Alat Musik Di Sekitar Kita: Alat Musik Tuts Zaman Now!

Alat Musik Di Sekitar Kita Alat Musik Tuts Zaman Now!

Hai, teman-teman Quipperian! Tanpa terasa, seri  3MK (MusikMu-Musik Kita) Quipper Video Blog sudah sampai seri 6. Setelah berkenalan dengan seni musik dan mengetahui tentang ragam jenis alat musik (perkusi, udara/tiup, senar/petik/gesek, tuts/tekan), di edisi ke 6 ini Quipper Video Blog akan menutup pembahasan jenis alat musik dengan memperkenalkan sobat Quipperian kepada alat musik terkini, alat musik elektronik.

Alat musik elektronik adalah alat yang menghasilkan atau mengubah suara menggunakan tenaga listrik. Listrik pertama kali dicoba diterapkan pada alat musik pada tahun 1761, ketika sebuah harpsichord listrik muncul. Namun, instrumen elektronik baru mulai secara masif diteliti dan dikembangkan datang antara tahun 1920 dan awal Perang Dunia II. Jadi secara kasar perkembangan alat musik elektronik dapat dibagi ke dalam dua fase, pra dan pasca PD II

Alat Musik Elektronik Pra-PD II

Fajar teknologi elektronik ditandai dengan penemuan tabung hampa triodA pada tahun 1906 oleh Lee De Forest. Trioda memberikan kesempatan pada para pengembang alat musik untuk merancang sirkuit yang akan menghasilkan bentuk gelombang berulang (osilator), lantas memperkuat dan mengartikulasikan bentuk gelombang yang telah dihasilkan (amplifier). Dalam periode waktu antara Perang Dunia I dan II, instrument musik baru yang menggunakan teknologi elektronik dapat diklasifikasikan sebagai berikut

  1. Instrumen yang menghasilkan getaran dengan cara mekanis (memukul senar dengan palu, memetik senar, penyuaraan rongga) tapi dengan bahan resonansi akustiknya telah digantikan oleh sistem pelantang (loudspeaker). Hal ini memungkinkan pemain memodifikasi kualitas dan intensitas nada. Instrumen ini termasuk piano listrik, organ listrik, biola listrik, gitar elektrik.
  2. Instrumen yang menghasilkan bentuk gelombang lewat tenaga listrik namun dengan bentuk fisiknya konvensional menyerupai papan kunci. Contoh instrument ini adalah organ Hammond.
  3. Instrumen pertunjukan hidup dengan bentuk fisik baru. Contohnya, Theremin Theremin (1920), Maurice Martenot’s ondes martenot (1928), dan trautonium Friedrich Trautwein (1930) telah banyak digunakan.
  4. Instrumen musik, tapi bukan untuk bermain. Contohnya adalah synthesizer Coupleux-Givelet, yang dirancang untuk membaca partitur musik secara otomatis. Alat ini diperkenalkan oleh penemunya pada tahun 1929 di Pameran Paris. Instrumen ini menggunakan gulungan kertas berfungsi seperti pemain piano untuk “memutar” sirkuit elektronik yang menghasilkan bentuk gelombang nada.

Alat Musik Elektronik Pasca-PD II

Tahap perkembangan selanjutnya dalam instrumen elektronik berasal dari penemuan teknik perekaman pita magnetik dan penyempurnaannya setelah Perang Dunia II. Teknik ini memungkinkan komposer untuk merekam suara apapun pada pita dan kemudian memanipulasi rekaman untuk mencapai efek yang diinginkan. Suara bisa saling dilampirkan satu sama lain atau diubah warna suaranya dengan saringan bunyi lain. Pita magnetik juga memampukan musisi mengulangi pola suara dengan teknik loop.

Kemajuan teknologi elektronik selama Perang Dunia II diterapkan pada perancangan instrumen elektronik di akhir tahun 1940an dan ’50an. The Hammond Solovox, Constant Martin’s Clavioline, dan Georges Jenny’s Ondioline adalah contoh alat monofonik yang diproduksi secara komersial (hanya mampu menghasilkan satu nada pada satu waktu). Instrumen ini menggunakan keyboard kecil dan dirancang untuk dipasang tepat di bawah keyboard piano. Mereka mampu mensimulasikan beragam suara orkestra tradisional, yang dipilih pemain dengan mengatur rangkaian tombol di sepanjang bagian muka instrumen.

Juga selama periode pascaperang ini, organ elektronik menjadi salah satu segmen industri alat musik terbesar. Instrumen multikeyboard, polifonik (chord-playing) ini pertama kali dimodelkan setelah organ pipa tradisional, namun kemudian berkembang menjadi kelas alat musik untuk keperluan rumah tangga. Organ rumah elektronik menawarkan berbagai warna suara, yang berorientasi pada musik populer, dan juga kinerja seperti itu membantu produksi irama otomatis, dengan mudah memungkinkannya untuk menggantikan iringan piano manual.

Alat Musik Synthesizer

Kata mensintesis berarti menghasilkan hal baru dengan menggabungkan berbagai elemen yang terpisah. Dengan demikian, suara yang disintesis adalah suara yang diciptakan musisi dari gabungan berbagai elemen dan komponen bunyi. Suara yang disintesis bisa menyerupai warna bunyi musikal akustik tradisional, atau bisa juga sangat baru dan asli. Namun demikian tetap salah satu karakteristik umum terjadi pada semua musik yang disintesis, kualitas suara itu sendiri, dan juga hubungan antara suara, telah “dirancang,” atau “disusun,” oleh seorang pemusik.

Alat musik tradisional adalah kumpulan unsur akustik yang keterkaitannya dipatok oleh pembentuk instrumen. Jadi, misalnya, biola terdiri dari empat senar (elemen bergetar) yang diposisikan di atas papan penjarian (permukaan bermain) dan digabungkan melalui jembatan ke badan instrumen (resonator akustik). Pemain biola memasang senar langsung ke papan penjarian  dan menggunakan busur untuk membunyikan senar; Tapi dia tidak mengubah posisi senar relatif terhadap jembatan, posisi jembatan relatif terhadap bodi, atau konfigurasi bodi itu sendiri.

Seorang synthesist, di sisi lain, memandang instrumennya sebagai kumpulan bagian yang dia konfigurasikan untuk menghasilkan warna suara dan fitur yang diinginkan. Ini sering disebut “pemrograman,” atau “patching”, dan mungkin dilakukan sebelum atau selama pertunjukan. Unsur, atau bagian, yang disintesis oleh synthesist bergantung pada konfigurasi instrumen yang dia gunakan.

Nah, bagaimana teman-teman Quipperian? Bahkan untuk alat musik sesederhana keyboard listrik saja memiliki sejarah yang panjang, dan bahkan mungkin fitur yang asyik untuk dijelajahi. Usai bersama 3MK (MusikMu – Musik Kita) sejauh ini semoga sahabat-sahabat Quipperian sudah menentukan pilihan alat musik apa yang tertarik untuk dipelajari. Sampai jumpa di seri 3MK lain kali ya Quipperian. Quipper Video Blog undur diri dulu!

Sumber:

  1. http://school.ebonline.com/levels/middle/article/electronic-
  2. instrument/105993https://dictionary.onmusic.org/

Penulis: Jan Wiguna