Soal UTBK SBMPTN Kimia 2018

Hai Quipperian, sudah siapkah kamu menyambut seleksi akbar, SBMPTN? Atau justru kamu masih bingung mencari soal-soal SBMPTN? Bagi kamu yang saat ini masih bingung mencari soal-soal SBMPTN, tenang Quipperian, karena kamu memilih artikel yang tepat.

Kali ini, Quipper Blog akan membahas latihan soal SBMPTN Kimia TKD SAINTEK 2018. Dalam latihan soal ini, akan disertakan pula jawaban dan pembahasannya. Jadi, tenang saja ya! Yuk, capcus intip soal-soalnya di bawah ini.

Latihan Soal 1

Persentase massa atom oksigen (Ar) =16 dalam suatu senyawa adalah 24%. Jika tetapan Avogadro = 6,0 × 1023, jumlah atom oksigen dalam 2 g senyawa tersebut adalah…

  1. 6,0 × 1021
  2. 3,0 × 1022
  3. 1,2 × 1022
  4. 1,8 × 1022
  5. 2,4 × 1022

Jawaban: D

Pembahasan:

Diketahui:

  • Kadar oksigen dalam suatu senyawa = 24%.
  • Tetapan Avogadro = 6,0 × 1023.

Ditanya: Jumlah atom oksigen dalam 2 gram senyawa tersebut =…?

Penyelesaian:

Misalkan jumlah atom oksigen dalam 1 molekul senyawa adalah x.

Jadi, jumlah atom oksigen dalam 2 gram senyawa tersebut adalah 1,8 × 1022.

Latihan Soal 2

Nilai pH larutan obat batuk diatur dengan menambahkan garam yang dibuat dari asam klorida dan amonia (Kb=10−5). Jumlah garam yang ditambahkan ke dalam 300 mL obat batuk tersebut agar pH = 6 adalah…

  1. 3 mmol
  2. 30 mmol
  3. 0,3 mmol
  4. 3 mol
  5. 0,3 mmol

Jawaban: E

Pembahasan:

Diketahui:

  • pH larutan obat batuk = 6
  • Volume obat batuk = 300 mL
  • Kb amonia (NH3) = 10−5

Ditanya: Mol garam yang ditambahkan ke dalam obat batuk agar pH-nya 6 = …?

Penyelesaian:

Jika obat batuk diharapkan memiliki pH = 6, maka [H+] dalam larutan tersebut adalah 10−6 M. Agar mencapai pH = 6 obat batuk tersebut harus ditambahkan dengan garam yang terbuat dari campuran amonia dan asam klorida (garam NH4Cℓ). Untuk menghitung mol garam dapat menggunakan persamaan berikut.

Jadi, mol garam yang ditambahkan ke dalam obat batuk agar memiliki pH = 6 adalah 0,3 mmol.

Latihan Soal 3

Unsur F (nomor atom = 9) dan M (nomor atom = 54) membentuk molekul MF4. Bentuk molekul dan sifat kepolaran molekul MF4 adalah…

  1. bipiramida segitiga dan polar
  2. piramida dan polar
  3. tetrahedral dan nonpolar
  4. planar segiempat dan nonpolar
  5. jungkat-jungkit dan polar

Jawaban: D

Pembahasan:

Diketahui:

  • Nomor atom F = 9
  • Nomor atom M = 54

Ditanya: Bentuk molekul dan kepolaran MF4 =…?

Penyelesaian:

Perhatikan konfigurasi elektron berikut.

Kedua unsur tersebut membentuk senyawa MF4. Dalam senyawa tersebut, unsur M menjadi atom pusat. Hal tersebut karena M mengikat 4 elektron dari F, sedangkan masing-masing unsur F mengikat 1 elektron dari M. 

Unsur yang mengikat elektron lebih banyak menjadi atom pusat. Bentuk molekul dari unsur tersebut dapat diketahui dari jumlah pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB).

Oleh karena MF4 memiliki 4 PEI dan 2 PEB, maka senyawa tersebut memiliki bentuk molekul planar segiempat. Untuk bentuk planar segiempat, akan ditunjukkan oleh gambar berikut.

Bentuk molekul planar segiempat merupakan bentuk yang simetris sehingga MF4 bersifat nonpolar.

Jadi, senyawa MF4 memiliki bentuk molekul planar segiempat dan bersifat nonpolar.

Latihan Soal 4

Perhatikan senyawa berikut.

Senyawa yang bersifat optis aktif ditunjukkan oleh nomor…

  1. 1 dan 3
  2. 2, 3, dan 4
  3. 2 dan 4
  4. 1, 2, dan 3
  5. 4

Jawaban: A

Pembahasan:

Diketahui:

Ditanya: Senyawa yang bersifat optis aktif =…?

Penyelesaian:

Senyawa yang bersifat optis aktif adalah senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi. Suatu senyawa bersifat optis aktif jika senyawa tersebut memiliki atom C asimetris atau C kiral. Atom C asimetris  adalah atom C yang mengikat empat unsur atau molekul yang berbeda.

Rumus struktur senyawa:

Senyawa (1) memiliki 2 atom C asimetris sedangkan senyawa (2) tidak memiliki atom C asimetris.

Senyawa (3) memiliki 1 atom C asimetris sedangkan senyawa (4) tidak memiliki atom C asimetris.

Jadi, senyawa yang bersifat optis aktif adalah senyawa 1 dan 3.

Latihan Soal 5

Energi ionisasi (kJ/mol) ke-1 sampai ke-5 untuk unsur X berturut-turut adalah 786, 1.580, 3.230, 4.360, dan 16.010. Senyawa yang dapat terbentuk dan stabil adalah…

  1. XCl2
  2. XCl3
  3. XCl4
  4. X2O3
  5. XO3

Jawaban: C

Pembahasan:

Diketahui:

Energi ionisasi (kJ/mol) ke-1 sampai ke-5 untuk unsur X berturut-turut adalah 786, 1.580, 3.230, 4.360, dan 16.010.

Ditanya:  Senyawa yang dapat dibentuk dan stabil antara unsur X dengan Cl dan O =…?

Penyelesaian:

Pertama, tentukan dahulu selisih energi ionisasinya.

  • Ke-1 dan ke-2 = 1.580 – 785 = 795 kJ/mol
  • Ke-2 dan ke-3 = 3.230 – 1.580 = 1.650 kJ/mol
  • Ke-3 dan ke-4 = 4.360 – 3.230 = 1.130 kJ/mol
  • Ke-4 dan ke-5 = 16.010 – 4.360 = 11.650 kJ/mol

Oleh karena selisih energi ionisasi paling besar ada pada energi ionisasi ke-4 dan ke-5, maka untuk stabil (menjadi oktet) unsur X akan mengikat 4 elektron membentuk ion X4−.

Cara cepat untuk menentukan rumus molekul senyawa adalah sebagai berikut.

1. Ikatan ion

2. Ikatan kovalen

Senyawa yang stabil dihasilkan jika berikatan dengan Cl (ion Cl) adalah sebagai berikut.

X4− + Cl→ XCl4

Senyawa stabil yang dihasilkan jika berikatan dengan O (ion O2−) adalah sebagai berikut.

X4−+ O2 → X2O4 → XO2

Jadi, senyawa yang dapat dibentuk dan stabil antara unsur X dengan Cl dan O adalah XCl4 dan XO2.

Bagaimana Quipperian, apakah kamu sudah mulai paham mengerjakan latihan soal SBMPTN Kimia TKD SAINTEK 2018 di atas? Agar pemahamanmu semakin terasah, sering-seringlah mengerjakan latihan soal. Ingat, selangkah lagi kamu akan memasuki PTN impian. 

Untuk mendukung kesuksesanmu masuk PTN, Quipper Video hadir dengan Paket Intensif UTBK SBMPTN 2020. Semua kebutuhan sudah tersedia di dalamnya, mulai dari materi persiapan, materi pemantapan, latihan soal, bank soal, hingga pembahasan lengkapnya. Jadi, tunggu apalagi. Yuk, gabung Quipper Video sekarang!



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar