10 Buku Sastra yang Cocok Untuk Pemula

5 Buku Sastra yang Cocok Untuk Pemula

Membaca bisa jadi adalah hal yang kurang menarik bagi sebagian orang. Terlebih lagi, era dan teknologi yang semakin berkembang sedikit demi sedikit menggeser gaya hidup manusia. Seperti sastra yang demikian tumbuh secara pesat di era 50’an namun, pertumbuhannya tidak sebaik dan tidak se-eksis di era modernitas ini.

Citra bahwa sastra itu seperti bacaan yang berat pun masih melekat erat di mindset masyarakat awam, terutama para generasi muda. Sastra sendiri umumnya mengedepankan keelokan bahasa agar dapat menyentuh jiwa terdalam dari si pembacanya. Tetapi tak jarang keindahan bahasa sastra disebut sebagai penyampaian yang sukar untuk dimengerti.

Namun, terlepas dari itu semua, membaca sastra bisa mengalihkan pikiranmu sejenak dari kejenuhan di dunia nyata loh, Quipperian. Contohnya aja ketika kamu sedang mendalami sebuah buku sastra, secara nggak langsung kamu akan ikut terbawa ke dalam isi plot dari cerita buku tersebut dan mendistraksi kamu dari kehidupan nyata yang mungkin aja lagi ngebosenin.

Langsung saja kita simak 10 buku sastra yang cocok untuk dibaca pemula ini:

1. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

5 Buku Sastra yang Cocok Untuk Pemula

Salah satu buah karya tetralogi buru milik sastrawan legendaris, Pram berjudul Bumi Manusia ini amat menarik untuk dibaca. Patut diakui, memang perlu ekstra konsentrasi untuk memahami isi ceritanya, namun bisa dijamin, setelah mengerti isi ceritanya, buku ini bakalan bikin kamu jatuh cinta dan kasak-kusuk ke toko buku atau perpustakaan buat nyari karya sastra lain dari Tetralogi Buru.

Bumi Manusia sendiri adalah buku pertama dari kwartet Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Pram menulisnya saat menjalani pengasingan di Pulau Buru. Lewat ‘Bumi Manusia’ pembaca dapat melihat situasi serta kondisi masyarakat Indonesia saat berada dibawah jajahan Kolonial Belanda. Selain itu, ia juga mengajarkan betapa keadilan harus diperjuangkan apa pun resikonya. Asyiknya, pelajaran se jarah itu dikemas dalam cerita romantis antara karakter fiksi utama di dalamnya, yaitu Minke dan Annelies.   

2. Rectoverso – Dee Lestari  

5 Buku Sastra yang Cocok Untuk Pemula

Di karya kelima Dee Lestari yang berjudul Rectoverso, Dee menghadirkan opsi untuk menikmati karyanya tersebut yang berisikan kumpulan 11 cerita pendek atau album berisikan 11 materi lagu. Keduanya dapat dinikmati terpisah namun akan lebih afdol jika bersamaan. Seperti biasa, Dee tetap menghadirkan gaya bahasa khasnya. Puitis, mudah dimaknai, namun tetap menyentuh hati.

3. Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

5 Buku Sastra yang Cocok Untuk Pemula

Sebelum filmnya muncul di layar lebar, kumpulan puisi karya Sapardi Djoko Damono yang bertajuk Hujan Bulan Juni yang diterbitkan pada tahun 1994 sudah lebih dulu melejit. Sang sastrawan besar Indonesia terkemuka tersebut menjadikan kumpulan-kumpulan puisinya tersebut dalam bentuk novel.

Hujan Bulan Juni versi novel ini pun menceritakan kisah cinta antara Sarwono dan Pingkan dalam balutan perbedaan asal-usul budaya, suku, dan agama. Kisah klasik yang dikemas secara modern, alur yang mudah untuk diikuti, kata-kata sederhana tapi dalem, dan cerita romantis yang realistis (terasa nyata). Novelnya pun tidak tebal, hanya 135 halaman. Setelah membaca novel ini, mungkin kamu jadi ingin membaca semua puisi milik Sapardi Djoko Damono.

4. Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta – Seno Gumira Ajidarma

5 Buku Sastra yang Cocok Untuk Pemula

Meskipun tema karya sastra milik Seno Gumira Ajidarma termasuk universal, klise dan mudah dihayati, yaitu cinta. Namun, kumpulan Cerpen berprosa indah berjudul ‘Sebuah Pertanyaan untuk Cinta’ milik Seno Gumira Ajidarma akan membawa pembaca kamu ke sisi hitam dari cinta. Dengan gaya bahasa dan berceritanya yang lugas serta menohok, Seno Gumira Ajidarma ‘mengajarkan’ psikologi cinta yang tidak melulu suka. Ada pula duka, pengkhianatan, keserakahan, hingga cinta yang terpendam.

5. Aku – Sjuman Djaya

5 Buku Sastra yang Cocok Untuk Pemula

Buku yang sempat melambung di era awal 2000’an ini harus berterima kasih kepada penulis naskah AADC, karena bisa dibilang 80% isi filmnya memuat tentang buku yang dikarang oleh Sjuman Djaya tersebut hingga buku tersebut laris manis di pasaran.

Buku yang berjudul ‘Aku’ tersebut sendiri merujuk kepada sosok nyata sang penyair legendaris Indonesia, Chairil Anwar. Bercerita tentang masa muda sang penyair, Sjuman Djaya berusaha menceritakan kembali kepada masyarakat tentang sosok Chairil dengan memasukkan keindahan prosa Chairil di dalamnya. Dengan bahasa yang sederhana pula, buku ini berisikan kisah pilu, bahagia, hingga kesedihan Chairil Anwar, membuat siapapun yang membacanya akan merasa seperti sahabat karib Chairil.

6. A Tale of Two Cities – Charles Dickens

Novel yang dirilis di tahun 1859 ini terjual sebanyak 200 juta salinan di seluruh dunia pada jamannya. Angka tersebut sangat luar biasa di era itu loh, Quipperian. Singkat cerita, novel ini mengambil setting di London dan Paris sebelum dan selama era Revolusi Perancis. Saking serunya, membaca novel sastra ini seperti menonton film Hollywood. Novel ini sendiri bercerita tentang keadaan buruk petani Perancis dalam tahun-tahun sebelum revolusi, kebrutalan yang ditunjukkan kaum revolusi tergambar jelas dalam cerita di novel ini, ditambah lagi dengan cerita tentang sisi kehidupan sosial di London pada periode yang sama. Pokoknya ketika membaca novel ini seperti kamu sedang asik menonton film Hollywood yang dibintangi aktor ternama dunia.

7. And There Were NoneAgatha Christie

Novel yang bercerita tentang anak-anak berkulit hitam ini sangat menarik untuk disimak. Novel ini bercerita tentang 10 anak berkulit hitam yang satu persatu menghilang. Apa alasan mereka menghilang? Makanya cepetan cari bukunya di toko-toko buku terdekat, Quipperian!

8. The Lion, the Witch and the Wardrobe – C. S. Lewis

The Lion, the Witch and the Wardrobe

Novel sastra bergenre fantasy ini ditulis oleh C. S. Lewis. Judul edisi bahasa Indonesia buku ini adalah Sang Singa, Sang Penyihir dan Lemari. Buku ini ditulis pada tahun 1950 mengangkat tema dengan nuansa tahun 1940. Buku ini adalah yang pertama kali ditulis dari ketujuh seri “The Chronicles of Narnia”. Nah, buat Quipperian yang menggemari science fiction wajib banget nih baca buku ini, dijamin kamu bakalan nggak bisa lepas sama novel yang satu ini.

9. The Hobbit – J.R.R Tolkien

hobbit

Pasti banyak dong dari Quipperian yang udah tau sama film The Hobbit dan udah akrab sama karakter-karakter di dalamnya seperti Frodo Baggins? Nah, Buku ini adalah cikal bakal dari Lord of The Ring yang juga sudah difilmkan pada tahun 2012-2014. Cerita dongeng yang disajikan oleh J.R.R Tolkien bikin kamu ngawang dan ngebayangin seolah kamu hidup di dalam Shire. Meskipun kamu udah pernah nonton filmnya, kamu juga harus banget baca novelnya yang sempat terjual

100 juta eksemplar di seluruh dunia ini loh, Quipperian!

10. Pulang – Leila S. Chudori

pulang

Kalo Quipperian mau lebih akrab sama era revolusi dan sejarah Indonesia, novel sastra milik Leila S. Chudori yang berjudul Pulang adalah novel yang tepat untuk kamu baca. Berlatar kisah revolusi Indonesia di tahun ‘65 bakalan bikin kamu mengerti sesungguhnya apa arti kemerdekaan yang nyata. Serunya pergolakan rezim bakalan bikin kamu punya pemikiran baru tentang sejarah bangsa ini.

Quipperian, beberapa judul buku sastra di atas adalah buku sastra yang cocok untuk kamu baca. Dengan pemilihan diksi dan prosa sederhana yang mudah dimengerti, moga-moga bisa bikin kamu makin cinta sama sastra ya, bukan cuma sama gebetan (he he he). Dengan membaca buku sastra ini tentunya secara tidak langsung akan melatih kamu untuk lebih literat (mampu menginterpretasikan susunan informasi dalam bentuk teks) alias makin pintar!

Sumber:

  1. https://www.goodreads.com

Penulis: Alhabsi Mahardicha



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang