila mampu mencapai waktu kurang dari 15 menit bagi pria dan 17 menit bagi wanita.


Kalau dilihat dari berbagai jenis tes keterampilan di atas, Quipper Video yakin kamu pasti bisa melaluinya dengan lancar. Sebelum menjalani tes, jangan lupa untuk rutin melakukan latihan selama beberapa minggu sebelumnya agar badan kamu tidak “kaget”. Jangan lupa mengonsumsi banyak air mineral agar tubuh kamu semakin siap menghadapi tes keterampilan SBMPTN 2018 nanti. Semoga berhasil, Quipperian!

Oh iya, biar persiapanmu lebih mantap lagi, yuk cek juga Panduan Lengkap SBMPTN 2018 di halaman ini:

Panduan Lengkap SBMPTN 2018



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang