5 Fakta Unik Hari Pendidikan Nasional yang Harus Diketahui Anak Muda

5 Fakta Unik Hari Pendidikan Nasional yang Harus Diketahui Anak Muda

Tanpa pendidikan, kita tidak akan berkembang. Tanpa pendidikan, bangsa kita mungkin masih dijajah negara lain. Pendidikanlah yang membuka mata kita untuk bisa melihat dan mempelajari banyak hal-hal baru yang berguna bagi hidup kita di masa depan.

Maka dari itu, saking pentingnya pendidikan, tercetuslah Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Perayaan yang seringkali disingkat dengan Hardiknas ini bertepatan dengan hari lahirnya salah satu orang paling berjasa di Indonesia, ia adalah Ki Hadjar Dewantara.

Ki Hadjar Dewantara adalah orang yang sangat berperan besar dalam kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Tanpa jasa dan perjuangannya, mungkin saat ini, para muda-mudi bangsa akan merasa sulit mengenyam pendidikan, hanya kaum-kaum tertentu saja.

Mungkin para Quipperian ada yang bingung, kenapa Hardiknas sering dikaitkan dengan Ki Hadjar Dewantara. Berikut ini adalah 5 fakta unik dan penting tentang Hardiknas:

1. Perjuangan Ki Hadjar Dewantara

Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Lahir dengan nama asli Suwardi Suryaningrat, ia merupakan orang yang sangat gemar belajar dan menuntut ilmu.

Menurut situs National Geographic, ia dikenal berani menentang kebijakan pendidikan Hindia Belanda, yang kala itu hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda dan kaum Priyayi saja yang boleh mengenyam pendidikan. Ki Hadjar Dewantara merasa bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Karena sering melempar kritik pedas terhadap pemerintahan Belanda, ia diusir dari Indonesia ke Belanda, dan ketika balik ke Indonesia, ia mendirikan sekolah bernama Taman Siswa pada 3 Juli 1922.

Karena jasa dan perjuangannya menegakkan keadilan di bidang pendidikan sangatlah hebat, Hari Pendidikan Nasional dicetuskan pada tanggal kelahirannya.

Begitu pula dengan Menteri Pendidikan Indonesia Muhadjir Effendy yang menegaskan kalau Ki Hadjar Dewantara adalah sosok besar dalam dunia pendidikan Indonesia. Di situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sang Menteri Pendidikan Indonesia mengatakan kalau Hari Pendidikan Nasional ini sangat khas karena didasari oleh kelahiran Ki Hadjar Dewantara.

2. Perayaan Hari Lahirnya Bapak Pendidikan Indonesia

Pada tahun 1959, Ki Hadjar Dewantara dianugerahi gelar Bapak Pendidikan Indonesia karena jasa-jasanya yang telah memperjuangkan pendidikan di Indonesia. Nggak heran kalau tanggal 2 Mei dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional, karena ingin merayakan dan memperingati hari lahirnya Sang Bapak Pendidikan Indonesia!

Terdapat satu ucapan Ki Hadjar Dewantara yang pastinya akan selalu diingat oleh para pelajar saat ini. Kala itu, ia sedang menghampiri acara ulang tahun ke-30 sekolahnya, Taman Siswa.

Kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu ‘dipelopori’, atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetapi biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan pikirannya sendiri.”

3. Anak Putus Sekolah Ikut Merayakan

Pada tahun lalu, tepatnya pada tahun 2017, ribuan anak-anak di Jawa Timur yang kurang beruntung karena harus putus sekolah, ikut merayakan Hari Pendidikan Nasional. Ini adalah bukti kalau setiap orang, baik dari kalangan manapun, memiliki hak untuk menjunjung tinggi pendidikan serta menuntut ilmu!

4. Perayaan Hardiknas

Perayaan Hari Pendidikan Nasional biasanya ditandai dengan adanya upacara-upacara yang dilakukan di sekolah hingga universitas di seluruh Indonesia.

Memang bukan Hari Libur Nasional, sih, namun, para guru atau bahkan murid-muridnya seringkali mengeluarkan pidato mengharukan tentang pendidikan demi mengenang jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan di negeri ini.

5. Makna Penting Hari Pendidikan Nasional

5 Fakta Unik Hari Pendidikan Nasional yang Harus Diketahui Anak Muda

Setiap merayakan sebuah peringatan, tentu saja, harus ada makna yang kita resapi di dalam hati kita. Betul nggak, Quipperian?

Begitu pula dengan Hari Pendidikan Nasional, sebuah hari di mana para pelajar di seluruh Indonesia merayakan lahirnya sang Bapak Pendidikan Indonesia dan juga merayakan kebebasan dalam menuntut ilmu yang dapat dirasakan oleh Quipperian sekarang.

Di hari ini, para pelajar tentunya diharapkan untuk mengingat kembali jasa para pahlawan pendidikan yang telah memperjuangkan kebebasan menuntut ilmu di Indonesia serta lebih menghargai fasilitas pendidikan yang dengan mudah dapat dirasakan manfaatnya saat ini.

Coba Quipperian bayangkan, deh, pada zaman kolonialisme, Ki Hadjar Dewantara harus bersusah-payah menentang pemerintahan Hindia Belanda yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda dan kaum priyayi saja untuk menuntut ilmu.

Saat ini, kita semua sudah bebas menuntut ilmu, bahkan difasilitasi dengan mudah oleh pemerintah. Ini harus menjadi pecutan buat kita agar tidak malas-malasan dan terus semangat belajar demi mengharumkan nama sendiri, keluarga dan juga bangsa!


Selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional ya, Quipperian. Semoga tulisan di atas bisa mengingatkan kalian akan betapa berartinya akses terhadap pendidikan yang kalian miliki saat ini.

Dengan begitu, kalian tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kalian miliki dan menjadi lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu demi menggapai cita-cita kalian 🙂

Sumber:

  1. http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/04/asal-usul-nama-ki-hajar
  2. http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/mengenang-kembali-sejarah-hari-pendidikan-nasional-di-indonesia
  3. https://news.okezone.com/read/2017/04/30/65/1679921/hardiknas-di-bojonegoro-akan-diikuti-oleh-ribuan-anak-putus-sekolah
  4. http://bojonegoropost.com/2017/04/04/8677-anak-bojonegoro-putus-sekolah/

Penulis: Kiram



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang